
Ruangan itu— Qin Chen mendengar suara Lan Loushui mendukungnya untuk menduduki Tahta Surga. Awalnya dia ragu menerima posisi sebagai Penguasa Surga karena usianya yang masih belum mencapai 20 tahun untuk menggantikan ibunya. Tapi setelah mendengar Lan Loushui memberikan dukungan padanya, Qin Chen menguatkan dirinya untuk menduduki Tahta Surga bagian barat.
Qin Chen mengangguk menerimanya, dia menerimanya dengan banyak alasan. Terutama karena Lan Loushui ada di sisinya yang mendukung Qin Chen dalam berbagai aspek kedepannya, dengan adanya Lan Loushui membuat Qin Chen cukup nyaman untuk mengambil Tahta Surga.
Dia menyentuh tangan Lan Loushui kemudian kembali melihat ibunya. "Aku akan mengambil Tahta Surga! Tapi sebelum itu, bagaimana dengan ibu, dan ibu mertua kalau aku yang menjadi Penguasa Surga." Tanya Qin Chen.
Mereka berdua menatap satu sama lainnya, lalu Lan Xiang Xue membalasnya. "Kami sudah sangat tua mengurus masalah istana, karena itu kami mengambil cuti bersama sambil menunggu cucu kami lahir. Masalah Istana Surga akan di serahkan kepadamu dan Lan Loushui meski begitu kami sebagai orang tua yang mempunyai banyak pengalaman dari kalian akan memberikan arahan dan masukan kedepannya, jadi jangan khawatirkan itu."
Qin Chen mengerutkan keningnya, ini pasti membuatnya tertekan. "Aku seharusnya tidak bertanya karena sudah pasti balasannya akan sama seperti yang ada di benakku. Mau itu ibu atau ibu mertua pasti menunggu cucunya, aish! Aku yang masih seorang bocah harus menanggung beban besar sekarang, uang bulanan selama di istana belum tentu cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga ditambah sebentar lagi Loushui akan melahirkan, ini akan membutuhkan biaya besar mengurus anak dan lain sebagainya, belum lagi meningkatkan kualitas prajurit dan membangun negeri fantasi." Gumam Qin Chen menggerutu karena dia sudah tidak mempunyai tempat untuk menghindari pernyataan mengenai cucunya.
Lan Loushui mencubitnya langsung karena dia menggerutu mengenai uang, bagaimanpun Qin Chen seorang pangeran surga tidak mungkin mempunyai sumber daya di bawah keluarga besar, setidaknya sumber daya Qin Chen berada di atas mereka semua.
Qin Chen tertawa merasakan sakit di pinggangnya. "Aku hanya bercanda tadi, bagaimana mungkin sumber daya pangeran ini di bawah standar, kamu tidak perlu khawatir dengan sumber daya, karena pangeran ini mempunyai sumber daya yang tak terbatas apapun!"
"Hmph! Pertama-tama, uang bulanan yang aku dapatkan harus berada di atasmu sebagai pangeran surga di masa lalu. Kedua, karena sekarang aku istrimu dan sebentar lagi akan melahirkan, aku ingin mempunyai pelayan tambahan dan itu di bayar kamu. Ketiga tidak banyak yang aku minta hanya ingin buah surgawi." Lan Loushui membuat Qin Chen tercengang, di dalam benaknya mimpi yang selam ini di inginkan sudah hancur berkeping-keping.
Qin Chen dengan gemeteran menoleh kesamping melihat mereka berdua memalingkan wajahnya karena tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga. Qin Chen menghela napas panjang tidak dapat membatah, dia melihat uang bulanan di cincin ruang yang ia punya hanya beberapa tael emas.
'Sistem, aku harus leveling buat dapat sumber daya. Upah pangeran surga di bawah standar PMS di bumi aku menyesal menghabiskan banyak Poin Sistem yang berharga bisa aku gunakan menghasilkan uang.'
[Sistem menyediakan Dimensi Spasial untuk mendapatkan Poin Sistem dengan membelinya, harganya cukup mahal dan hanya satu kali pakai.]
__ADS_1
'Nanti kita bahas cari sumber daya, sekarang aku ingin belajar dulu.'
[Baik tuan.]
Qin Chen menyentuh dagunya, dia menoleh kesamping melihat Lan Loushui tengah duduk membaca gulungan di atas meja. "Rata-rata seorang penguasa mendapatkan 60% sumber daya dari kekuasaannya, sementara sisanya untuk membangun negeri ataupun menguatkan pasukan. Seorang pangeran rata-rata hanya mendapatkan 20-30% sumber daya, kalau pangeran berbakat maka dia akan mendapatkan 45% sumber daya. 60 di kurang 45 hanya tersisa 15, itu artinya aku hanya mendapatkan 15% sumber daya dari jabatanku sebagai Penguasa, dan istriku minta di atasku itu artinya dia mendapatkan 50-55% dan sisanya hanya 5% untukku."
"Apa sebegitunya memperhitungkan sumber daya untukku dan anak ini?" Tanya Lan Loushui.
Qin Chen langsung menoleh menggelengkan kepalanya. "Tidak-tidak, aku tidak memperhitungkan sumber daya untukmu, aku hanya mencari cara keutungan besar menunjang hidup."
"Itu sama saja, kamu masih memperhitungkan sumber daya yang aku minta." Lan Loushui marah lalu memalingkan wajahnya.
Lan Loushui tidak membalasnya, Qin Chen mengelus kepalanya lalu beranjak dari tempatnya. "Aku akan keluar sebentar, ibu bisa bantu aku menjaga Lan Loushui sebentar? Aku hendak ke kota untuk mengecek sesuatu dan akan kembali sebelum matahari terbenam." Qin Chen berkata dengan pelan.
"Pergilah ... Lan Loushui akan kami jaga karena dia tidak boleh banyak bergerak sekarang, dia membutuhkan istirahat yang cukup karena sudah enam bulan, ngomong-ngomong apa yang ingin kamu lakukan di kota?" Ibunya membalas dengan penasaran.
"Aku hendak mencari master penempa atau apa lah itu lah bisa menguatkan kualitas prajurit. Setelah itu aku akan pergi mencari buah surgawi di tempat-tempat dengan kepadatan energi langit dan bumi berada, kemungkinan ada di sana."
Cai Li mengangguk kecil membiarkan Qin Chen pergi walaupun dia baru sadar dari tidurnya. Meski begitu kekuatan dan tenaga Qin Chen sudah membaik sehingga dapat melakukan kegiatan seperti biasanya, dia meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apapun pada Lan Loushui.
'Apa dia marah padaku?' Batinnya.
__ADS_1
Cai Li tersenyum tipis, dan berkata,
"Jangan khawatirkan dia, Chen'er tidak akan marah padamu. Sikapnya sama seperti ayahnya, dia diam karena dia sayang padamu dan sekarang dia tengah mencari apa yang kamu inginkan, dan memberikan apapun untukmu, kan?"
"Ummm ... Tapi apa tidak apa-apa aku mengatakan seperti tadi?" Lan Loushui membalasnya dengan rasa bersalah.
"Tidak masalah, sumber daya yang dia dapatkan sangat melimpah sewaktu menjadi pangeran surga. Kamu bisa melihatnya sendiri, kan? Bagaimana ratu surga di tempat ini begitu memanjakan putranya sampai-sampai memberikan banyak sumber daya." Lan Xiang Xue membalasnya dengan sedikit melirik kesamping.
Cai Li membeku tidak bersuara karena dia begitu memanjakan Qin Chen sampai-sampai memberikan banyak sumber daya kepadanya dan mengesampingkan surga barat. "Aku hanya menjadi ibu yang baik, apa salahnya memberikan sumber daya kepada putra satu-satunya?" Balas Cai Li menolak gagasan Lan Loushui.
"Memberikan sumber daya bukanlah masalah, kamu begitu memanjakannya." Lan Xiang Xue membentaknya, Cai Li terdiam merasakan hawa membunuh di punggungnya.
Lan Loushui tertawa kecil, dia berdiri lalu membungkukkan badannya memberikan hormat kepada mereka berdua. "Kalau begitu Loushui akan pergi beristirahat di ruangan, sampai nanti ibu."
"Pergilah." Kata mereka berdua bersamaan.
Kemudian dia pergi meninggalkan ruangan untuk kembali ke ruangannya, sementara Cai Li dan Lan Xiang Xue menghela napas panjang kembali mengerjakan tugasnya sebagai ratu dan penasehat istana.
...
*Bersambung ...
__ADS_1