
Prajurit di luar masuk kedalam membawa kereta kuda megah, mereka semua masuk kedalam membawa Qin Chen. Di dalam ruangan itu, Lan Loushui memangku Qin Chen sepanjang perjalanan dimana keluarga Qin Chen berada di hadapannya, termasuk saudari-saudarinya. Mereka bertujuan untuk kembali ke istana mengobati luka-luka pertarungan yang di dapatkan melawan Mo Wushuang, dan tentunya Qin Chen akan mendapatkan perawatan lebih khusus karena lukanya sangat besar.
Tangannya tidak dapat kembali karena permanen hancur, Cai Li tidak dapat menahan rasa bersalahnya membiarkan Qin Chen melakukan tugas di gunung musim dimana dia tidak tahu kalau ada Mo Wushuang di tempat tersebut. Jika dia tahu keberadaannya, dia tidak akan membiarkan Qin Chen pergi mengurus masalah di sana dan dia secara pribadi akan turun tangan.
Sesampainya di istana, Qin Chen di bawa ke ruangannya mendapatkan perawatan khusus dari tabib yang sebelumnya merawat Qin Chen. Sementara Lan Loushui di bawa ibunya ke ruangan lain mendapatkan perawatan khusus darinya, karena mereka mempunyai kemampuan yang sama.
Berlangsung sampai enam minggu kemudian, Lan Loushui keluar dari pengasingan tidak menemukan Qin Chen di ruangan istana karena sangat sunyi. Karena khawatir dia terburu-buru ke ruangan Qin Chen melihat ibunya dan ibu mertua berada di sana menunggu Qin Chen bangun karena sudah enam minggu dia tidak bangun-bangun sampai sekarang.
"Apa yang terjadi padanya? Kenapa belum bangun-bangun sampai sekarang, ibu?" Lan Loushui bertanya kepada ibunya dengan serius, karena ini sudah enam minggu berlalu tanpa kabar apapun darinya.
"Qin Chen sampai sekarang belum bangun dari tidurnya, kemungkinan besar di akan tertidur abadi cukup sebelum terbangun dari mimpinya. Membakar energi sebesar itu untuk memasang formasi surga kuno membutuhkan banyak energi dan biaya tambahan, bahkan dulu ada satu orang mengorbankan jantungnya untuk menyegel Mo Wushuang. Sekarang Qin Chen menggantikannya dengan mengorbankan banyak energi dalam dirinya, untungnya dia hanya kehabisan energi sehingga bisa bangkit kembali hanya menunggu waktu untuk dia sadar dari tidurnya." Jelas ibunya.
Mendengar itu, Lan Loushui tidak dapat berbuat banyak karena Qin Chen akan bangun cepat atau lambatnya. Kemudian dia mendekati Qin Chen dan terduduk di sampingnya, memperhatikan luka yang dia dapatkan membuat Lan Loushui membeku, meskipun luka tebasan di dadanya menghilang tapi luka pada tangannya tidak dapat di sembuhkan.
"Apa tangannya tidak dapat kembali seperti sediakala?" Lan Loushui bertanya kepada mereka berdua di samping.
"Kami sudah mencari caranya dan sampai sekarang belum menemukan cara untuk mengembalikan tangannya, kemungkinan besar itu adalah kutukan. Bagaimanapun, seorang bocah atau pemuda belum genap 20 tahun membunuh Dewa?! Siapa yang akan percaya dengan cerita ini, bahkan ibu sendiri masih belum mempercayainya meski sudah melihatnya secara langsung."
Bahkan dulu mengorbankan banyak waktu dan kehidupan di surga untuk menyegel Mo Wushuang. Sekarang, Qin Chen membunuhnya secara langsung dengan kekuatan seorang Heavenly Enlightenment? Siapa yang akan mempercayai semua itu selain mitos dunia yang di sembunyikan.
Cai Li batuk untuk mengalihkan pembicaraan keduanya. "Kesampingkan hal ini, terpenting Qin Chen sudah ada di ruangannya, masalah tangannya dapat di atasi selama menemukan cara untuk menyambungnya." Sahut Cai Li.
Lan Xiang Xue menoleh kesamping lalu kembali bicara. "Apa yang dikatakan Cai Li ada benarnya, kesampingkan masalah ini."
"Baik."
Lan Loushui duduk di samping Qin Chen tidak mengatakan apapun, dia secara mengejutkan mual-mual membuat satu keluarga langsung memperhatikannya. Lan Loushui menaha mulutnya dengan tangan dan menyetuh perutnya ingin muntah.
__ADS_1
Sementara itu, di matanya Cai Li muncul berbinar-binar cahaya terang seperti mendapatkan sesuatu yang besar. Sedangkan kedua putrinya yang ada di samping melihat keadaan Lan Loushui sama seperti kasus ibu mereka sebelum melahirkan Qin Chen.
"Loushui, apa kamu mual-mual belakang ini?" Cai Li langsung bertanya dengan penasaran karena dia sudah mencurigai satu hal.
"Benar ibu mertua, akhir-akhir ini aku sering mual di ruangan dan seperti ingin makan sesuatu, padahal kondisiku sangat baik sekarang." Ujarnya.
"Cai Ling, bisa kamu panggilkan tabib istana untuk datang ke ruangan ini secepat mungkin." Katanya dengan antusias karena sudah tidak sabar mendengar kabar bahagia.
"Baik bu, tunggu sebentar akan aku panggilkan tabib istana." Balasnya, dia buru-buru keluar untuk memanggil tabib.
Lan Loushui kebingungan, dan tidak lama setelah itu tabib masuk kedalam ruangan dengan berdiri di antara mereka. Ratu surga atau Cai Li langsung bicara. "Periksa keadaan menantuku di sana, karena dia sering mual-mual beberapa hari ini." Katanya, dia memberikan kode untuk cepat memeriksa keadaan Lan Loushui.
"Baik ratu."
Tabib itu mendekati Lan Loushui yang tengah duduk di atas tempat tidur pangeran surga, dia mengulurkan tangannya dan menyentuh nadi di tangan Lan Loushui merasakan denyutan nadi kemudian tekanan darah dan lain sebagainya hingga beberapa menit kemudian.
"Selamat ratu, menantu anda tengah hamil muda." Ucapnya membuat Lan Loushui terdiam tidak dapat mengatakan apapun.
Cai Li tersenyum lebar meskipun sudah tahu semua ini, dia berterima kasih kepada tabib untuk menyiapkan resep untuk menjaga kandungannya, kemudian Cai Li langsung memeluknya.
"Kyaaaaaaa~ menantu ibu akhirnya hamil, dan ibu akan mendapatkan cucu manis dari kalian berdua ... " Ucapnya dengan bahagia penuh semangat.
Usap! Usap! Usap!
Wajahnya mengusap-usap di pipinya Lan Loushui dengan dekat membuat Lan Xiang Xue, ibunya Lan Loushui tidak dapat berbuat banyak melihat putrinya menjadi mainan Cai Li. Sementara kedua putrinya tertawa kecil melihat ibunya begitu senang mendapatkan cucu dari putranya, Qin Chen.
"Adik ipar selamat atas kehamilannya." Cai Ling memberikan selamat kepada Lan Loushui, dia adalah putri tertua di keluarga.
__ADS_1
"Selamat adik ipar, kedepannya tolong jaga adik kami yang manis ini." Ucap Cai Tian, putri termuda di keluarga.
"B– Baik."
Cai Li masih mengusap-usap pipinya hingga beberapa menit kemudian dia berhenti dan kemudian melihat Lan Loushui. "Yosha, mulai sekarang kamu harus makan yang sehat dan beristirahat yang cukup, ibu akan menyiapkan seluruh kebutuhan untuk kesehatan cucu ibu, kamu tunggu di sini dan temani Chen'er."
Dia buru-buru keluar membawa kedua putrinya keluar, Lan Xiang Xue di sana mendekatinya dengan senyuman puas. "Seharusnya tubuh dingin sembilan reinkarnasi akan kesulitan mendapatkan keturunan, karena sesuatu yang menggangu kecepatan kultivasi akan di tiadakan di dalam rah*m, dan sekarang kamu mengandung anaknya. Mungkin itu adalah berkah yang tersembunyi atau takdir surga untuk kalian berdua tetap bersama."
Lan Loushui mengangguk, dia tidak keberatan akan semua ini. "Ummm ... Mungkin surga memberikanku kesempatan ini, kedepannya aku harus bagaimana?"
"Seperti yang di katakan ibu mertuamu, Cai Li. Jaga Qin Chen mulai sekarang dan anak yang sedang kamu kandung sekarang. Dengan begitu dia akan menyayangimu lebih dari apapun seperti yang kau dapatkan beberapa minggu yang lalu di saat Mo Wushuang menyerangmu, dia tidak akan pernah membiarkanmu terluka." Jelas ibunya.
Lan Loushui mengangguk kepalanya memberikan balasan.
"Dia akan melakukan apapun untukmu, karena itu kamu lakukan apapun untuknya. Hubungan kalian berdua sudah di tentukan sebelum kalian di lahirkan, karena ibu dan Cai Li adalah teman dekat sehingga sepakat untuk menikahkan putra atau putri kami di masa depan yang akan datang, dan sekarang kami sudah menepati janji kami berdua untuk menikahkan putra dan putri kami." Jelasnya memberitahukan bahwa pernikahan ini sudah di tentukan sangat lama kemungkinan seribu tahun yang lalu.
"Ummm ... Aku akan melakukan seperti yang ibu katakan untuk menjaganya, karena bagaimanapun sekarang aku istrinya dan dia masih berusia sangat muda dariku." Balas Lan Loushui.
"Baguslah, sekarang temani dia, ibu dan Cai Li mengurus sesuatu di ruangan." Ujarnya meninggalkan ruangan.
Setelah itu, Lan Loushui memegang tangan Qin Chen dan menunggunya bangun. "Sayang, kapan kamu bangun? Aku ada kabar yang mungkin membuatmu senang." Gumamnya menyentuh wajah Qin Chen dengan belaian lembut.
Disamping itu, dia menunggu Qin Chen sangat lama sampai-sampai ketiduran membuat keluarganya mengintip kondisi mereka berdua yang sekarang tengah tertidur, menutup pintunya dan melanjutkan tugas masing-masing di ruangan.
...
*Bersambung ...
__ADS_1