I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 48


__ADS_3

Lan Loushui tersenyum manis, dalam hantinya sangat bahagia. Qin Chen memberikan kue manisnya dan makan bersama cukup lama sampai waktu berganti dan hari berubah, Lan Loushui tertidur di pangkuannya dengan pulas mengabaikan tempat.


"Ha! Perasaan dulu aku sangat membencinya, karena dingin padaku dan sering melempar es dingin saat aku sedang bermeditasi." Gumamnya.


[ ... ]


"Ayo kembali, dan selesaikan masalah ini lalu berpetualang melawan kejahatan!" Ucapnya, dia mengangkat Lan Loushui dengan kemampuan elemen angin, tangannya hanya ada satu tidak bisa ia gunakan.


Paginya— Qin Chen tengah bermeditasi di atas atap istana, tiba-tiba serangan es dingin berada di punggungnya membuat Qin Chen mengigil, dia menoleh ke bawah melihat Lan Loushui menjulurkan lidahnya tengah mengejek Qin Chen.


"Kenapa menyerangku? Apa kamu kangen denganku karena tidak mendapat belaianku?" Tanya Qin Chen.


"Siapa juga yang ingin, bleww~" Lan Loushui kembali mengejeknya.


Qin Chen mengerutkan kening dengan bingung, lalu tiba-tiba serangan lain mengenai tangannya. "Ha! Dasar wanita, mahkluk yang merepotkan."


"Apa yang kamu bilang?" Balas Lan Loushui penasaran.


"Tidak ada lupakan saja, aku masih ingin menyerap energi langit dan bumi. Setelah itu aku akan memberikan hukuman pada istri dingin tidak mengerti perasaan suaminya." Jelas Qin Chen.


Lan Loushui membuat bola salju, lalu melemparkannya hingga mengenai wajah Qin Chen. Belum sempat Qin Chen berpindah tempat, Lan Loushui sudah menghilang dari tempatnya.


"Sigh! Kemarin sikapnya manis dan manja, baik dan pengertian. Sekarang sifatnya seperti pertama kali bertemu, main lempar dan pergi dengan dingin, sudahlah. Kalau dia ingin bermain seperti ini, aku akan ikut main dengannya. Siapa yang akan bertahan, aku atau dia dengan sikapnya."


Qin Chen pergi bermain ke hutan, belum sempat melangkah ada tangan yang menghentikan pergerakan Qin Chen. Sewaktu dia menoleh kebelakang, ibunya tengah berdiri menarik kerah pakaian yang dia gunakan kembali ke istana.


Diikat di kursi, lalu menurunkan setumpuk kertas di atas meja mengejutkan Qin Chen.

__ADS_1


"Ibu ... Apa ibu benar-benar ingin membunuh putranya yang baik hati, dan manis ini? Aku bisa mati kewalahan, apa tidak ada waktu kosong untuk putra ini bermain?" Tanya Qin Chen dengan memohon.


"Tidak ada, kamu harus menyelesaikan tugas-tugas ini, setelah itu kamu baru dapat bermain keluar. Tapi ingat untuk tidak menjahili istrimu, ibu dapat laporan kalau kamu menjahilinya dan membuatnya marah-marah." Ujar Cai Li.


"Tapi Bu, siapa anak ibu sebenarnya? Aku atau istri dingin?" Tanya Qin Chen.


"Tentu saja kamu, tapi Lan Loushui menantu perempuan yang ibu sayangi. Kamu tidak boleh menyakitinya ataupun memarahinya, atau ibu akan memberikan hukuman padamu." Balasnya.


Kugh!


Qin Chen menyerah, dia menanda tangani banyak dokumen. Setelah selesai, dia bisa keluar bebas masuk kedalam hutan, berburu monster yang berkeliaran sepanjang harinya bersama sistem.


Malamnya— Lan Loushui berada di ruangan ibunya, dia tidak menganggu dan kembali ke kediaman lebih dulu. Membuka panel status, dia melihat status dirinya bertambah kuat walaupun Exp masih stack.


"Sistem, bisa kamu cari tahu tentang tangan dewa?" Tanya Qin Chen.


"Tch! Sekarang makin merepotkan."


Tiba-tiba pintu terbuka setelah berwaktu-waktu menunggu, Lan Loushui baring di sampingnya tanpa mengatakan apapun. Kemudian, dia mengangkat pembicaraan. "Seminggu ini, aku akan keluar untuk bermeditasi, sebelum kelahiran aku ingin mendengar nama untuk anak ini, apa kamu bisa memberitahukan aku sekarang?"


Qin Chen bingung dan memiringkan kepalanya. "Qin Zihao untuk putra dan Qin Yan Shui untuk putri, bagaimana?" Tanya Qin Chen.


"Hmmm ... Nama yang cantik." Setelah itu, dia tidak mengatakan apapun pada Qin Chen.


Lan Loushui tertidur setelah mendengar nama yang Qin Chen siapkan.


Paginya— Qin Chen tidak menemukan Lan Loushui dan hanya meninggalkan sebuah surat kalau dia akan melakukan meditasi bersama dengan ibunya di ruangan khusus. Qin Chen tidak tahu apapun, dan sekarang istana berada dalam perintahnya.

__ADS_1


Sepanjang harinya dia duduk di ruangan menyelesaikan tugas, sorenya keluar cari udara dan kembali ke kediaman tidak menemukan Lan Loushui. Selama dua minggu berlalu di matanya, Qin Chen tengah menunggu di kediaman tidak menemukan Lan Loushui.


"Padahal dia akan melahirkan, kenapa tidak kembali pulang?" Tanya Qin Chen, dia khawatir dengan keadaan Lan Loushui yang tak kunjung kembali.


Qin Chen mondar-mandir membuat dirinya semakin khawatir, para pelayan yang melihat ini hanya diam karena tidak tahu apapun tentang ratu surga membawa menantunya pergi melakukan meditasi.


Tiba-tiba sebuah surat turun dari langit di halaman depan, pelayan mengetuk pintunya dan masuk kedalam. "Pangeran, saya menemukan sebuah surat yang turun dari langit, kemungkinan ini untuk anda." Ucapannya.


Qin Chen mengambil surat tersebut, dan membacanya ini semua dari ibunya mengatakan kalau Lan Loushui akan di urus mereka berdua, Cai Li dan Lan Xiang Xue ibunya Lan Loushui dalam proses kelahiran anaknya.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen mulai tenang walaupun ada rasa kekhwatiran di benaknya terus-menerus menghantuinya. "Kau dapat kembali, terimakasih."


"Sama-sama pangeran."


Pelayan keluar, dan meninggalkan Qin Chen sendirian di dalam sana. "Semoga kamu baik-baik saja istri dingin." Ada ibunya dan ibu Lan Loushui di sampingnya, dia tidak akan terjadi apapun.


Selama satu hari berlalu, lalu dua hari berlalu dan memasuki hari ketiganya. Qin Chen menemukan ibunya mengendong seorang anak kecil di tangannya, di sisi lain ada Lan Xiang Xue tanpa menemukan Lan Loushui di sampingnya.


Sewaktu berada di dekat Qin Chen, ibunya memberikan anaknya ke gendongan Qin Chen. "Selamat Chen'er, kamu menjadi seorang ayah sekarang dan kamu mempunyai seorang putri yang cantik dan manis seperti ibunya." Ucap Cai Li dengan pelan.


"Hmmm ... "


Keduanya saling melihat satu sama lainnya, Qin Chen mengusap keningnya lalu melihat ibunya. "Bu, dimana istri dingin? Kenapa dia tidak bersama denganmu." Tanya Qin Chen.


Lan Xiang Xue melihatnya dengan serius, dia tidak dapat menyembunyikan apapun pada Qin Chen sekarang. "Ikuti kami Qin Chen, ada sesuatu yang harus kamu ketahui." Ujarnya, ia membawa Qin Chen pergi ke ruangan tempat mereka bertiga berada selama beberapa hari belakangan ini.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2