
Istana surga bagian belakang— Lan Loushui tengah terduduk di bawah pohon apel dengan mata menatap langit cerah membentang luas di atas sana. Qin Chen yang berada di belakangnya melihat Kan Loushui hanya diam dengan sudut matanya terdapat genangan air mata, Qin Chen hendak mengucapkan sepatah kata tapi langsung di potong oleh Lan Loushui yang terlebih dahulu bicara.
"Jangan mendekat kalau kamu tidak menginginkan kehadiran kami berdua, aku ingin sendirian di tempat ini." Ucapnya dengan dingin membuat Qin Chen membeku tidak dapat bergerak dari tempatnya, dia yang mendengar itu kemudian mendekatinya dan duduk di samping Lan Loushui.
Lan Loushui sekilas meliriknya dan kemudian kembali menatap langit. Qin Chen menujuk ke atas lalu sebuah kilatan besar melesat keluar dari jarinya hingga menembus langit dan meledak mengeluarkan percikan warna-warni terpancar dimana-mana, itu adalah roket kembang api.
"Kenapa kamu marah? Apa karena tadi, aku tidak tahu kalau sudah enam bulan berlalu tanpa aku sadari. Saat aku bangun, aku merasa baru kemarin tertidur pulas karena kehabisan banyak energi, tapi aku tidak menduganya aku tertidur cukup lama." Qin Chen bersuara pelan, dia melihat Lan Loushui masih cuek kepadanya.
"Kalau sudah tahu kenapa tidak langsung mencariku istrimu, ini malahan mencari wanita lain. Apa kamu pikir aku tidak cemburu melihat suaminya di peluk wanita lain tepat di hadapannya?!" Lan Loushui marah lalu membalasnya dengan suara tinggi.
Qin Chen tertegun, dia mengingat kembali saudarinya memeluk Qin Chen dan buru-buru melepaskan sewaktu Lan Loushui memasuki ruangan. Sekarang tempramen Lan Loushui begitu sensitif, Qin Chen tersenyum tipis mau mengusap-usap kepalanya tapi dia sadar tangan kanannya tidak ada.
Lan Loushui melihat tatapan mata Qin Chen seperti kehilangan sesuatu, dia merasa bersalah walaupun tengah marah kepadanya. Qin Chen menggunakan tangan lainnya mengusap-usap kepala Lan Loushui. "Aku tidak tahu kalau ini sudah enam bulan, kalau aku tahu dari awal aku akan langsung mencarimu di manapun itu." Qin Chen memberikan jawabannya.
"Humph! Apa yang kamu katakan tadi hanyalah kalimat manis untuk menyenangkan ataupun menenangkan wanita, aku sudah tidak akan tertipu daya dengan kata-kata manismu." Jelasnya dengan tegas.
Mengangkat bahunya, dia lalu menurunkan kepalanya dan tertidur di pangkuan Lan Loushui. "Terakhir kali aku tertidur di pangkuanmu adalah enam bulan yang lalu, sekarang aku ingin di pangku kembali dekat dengan keturunan pangeran ini."
Lan Loushui hanya diam, dia tidak bergeming meskipun Qin Chen ada di pangkuannya. Qin Chen memalingkan wajahnya kesamping melihat daratan surga begitu luas dan tempat pertarungan sebelumnya kembali membaik secara bertahap meskipun tidak bisa sepenuhnya.
__ADS_1
"Aku mempunyai satu tujuan besar yang tidak pernah aku katakan pada siapapun, apa kamu ingin mendengarnya?" Tanya Qin Chen.
"Umm."
"Menjadi penguasa surga sejati, aku ingin mempunyai kekuatan melampaui ayahku yang seorang penguasa surga di masa lalu. Aku ingin mencapai ranah tertinggi di surga hingga di mana tidak ada yang berani membuat keluargaku menderita, adapun balas dendam yang ingin aku lakukan sekarang untuk membalaskan kematian ayahku. Tapi sebelum membahas urusanku pribadi, aku ingin mengurus surga barat sampai di mana kemakmuran surga sepanjang tahun—"
"Dengan kemampuanku sekarang, aku akan banyak membuat kesalahan. Aku bodoh ataupun pintar hanya setengah, aku membutuhkan seseorang yang bijak dalam segala hal dan tentunya mempunyai banyak informasi di benaknya, itu kamu Loushui. Aku ingin kamu tetap di sisiku dan menemaniku membangun surga yang luas ini menjadi negeri fantasi yang indah, penuh warna tanpa ada hitam di antaranya—"
"Mengandalkan diriku sendiri yang mempunyai batasannya, aku khawatir aku akan mengambil tindakan yang salah. Sebagai contohnya saat pertarungan itu, aku begitu angkuh mengatakan kalau aku dapat menang melawannya, buktinya aku mati karena kekuatan kami seperti langit dan bumi, berbeda sangat jauh—"
"Tapi kemudian aku bangkit karena kausal aneh, aku meningkatkan kekuatan dengan cara paksa lalu mengalahkannya. Meski begitu, aku hanya kuat dan tidak pintar sepertimu yang mempunyai pengalaman lebih dariku dan mempunyai informasi lebih dariku.Karena itu, Loushui— Tetaplah di sisiku dan menjadi istri ataupun penasehatku pangeran surga sampai maut yang memisahkan kita berdua."
Qin Chen membeku di saat ia melihat rambutnya terurai jatuh kebawah terbawa angin dengan ciuman di bibirnya begitu romantis membuat orang-orang yang berada di sudut istana tertawa tipis melihat kemesraan Qin Chen dan Lan Loushui membuat cemburu dimana-mana.
Mereka adalah Cai Li, Lan Xiang Xue, Cai Ling dan Cai Tian tengah mengintip Qin Chen dengan Lan Xiang Xue bermesraan karena penasaran.
Menyadari akan itu, Qin Chen mengangkat tangannya menutupi tempatnya sendiri formasi membuat ibunya marah-marah karena tidak bisa melihat adegan selanjutnya, Lan Xiang Xue menenangkannya dan membawa Cai Li masuk kedalam mengurus pekerjaan.
Sementara itu, Lan Loushui melihatnya dengan malu-malu karena menciumnya lebih dulu bukannya Qin Chen yang sering mengambil tindakan ini. Sesaat kemudian, dia menyetuh bibirnya masih terasa manis, dia lalu duduk di samping Lan Loushui menariknya kedalam bahunya untuk bersandar.
__ADS_1
"Apa sekarang kamu memaafkanku?"
"Hmmm ... "
"Terimakasih banyak."
Sepanjang waktu bersama hingga hari berubah pagi— Qin Chen tengah duduk di ruangan ibunya membaca dokumen perkembangan surga barat selama enam bulan terakhir. Didalamnya terdapat pergerakan orang-orang asing membuat keributan di desa-desa, ini merupakan tindakan kejahatan.
"Selama kamu tidur, ada banyak orang-orang asing menyusup dan menyerang secara bertahap di berbagai tempat. Kemudian ada bangkitnya fraksi hitam, dan bahkan Kaisar Naga mulai menunjukkan eksistensinya untuk meruntuhkan tahta surga." Jelas Lan Loushui berada di sampingnya tengah duduk tenang menikmati secangkir minuman hangat.
"Sebelum kamu mengurus masalah istana secara penuh, hari penobatanmu sebentar lagi untuk mengambil ahli warisan ini." Sahut Ibunya dengan lembut.
Qin Chen melihat ibunya. "Ibu apa tidak bisa ibu saja yang menjadi penguasa? Aku masih seorang bocah di mata orang-orang, bagaimana bisa mereka menerima seorang bocah sebagai penguasa surga barat? Ibu masih sangat muda, kenapa tidak ibu yang mengurusnya dan aku akan menjadi pangeran surga yang biasanya." Kata Qin Chen.
"Tetap tidak bisa, ini sudah di putuskan dalam aturan keluarga dan ayahmu sendiri yang meminta pada ibu untuk menobatkanmu sebagai penguasa surga ketiga di surga barat. Sekaligus menjadi pangeran surga pertama di tempatnya, kamu satu-satunya putra yang kami punya, menyerahkan tahta surga pada saudari-saudarimu akan mengundang banyak kontroversi dari masyarakat, kamulah yang pantas Chen'er."
Lan Loushui mengangguk. "Kamu mempunyai popularitas besar di surga barat, tidak hanya memenangkan pertarungan melawan Mo Wushuang Dewa Dunia Iblis, kamu seorang bakat raja yang menentang surga. Kamu sudah mendeklarasikan kepada seluruh orang kalau Yan Yulong naga muda yang dapat menelan langit, kamu adalah pangeran surga yang menginjak-injak langit. Jadi sayang, kamulah yang pantas mengambil tahta surga, aku akan membantumu seperti yang kamu inginkan sebelumnya."
...
__ADS_1
*Bersambung ...