I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 41


__ADS_3

Tumpahan darah mulai mengotori pakaian Qin Chen, raungan monster kuno begitu menakutkan terdengar di sepanjang langit barat, orang-orang ketakutan sampai membuat mereka meringkuk merinding. Tidak hanya raungan, gemuruh dan guntur hitam melesat memotong langit lalu bermanifestasi menjadi akar pinus besar. Pemandangan seakan dunia akan hancur, tidak ada lagi rasa kedamaian dalam mata mereka, ini semua kehancuran.


Qin Chen tengah terbatuk-batuk dengan darah hitam terkontaminasi oleh guntur unggu tumpah di tanah mengejutkan para abadi. Meresap lalu membuat tanah yang terkena darah berlubang seolah mempunyai kekuatan misterius di dalam darah.


Abadi lain tidak dapat mengganggu seorang master formasi yang hendak memasang formasi karena dapat berakibat fatal. Meskipun rasa simpati dan bersalah membajari tubuh dan pikiran, mereka mengenggam erat tangan untuk menahan diri menghentikan Qin Chen.


Sepanjang garis surga barat secara keseluruhan mulai membentuk bendungan menutupi dunia luar. Seperti tiang surga yang memisahkan keempat tanah besar dimana masing-masing menutup diri selama ribuan tahun sebelum bendungan itu di hancurkan secara serentak di masa lalu.


Cough!


Seteguk darah kembali keluar membuat para abadi gemeteran, meski energi surga dan bumi dari ujung dunia terhisap ke tempat ini, semuanya membutuhkan tenaga dan konsentrasi besar.


Seratus ribu kilometer berhasil di cetak, Qin Chen mengangkat bendungan hingga seluruh surga barat tertutup!


Napasnya tersengal-sengal terduduk lemas, energinya benar-benar terkuras. Qin Chen terduduk dengan menyederkan tubuhnya ke samping bebatuan, para abadi melepaskan formasi besar untuk menyeret energi surga dan bumi ketempatnya, dan abadi lain memberikan sebuah Pil untuk penyembuhan.


Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen beranjak untuk berdiri kembali. "Perintahkan prajurit yang tersisa di Istana untuk membantu korban yang berjatuhan, sisanya ikut aku ke bagian timur memberikan hadiah selamat!"


"Baik!"


Mendekati artefak surga, Qin Chen mengambilnya. "Apa semuanya sesuai dengan rencananya?" Tanya Qin Chen.


"Para abadi tengah menekan surga timur seperti yang di rencanakan, tapi pihak lain membantu mempertahankan keseimbangan perang ini. Untuk sekarang kami akan membagi dua kubu untuk melindungi pangeran selama masa pemulihan, dan kubu lain membantu dalam penyerangan dan informasi."


Qin Chen menutup mulutnya merasakan sesuatu yang melompat dari perut, sesaat kemudian napasnya kembali normal. "Karena rencana sudah sesuai, kalian dapat membantu di barisan depan, di sini beberapa abadi sudah cukup untuk melindungiku." Qin Chen berkata dengan pelan.


"Baik pangeran, enam dari kami akan tetap di sini untuk menjaga anda. Sisanya akan ikut dengan saya ke garis depan." Ujarnya.

__ADS_1


Puluhan abadi melesat ke langit kemudian menghilang menggunakan teleportasi, Qin Chen duduk kembali dan beberapa menit kemudian burung merah turun mendekatinya membawa sebuah surat undangan Qin Chen baca. Didalam surat tersebut terdapat informasi yang di berikan Lan Loushui kepadanya.


"Pangeran, bagaimana untuk beristirahat di istana? Dengan kondisi pangeran sekarang akan tidak baik untuk keluar di medan perang, anda kehabisan energi surga dan untuk memulihkan kondisi seperti sediakala akan membutuhkan banyak waktu, istana adalah tempat yang aman bagi anda." Salah satu dari mereka khawatir lalu berkata membujuknya untuk beristirahat di istana.


Qin Chen meliriknya, "Tidak masalah, energi yang habis secara bertahap akan membaik. Untuk sekarang kita akan pergi ke timur menekan kembali, mereka sudah merusak tanah peninggalan leluhur, membuat kekacauan dimana-mana dan kehidupan di surga barat berkurang secara signifikan! Perlu kalian ingat, kita hanya menekan untuk sekarang karena mereka masih mempunyai senjata pamungkas!"


Dibantu dengan salah satu tetua, Qin Chen berdiri dengan tatapan tajam. Mereka membungkuk dan mengikutinya melesat ke timur kemudian menembus lapisan hingga sampai di timur tempat perang besar di daratan berlangsung beberapa jam berlalu.


Saat keberadaan Qin Chen terasa di timur, para petinggi langsung berdiri dengan tubuh gemeteran.


Prajurit di bawah sana ketakutan, mencoba mendongak ke atas melihat Qin Chen tengah melayang dengan mata keemasan seperti matahari merendahkan mereka, napasnya menekan orang-orang di bawah Heavenly Enlightenment.


"Orang-orang timur, kalau tidak mau keluar dari sarangnya, jangan salahkan aku bersikap arogan!" Suaranya begitu keras sampai ke gendang telinga penguasa.


Qin Chen menjatuhkan tangan hantu di mana-mana menghujani prajurit hingga gempuran tanah menjadi kacau. Prajurit surga berteriak atas nama pangeran surga menyerang musuh, asap tebal dan kobaran api menyebar begitu luas di bagian timur.


Prajurit mendongak terkejut lalu menyeringai penuh kepuasan, kehadiran Qin Chen hanya untuk menekan timur agar tidak berbuat sesukanya. Qin Chen sekarang belum sanggup melawan mereka dengan kondisinya, karena itu dia hanya mengertak.


Setelah satu hari berlalu, mereka semua kembali ke barat untuk menyembuhkan diri dimana timur sudah banyak prajurit yang berjatuhan selama perang.


Didalam ruangan tempat Qin Chen berada, para eksekutif istana membicarakan tentang perang sebelumnya dan meningkatkan pertahanan di perbatasan. Selama berjam-jam kemudian pembicaraan tersebut berakhir, dan Qin Chen keluar mencari udara segar.


"Bagaimana pembicaraan dengan para petinggi istana? Apa mereka memberikan saran kedepannya?" Seseorang bertanya dari samping, Qin Chen menoleh untuk memastikan.


"Kamu ... Ya, mereka memberikan saran yang bagus untuk istana kedepannya, ngomong-ngomong rencana itu apa masih berlanjut?" Tanya Qin Chen.


"Kamu mendapatkan harta surga, dan menekan surga timur dalam satu hari. Selanjutnya, kamu harus menembus langit dan memberikan bentrokan besar pada mereka."

__ADS_1


Qin Chen mengerutkan keningnya, "Lupakanlah, sebenarnya aku ingin berpetualang ke dunia luar. Tapi malah berakhir seperti ini, ah! Ibuku tidak terduga apapun yang dia ketahui selalu di sembunyikan dan akan bicara saat itu juga membuatku tidak dapat menolaknya."


Pufft~


"Kenapa ketawa? Itu sudah biasa bagiku seorang pangeran di tekan, untungnya ibuku berada di perpustakaan dan aku bisa bebas sekarang mau kemana. Ya, walaupun nggak bisa bebas karena harus mengurus tugas istana kedepannya."


Mereka berdua pergi ke kota dan duduk di restoran, orang-orang di bawah dan di dalam restoran tidak berhenti memandangi keduanya yang tengah berada di restoran, dalam waktu singkat keramaian muncul di restoran membuat pelayan dan pekerja di sana kewalahan melayani.


"Banyak orang yang melihat, dan tempat ini mengalami inflasi besar-besaran karena pengunjung."


Qin Chen tersenyum tipis, "Biarkan, ini keutungan restoran, sangat jarang bagi mereka menemukan seorang pangeran makan di restoran kota? Kadang mereka berpikir kalau aku makan di istana dan tidak pernah makan di tempat seperti ini dengan Permaisuri."


"Sigh!" Lan Loushui menghela nafas, "Aku tidak mempunyai uang di penyimpanan, jadi makanan sekarang kamu yang membayarnya." Lan Loushui berkata dengan pelan.


"Pesanlah, aku yang bayar."


"Pelayan, aku pesan makanan terbaik di tempat ini dan juga minum hangat." Ucapnya dengan cukup keras.


"Baik Permaisuri."


Seorang pelayan wanita berlarian masuk kedalam menyiapkan pesanan, Qin Chen di sana untuk mengamati penduduk yang sekarang menghadapi perang.


...


*Bersambung ...


Note : Besok up seperti biasa.

__ADS_1


__ADS_2