
Yue Ling membawa dua orang ke tempat lain, Qin Chen berhadapan dengan naga besar di hadapannya tengah bernapas membuat hawa panas menerjang tanah. "Ha! Ayo bereskan sebelum tengah malam, hadiah untuk istri dingin harus sampai sebelum pergantian hari." Gumam Qin Chen.
Qin Chen pergi ke depan memberikan tinju besar hingga membuat hempasan gelombang hantam dari benturan kulit naga dan tangannya terhempas kesamping meratakan bukit. Qin Chen mendongak ke atas melihat naga itu tidak bergeming sekalipun mendapatkan serangan kuat dari Qin Chen.
Dia mendongak ke atas melihat naga itu menatap dengan bingung. "Are~ kenapa dia tidak terlempar? Padahal aku sudah memukulnya dengan sekeras-keras mungkin dengan tangan kiri ku, apa mungkin tanganku begitu lemah dan otot tangan merenggang tidak di gunakan."
Roarrr?
Qin Chen terhempas ke belakang setelah mendengar raungan bingung naga, tubuhnya menghantam bebatuan dan seteguk darah muncrat keluar, tiba-tiba matanya menciut merasakan sesuatu menembus perutnya, tapi Qin Chen masih sempat untuk menahan serangan tersebut dengan tangannya.
Cough!
"Kekuatan naga sangat mengerikan, fisiknya melampaui orang normal!" Qin Chen melepaskan energi besar ke tangannya untuk memberikan kerusakan pada ujung kuku naga di hadapannya.
Sesaat kemudian, kuku tersebut hampir hancur dan dengan cepat naga itu melompat ke belakang. Dia melihat Qin Chen tengah berdiri, luka-lukanya sembuh dalam hitungan detik, Poin Sistem Qin Chen terkuras habis untuk menangani masalah ini.
"Ayo mulai lagi?"
Qin Chen menarik pedangnya dan mengayunkannya ke samping, naga tersebut terbang ke langit berputar lalu mengeluarkan bayangan naga petir melesat kebawah saling bertabrakan. Dentuman besar membuat Yue Ling sedikit melirik melihat pertarungan Qin Chen melawan monster di hadapannya.
"Begitu rupanya, kau bertipe petir?!" Qin Chen memberikan gelombang petir ke arahnya dengan cepat mengenai tubuhnya. Seluruh bentuknya terselimuti petir dapat di lihat sekarang, itu seperti sambaran yang hendak menyetrum benda.
'Sayang sekali, aku tidak mempunyai kemampuan yang bertipe air. Jika ada, aku pasti bisa mengalahkannya dengan cepat sekarang.' Qin Chen melihat kemana-mana, dia menemukan dua gunung di samping bisa menjadi bahan.
Keduanya lalu bertarung di langit, Qin Chen dengan pedangnya melawan naga dengan fisiknya. Mata lain mengamati tempat lain memasang formasi dengan batu roh, dan sesaat kemudian saat dia terlempar kebawah dengan raungan monster itu menciptakan badai mencoba menembus tubuhnya, Qin Chen mengangkat tangan seperti mencoba mengenggam sesuatu.
Dari atas dan bawah, dua gunung saling bertabrakan membuat para leluhur itu langsung menoleh, Yue Ling tertegun melihatnya. Qin Chen tidak menyangka kalau itu berhasil membuat naga tersebut tidak bergerak karena tersegel gunung yang saling berhempitan.
__ADS_1
"Immortal Sword Finger!"
Dengan satu jarinya, sebuah energi padat terlempar menjulang kedepan seperti pedang menembus kepala naga. Kedua leluhur tidak dapat percaya bahwa naga itu benar-benar mati dengan satu serangan, bagaimanapun kekuatan mereka berbeda jauh dan yang tidak mereka ketahui adalah, energi Qin Chen terkuras habis-habisan.
'Sialan! 70% energi terkuras habis! Aku harus cepat-cepat mempelajari Esensi Pedang!' Batinnya yang masih berdiri tegak seolah-olah tidak terjadi apapun, dia menghela nafas kecewa mengejutkan kedua tetua.
"Bocah, hari kau selamat." Ucap salah satu pria di sana, dia membuka ruang dan meninggalkan tempat tersebut tanpa mengatakan kata lain selain kalimat sebelumnya.
Setelah melihat dia pergi, Qin Chen terduduk dengan napas terengah-engah. "Dewi Yue, dapatkah kau mengambilkan Permata Bulan Gavesha untukku?"
"Baiklah, tunggu di sana."
Yue Ling pergi mengambilkan Permata Bulan Gavesha yang Qin Chen minta, sesaat kemudian dia kembali dengan membawa Permata Bulan Gavesha di tangannya. Yue Ling memberikannya kepada Qin Chen, Qin Chen yang melihat itu tersenyum tipis karena ini sangat bagus.
"Terimakasih banyak Dewi Yue, apa yang ingin kamu dapatkan akan aku temani dimana itu? Tapi sebelum ke sana, aku ingin bermeditasi sebentar menyelesaikan masalahku." Ucapnya.
Qin Chen menyerap energi langsung, memasukannya kedalam dantian lalu menetralkan gelombang yang meledak-ledak dalam dirinya. Energinya perlahan kembali, dan Qin Chen dapat merasakan hal tersebut. Selama beberapa waktu lalu, ia kembali membuka matanya.
"Ayo pergi." Ucapnya.
Yue Ling tertegun karena baru tiga jam berlalu dan Qin Chen sudah membalikan energinya, karena kerusakan yang dia dapatkan melawan Mo Wushuang, kekuatan Qin Chen di batasi dengan tangan kanannya menghilang mengandung kutukan.
Semakin kuat dia menggunakan kekuatan, akan semakin menyulitkan Qin Chen dalam menyembuhkan dirinya nanti dan dia tidak bisa menyatukan tangan lain selain tangan dewa yang di bicarakan.
Keduanya pergi ke tempat di mana tetesan bintang berada, tempat tersebut adalah tempat dimana ledakan Supernova berasal dan membuat energi besar meneteskan sebuah esensi kuat, tetesan bintang!
Disana tampak sunyi seakan-akan tidak ada siapapun, tapi yang jelas ada banyak mata monster mengintai dari jarak yang sangat jauh seolah ruang tempatnya berada di bawah persepsi ruangnya.
__ADS_1
"Sangat sulit menemukan tetesan bintang di tempat bintang yang baru meledak ini, tapi kalau ada petunjuk mungkin bisa membantu pencarian." Qin Chen berkata dengan bingung bertanya.
"Tetesan bintang menyerupai bijian kopi dengan ukuran yang cukup besar, itu setara dengan buah apel. Berwarna kebiruan, tapi sebenarnya seperti kristal merah yang tercampur energi surga dan bumi mengubahnya menjadi warna cerah." Yue Ling langsung membalasnya.
Qin Chen menyentuh dagunya, lalu menggunakan kesadaran miliknya mencari tetesan bintang. Selama berjam-jam mereka di tempat tersebut belum menemukan satupun tetesan bintang, sampai di mana debu tebal yang membulat menghalangi pandangan menghilang menunjukkan tetesan bintang.
"Dewi Yue, di sana!" Ucap Qin Chen.
Yue Ling melihat tempat yang Qin Chen tunjuk, dia menemukan tetesan bintang di antara debu bintang. Yue Ling dengan cepat ke tempat tersebut untuk mengambilnya, dia langsung pergi membawa Qin Chen dari tempat itu karena saat tetesan bintang terungkap maka keberadaannya akan terungkap membuat para pembudidaya dapat merasakannya.
Ledakan bintang ini baru terjadi beberapa jam yang lalu sehingga butuh waktu untuk membuka debu bintang dan mengungkapkan keberadaannya.
Qin Chen yang tidak tahu apapun terseret pergi bersembunyi di dalam gua besar, di sana Yue Ling menyimpan tetesan bintang kedalam cincinnya.
"Maaf Pangeran karena membawa anda dengan tergesa-gesa tadi, karena tetesan bintang yang terungkap akan mengundang banyak pembudidaya dan monster. Jika kita tidak pergi dari sana langsung saat mendapatkan tetesan bintang, aku khawatir akan ada banyak musuh kuat yang setara dengan orang yang kita temui."
"Tidak masalah, aku hanya terkejut saat Dewi Yue membawaku. Jika memang seperti ini, apa kita akan menunggu di tempat ini untuk beberapa waktu?" Tanya Qin Chen.
"Benar, karena jejak-jejak tetesan bintang masih berada di tempat kita, dan lagi menemukan tempat untuk kembali akan membuat kita ketahuan oleh mereka."
Qin Chen memahaminya, dia duduk tenang menunggu orang-orang itu pergi menjauh. Selama menunggu, dia melihat dengan kesadarannya.
...
*Bersambung ...
Note : Lanjutan Supreme King System nanti pagi akan di update, nantikan lah :)
__ADS_1