I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 25


__ADS_3

Lautan kesadaran— Pria itu mengulurkan tangannya membantu Qin Chen untuk berdiri, dia masih tersenyum hangat kepadanya. Qin Chen bingung dengan diam, dan kemudian dia memegang tangan dan berdiri, lalu pria itu memintanya untuk duduk dengan menggunakan isyarat mengedipkan mata.


Qin Chen duduk di hadapannya, ini pertama kalinya dia bertemu dengan ayah Qin Chen di dunia ini. Meski mereka asing, tapi tubuhnya merespon dengan baik mengetahui kalau di hadapan Qin Chen sekarang adalah ayahnya.


"Ayah, apa yang sebenarnya terjadi sekarang? Dimana aku, dan kenapa ayah bisa ada di hadapanku?" Qin Chen bertanya dengan bingung penuh penasaran di matanya tersorot keluar membuat ayahnya mengangguk kecil dengan kedipan mata pelan.


"Sekarang kamu berada di lautan kesadaran, ayah meninggal sebagian jiwa kedalam lautan kesadaran yang kau punya untuk bertemu dengan putraku suatu saat nanti. Tapi siapa sangka pertemuan kita cukup mengejutkan dimana kamu—" Pria itu tidak melanjutkan kalimatnya, Qin Chen mengangguk paham karena dia sudah mati dan sekarang berada di tempat yang tidak dia ketahui.


Lautan kesadaran? Kalau dia sudah mati bagaimana mungkin dia masih berada di lautan kesadarannya?!


Qin Chen menatap matanya tidak bergeming melihatnya, tertegun dengan tatapan itu Qin Chen membalasnya. "Kesampingkan tentang kematianku, ini reuni keluarga antara putra dan ayahnya yang sudah aku nantikan sangat lama. Selama aku masih anak-anak, aku tidak melihatmu berada di samping ibu, apa yang sebenarnya terjadi padamu, ayah?" Qin Chen bertanya kepadanya.


Tertegun mendengar pertanyaan dari putranya, dia mencoba untuk tenang. "Sebelum membahas tentang kematian ayah, bagaimana keadaan ibumu?"


"Ibu sepertinya akan baik-baik saja, seharusnya." Qin Chen ikut bingung karena dia sekarang sudah mati kalau ibunya tahu Qin Chen meninggalkannya, mungkin situasinya sekarang tidak akan baik-baik saja seperti yang dia katakan sekarang.


Ditambah, dia meninggalkan Lan Loushui di sana, tidak tahu keadaannya. Mengingat kembali keadaan dia sekarang, Qin Chen menahan amarahnya yang meluap-luap tidak dapat di lepaskan.


Ayahnya melihat Qin Chen tengah menahan amarahnya, dia hanya diam tidak ikut campur dalam urusan ini. "Seharusnya, baiklah." Dia menghela napas kemudian menuangkan secangkir minuman hangat ke dalam gelas. "Mungkin cukup lama ayah akan bercerita, ayah harap kau mau mendengarkannya." Ucap ayahnya dengan lirih.


"Aku akan mendengarkannya, aku yakin ada sesuatu yang tidak aku ketahui." Balas Qin Chen dengan antusias.


"Ribuan tahun yang lalu, Dewa Iblis menyerang surga membuat kekacauan di mana-mana, selama kekacauan besar, para abadi mencoba menghentikannya dengan berbagai cara sampai di mana ibumu, Cai Li ikut dalam perang." Katanya membuat Qin Chen tertegun mendengar.

__ADS_1


"Selama seratus tahun perang melawan iblis membuat surga hancur, tidak ada kehidupan sepanjang mata dan hanya ada lautan darah dan daging seluas daratan surga. Selama periode itu, mereka tidak dapat menghentikan Dewa Iblis sampai di mana ayah turun tangan untuk menyelesaikan masalah, pertarungan kami berlangsung seminggu mengguncang surga hingga ayah berhasil menyegelnya di bawah gunung."


"Kenapa tidak ayah bunuh saja? Mungkin itu pertanyaan yang akan kamu tanyakan, tapi ayah sudah berusaha untuk membunuhnya dan hasilnya tetap sama, dia tidak mati karena abadi hingga sulit untuk menghentikannya tanpa melibatkan hukum kausal dunia. Tidak mempunyai pilihan lain, ayah menyegelnya dengan mengorbankan jantung ayah hingga mendapatkan kutukan." Jelasnya.


Qin Chen membeku sepanjang waktu mendengarkan penjelasan ayahnya, perang melawan iblis kalah dan menyegel hingga mendapatkan kutukan, semua itu sangat di rahasiakan ibunya sampai sekarang tidak menceritakan apapun pada Qin Chen.


Hingga dimana, ayahnya melanjutkan ceritanya. "Lima puluh tahun kemudian, surga kembali dan para penguasa yang jatuh dalam perang memutuskan untuk berdamai dengan memisahkan keempat surga dengan pilar besar untuk membatasi kekuasaan masing-masing. Siapa sangka seribu tahun kemudian, bertepatan dengan kelahiranmu di dunia, satu-satunya putra ayah mendapatkan bencana."


"Ketiga penguasa surga yang baik itu berubah dengan rencana busuk mereka. Seribu tahun sebelumnya mereka bersikap baik untuk menutupi wajah mereka malu karena tidak dapat mengalahkan Dewa Iblis. Saat kelahiranmu, ketiga penguasa surga menyerang surga barat tempat tanah makmur dengan sumberdaya besar, perang besar empat penguasa surga membuat banyak korban berjatuhan lagi, demi menyelamatkan semua orang dan keluarga ayah memaksakan diri untuk melawan mereka dan mati dalam perang." Jelasnya.


Selama ayahnya menceritakan tentang kematiannya, Qin Chen membeku tidak dapat bergerak, matanya gemeteran seperti mendapat sesuatu yang besar di luar kepalanya. Ayahnya yang mengorbankan nyawa untuk melindungi surga di khianati tiga penguasa surga untuk merebut posisi surga barat tempatnya berkuasa.


"Ja– Jadi ... "


Setelah mendengar penjelasan ayahnya, Qin Chen membeku tidak merespon dan dia menyadari kenapa ibunya begitu menyayanginya sampai sebegitunya, karena dia satu-satunya putranya dengan ayah sebelum dia meninggal dan lagi mereka berdua mempunyai penampilan sama bahkan sifatnya turun-temurun.


Qin Chen mengertak kesal mengepalkan tangannya dengan erat, ayahnya tertegun melihatnya tengah menahan amarahnya.


"Kita sudah bicara cukup banyak membuang waktu, ayah akan langsung pada intinya, Qin Chen. Ayah meninggalkan jiwa ayah kedalam lautan kesadaranmu untuk memberikanmu pencerahan, dengan pencerahan ini kamu dapat menembus batasan kekuatanmu sekarang." Pria itu menahan perasaannya ingin mengobrol cukup panjang dengan Qin Chen, tapi batas waktu yang dia dapatkan hanya sebentar.


Qin Chen mengangguk mengerti. "Seorang pria tidak akan menangis karena hal kecil, ayah dapat percayakan padaku. Aku akan melindungi ibu seumur hidupku, aku tidak akan membiarkan ibu atau ayah memendam perasaan itu sendirian, dendam masa lalu atau masa depan, aku akan menanggungnya sebagai putramu!"


Pria itu tersenyum bahagia, dia mengangkat tangannya ke langit meleburkan seluruh tempatnya. "Kamu Qin Chen puteraku, putra dari Qin Long Tian. Pencerahan surgawi akan membawamu kepuncak dunia, pada saat waktunya tiba tidak hanya kebencian dan iri hati, ada banyak orang akan berusaha membunuhmu ataupun membuat keluargamu dalam kesulitan, apa kamu siap."

__ADS_1


"Ya!"


"Bagus!" Dia menyentuh keningnya dengan lembut membuat cahaya keemasan memasuki kepalanya dengan deras.


[Ding!]


[Pencerahan Ilahi mencoba masuk.]


'Ya!'


Pada saat itu juga dia mendapatkan pencerahan dari kekuatan ilahi besar milik ayahnya. Qin Chen tidak dapat berkedip melihat ayahnya yang mulai memudar seperti akan menghilang dari dunia.


"Qin Chen, tetaplah hidup dan jaga ibumu dan saudari-saudarimu, ayah titipkan mereka padamu mulai sekarang, ayah sangat bangga padamu, Qin Chen." Ucapannya yang mulai menghilang di hadapan Qin Chen.


Mencoba meraihnya namun tidak bisa ia dapatkan, dengan tersenyum bahagia Qin Chen membalasnya agar ayahnya tidak mempunyai penyesalan setelah bertemu dengannya. "Ayah dapat mengandalkanku."


Dia tersenyum sambil menutup matanya lalu pergi menghilang seperti serpihan cahaya di tambur kunang-kunang, Qin Chen berdiri dengan tenang meskipun dia belum menceritakan semua yang ia lalui di dunia kepada ayahnya, waktu yang ia dapatkan untuk bicara sangat singkat sehingga hanya bicara sedikit tentang masalah utama surga.


"Sistem, bangkitan aku kembali dengan sisa Poin Sistem yang aku punya, dan lakukan penerobosan besar-besaran saat aku kembali hidup, apa bisa?"


[Bisa tuan.]


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2