I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 23


__ADS_3

"Sayang—" Lan Loushui langsung mendekati Qin Chen dengan tergesa-gesa tidak dapat menahan rasa khawatirannya. Qin Chen runtuh kedalam pelukan Lan Loushui, dengan erat memeluknya menahan rasa sakit itu di benaknya tidak dapat bicara meskipun sekilas.


Menyadari akan hal ini, Lan Loushui terduduk mengusap kepalanya. "Jangan khawatir, aku akan berada di sisimu hidup ataupun mati bersama." Suaranya begitu halus sampai membuat Qin Chen merasa aman berada dekat dengannya.


Meskipun dia tampak tenang di depan Qin Chen, namun nyatanya mata Lan Loushui tidak dapat membohongi perasaannya, pupilnya bergetar tanpa henti melihat kondisi Qin Chen sekarang sangat mengenaskan, dia bahkan tidak sanggup melihat keadaannya.


Bibirnya gemteran kemudian dia mengigitnya menghentikan ketakutannya, dia menahan ke khawatiran dan perasaan bersalah yang berulang-ulang menggerogoti hantinya.


Tanpa mengatakan apapun, dia melepaskan pelukannya dan beranjak berdiri untuk menghadapi Mo Wushuang mengantikan Qin Chen. Saat dia hendak melangkah meninggalkan Qin Chen, sesuatu yang menahannya membuat Lan Loushui langsung menoleh ke belakang.


Qin Chen tengah menahannya dengan tangan yang tersisa untuk tidak membiarkan Lan Loushui melawan Mo Wushuang. Qin Chen menggelengkan kepalanya beberapa kali untuk menghentikan Lan Loushui, karena Mo Wushuang bukanlah tandingannya.


Meski kehilangan satu tangannya, dia tidak ingin mengubah pandangannya membiarkan Lan Loushui menghadapi Mo Wushuang sendirian. Sekalipun usianya berada di bawah Lan Loushui, Qin Chen tidak ingin menutup mata melihat istrinya melawan musuh kuat yang belum tentu bisa Qin Chen kalahkan sekarang dengan seluruh kekuatannya.


Sebelum dia mati, dia tidak akan membiarkan Lan Loushui untuk menghadapinya!


Sementara itu, di dalam benaknya sistem tengah menyembuhkan lukanya, kemampuan curang yang belum menunjukan keberadaannya. Qin Chen masih harus membakar energi besar menghadapi Mo Wushuang sekarang atau nantinya.


"Jangan melawannya secara langsung, kamu tidak akan bisa menang meskipun mengerahkan seluruh kekuatan yang kamu punya sekarang." Qin Chen bersuara dengan terputus-putus, napasnya masih belum membaik. "Sama halnya denganku, aku belum tentu bisa mengalahkannya sekarang. Tapi setidaknya aku akan mencari peluang besar untuk menyegelnya bersamaku kedalam kekacauan, dengan begitu kamu dapat pergi dari tempat ini dan kembali." Lanjut Qin Chen.


Lan Loushui membeku, bibirnya tidak dapat bergerak untuk membalasnya setelah mendengar perkataan Qin Chen. Dia mengertak kesal menghadapai kelemahannya tidak dapat membantu di saat-saat situasi seperti sekarang.


Dengan napas terengah-engah, matanya yang sayu membuat Qin Chen beranjak berdiri dengan tegap menarik perhatian langit, menyingkirkan keraguan dalam hatinya untuk tidak menyerah sekarang, ini membuat Mo Wushuang menyeringai.


"Mo Wushuang, aku berikan satu kesempatan untuk menyerah sekarang! Sekalipun aku mati, aku akan mati membawamu ikut bersama denganku ke neraka, di sana kita akan bertarung selama ribuan tahun!"

__ADS_1


"Kahahaha! Terlalu banyak omong kosong, pangeran surga! Tapi setidaknya kau mempunyai kekuatan untuk menantangku! Sebelum itu, serangan mengejutkan tadi membuat instingku melemah, dan spam kemampuan yang kau gunakan membuat kerugian besar bagiku." Meski dia mengatakannya dengan nada ringan, dia tetap menyeringai memprovokasi Qin Chen.


Qin Chen mengertak kesal saat dia tengah menatapnya, Mo Wushuang secara mengejutkan muncul di hadapan Lan Loushui kembali membuat Qin Chen secara instan berpindah memberikan punggungnya untuk mendapatkan serangan fatal hingga membuatnya terhempas membawa Lan Loushui untuk melindunginya.


Saat napas terengah-engah, Mo Wushuang datang ke tempatnya membawa pedang besar di langit seperti wujud padat penuh energi yang bisa meremukkan tulang-tulangnya. "Kekuatan yang kau tampilkan sebelumnya sangat luar biasa, pangeran surga! Tapi sepertinya tubuhmu tidak mampu menampung banyak kekuatan itu cukup lama, karena itu sampai bertemu di neraka!"


Swoosh!


Ayunan pedangnya memotong apapun, Qin Chen mengumpulkan energi besar ke tangan kirinya menahan itu, Lan Loushui menyatukan telapak tangannya membacakan mantra kuno membuat tubuhnya bercahaya terang berwarna kebiruan, kemudian mengibaskan tangannya kesamping membuka robekan ruang untuk menghempaskan serangan Mo Wushuang.


Pedangnya berputar-putar hingga menyeret tanah, Mo Wushuang semakin marah karena keduanya adalah ancaman baginya di masa depan kalau tidak di bunuh secepat mungkin, meski kondisi Qin Chen sangat buruk, di sampingnya masih ada Lan Loushui sebagai pendukungnya.


Qin Chen kembali berdiri dengan merasakan tubuhnya secara bertahap membaik meskipun membakar PS berlebihan untuk menyembuhkan luka-lukanya. Sementara tangannya tidak dapat di sembuhkan seperti ada sebuah kutukan takdir yang membuatnya tidak dapat memulihkannya.


Merasakan energi Qin Chen kembali, Mo Wushuang berwaspada dan mundur kebelakang. "Energi yang terkuras habis kembali secara bertahap dengan siginifikan, kondisi tubuh yang hancur sebelumnya membaik, keabadian apa yang kau gunakan sampai membuatmu begitu sempurna! Tapi tangan itu tidak akan bisa kembali sebelum kau membunuhku, itu adalah takdir!"


"Keparat!"


Qin Chen dan Lan Loushui melesat bersama melakukan serangan-serangan kombo, Qin Chen mengayunkan pedangnya dengan tangan kirinya menyerang bagian depan membuat Mo Wushuang mengertak, sementara itu Lan Loushui dari belakangnya mengarahkan telapak tangan es besar menghantam punggungnya.


Kemudian mata Qin Chen bergerak memasang formasi besar sembari melempar batu roh yang tak terhitung jumlahnya ke mana-mana, kemudian dia menelan ramuan untuk mengembalikan kesengsaraan meminjam energi besar.


Mo Wushuang mengayunkan pedangnya membelah ruang di hadapan Qin Chen hingga membuat luka di dadanya, dia terhempas kebelakang menghantam tanah dengan luka bakar akan api surgawi. Lan Loushui turun kebawah menyerang dengan kekuatan fisik secara langsung membuat pertarungan panjang di berbagai tempat begitu intens.


Tanah di kakinya hancur, kemudian lubang hitam menelan tatanan alam merupakan daratan, Lan Loushui membekukan waktu untuk menciptakan kesempatan menyerangnya. Sayangnya, dia tidak tahu kalau kekuatan itu tidak berguna di hadapan Mo Wushuang!

__ADS_1


Dia terhempas kebelakang dengan satu pukulan, seteguk darah keluar. Lan Loushui tergeletak lemah di samping Qin Chen, dengan kecepatan tinggi menyerang Qin Chen tanpa memberikannya waktu untuk bernapas, Mo Wushuang menghenuskan pedangnya menembus jantungnya.


Slash! Matanya langsung menciut merasakan kesakitan, tubuhnya mengigil kesekian kalinya. Lan Loushui menatap Qin Chen dengan ketakutan, tubuhnya gemeteran tidak dapat merespon dengan baik melihat Qin Chen mati di hadapannya!


Secara mengejutkan sebuah rantai besar mengikatnya, sementara di langit dua sosok melayang membuat Mo Wushuang mengenal aura mereka, Puncak Transcend Ascension, Cai Li dan Lan Xiang Xue!


"Akhirnya kalian berdua datang ke tempat ini, aku tidak sabar bertarung dengan kalian berdua seperti ribuan tahun yang lalu." Mo Wushuang menyeringai menarik pedangnya dengan kejam memprovokasi keduanya.


Qin Chen runtuh kebawah dengan posisi terduduk, matanya sayu mulai menutup melihat Lan Loushui tengah ketakutan menatapnya, kemudian dia terjatuh kebawah belum sempat untuk memasang formasi menyegel Mo Wushuang.


Cai Li menarik rantainya kesamping hingga membuat Mo Wushuang terseret kesamping beberapa ribu meter, dan mereka berdua dengan cepat melesat turun kebawah untuk memastikan kondisi keduanya.


Sementara itu, Lan Loushui merangkak untuk mendekati Qin Chen. Beberapa langkah pelan dia berada di sampingnya, kemudian memeluk Qin Chen dengan hangat memberikan apa yang tidak bisa dia berikan sebelumnya, air matanya yang terbendung di sudut mata tidak dapat di bendung lagi hingga mengalir membasahi wajahnya. "Ha ... Haaaaaaaaa!" Dia berteriak keras membuat hujan turun membasahi daratan ini, Lan Loushui memeluknya dengan erat tidak memberikan waktu untuk menyentuhnya.


Lan Xiang Xue menutup mulutnya dengan gemetaran, matanya bergetar tidak beraturan melihat kondisi Qin Chen yang hancur. Kemudian dia dengan cepat memalingkan pandangannya ke arah Cai Li, karena di hadapannya adalah Qin Chen.


Tatapan kosong dengan tubuh gemeteran, pupil matanya menciut, dan bibirnya pucat dengan amarah yang meluap-luap di benaknya!


Amarah tak terbendung muncul hingga membuat seluruh surga gemeteran di paksa untuk menunduk! Puncak Transcend Ascension membuat seluruh Dewa merasakan kekuatan Cai Li tengah meluap-luap mencoba merusak tatanan alam semesta.


"Mo Wushuang!"


Teriakannya menggema hingga seluruh surga mendengar, sambaran petir-petir menghujani daratan kosong. Badai angin dan tsunami mengamuk merusak apapun, gunung-gunung menyemburkan hawa panas membuat kekacauan di berbagai tempat, dan magma hitam muncul ke permukaan membuat tanah hancur.


Sementara itu, banyak orang-orang semakin ketakutan merasakan dunia ini hampir hancur!

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2