
Lan Loushui mengatakan semua rencananya yang ada di benaknya kepada Qin Chen hingga tengah malam terlewatkan, selepas itu dia tidur di pangkuannya tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sesaat kemudian seseorang masuk kedalam memberi hormat tanpa mengatakan apapun karena melihat Permaisuri tengah tertidur di pangkuan pangeran.
"Pangeran, apa yang bisa saya lakukan?"
"Surga timur memberikan pegerakan besar untuk menyudutkan istana, sebelum fajar menyingsing persiapkan pasukan siap mati di medan perang." Ucapnya.
Pria itu mendongak menatap mata Qin Chen begitu tajam. "Seperti yang pangeran katakan, saya akan menyiapkan pasukan siap mati untuk istana."
"Bagus, pergilah sekarang, aku akan ke barak militer dalam waktu satu jam lagi, sampaikan pesanku kepada Jenderal lain untuk berkumpul membicarakan rencana."
"Baik."
Setelah dia pergi, Qin Chen mengangkat Lan Loushui lalu membawanya ke tempat tidur, kemudian menyelimutinya dengan kain karena cuaca malam ini begitu dingin. Selepas itu pandangan mata Qin Chen melihat keluar, "Sepertinya takdir berubah, sistem apa aku akan menang dengan rencananya?"
[Tidak buruk tuan.]
Qin Chen mengerutkan keningnya, dia lalu tersenyum keluar ruangan menuju kamp militer istana, di sana para prajurit langsung berbaris rapi menyambut kedatangan Qin Chen. Masuk kedalam tenda dimana 6 Jenderal surga tengah menunggu kedatangannya, para jenderal sudah menyiapkan masing-masing regu mereka untuk menyerang kembali.
"Pangeran!"
Berlutut di lantai melihat Qin Chen masuk untuk duduk di kursinya. "Berdirilah, sekarang situasi tidak memungkinkan istana untuk bertahan dari serangan musuh, masing-masing dari kalian memberikan saran padaku setelah mendengar rencana yang sudah di buat Permaisuri." Ungkapnya.
Qin Chen mendirikan benteng di masing-masing mata angin dan memberikan kuda di luar formasi besar untuk memancing empat naga, dan dua peluncur menyerang 2 naga lainnya di langit. Sementara Qin Chen dapat berhadapan dengan satu Phoenix yang tersisa menjaga artefak, selepas mendengar rencana tersebut para Jenderal mengangguk mengikuti.
"Pangeran, saya mempunyai usulan, untuk membiarkan pangeran sendirian menghadapi perangkap musuh sama seperti menyerahkan Penguasa secara cuma-cuma. Bagaimana untuk menggunakan beberapa prajurit untuk menjadi tameng anda, ini menyangkut masa depan surga barat dan keselamatan pangeran surga sendiri. Bagaimana kalau terjadi sesuatu kepada anda? Kami semua tidak dapat menerimanya, penyerangan ini tidak hanya bagian timur menyerang, kekuasaan lain akan ikut menyerang, para abadi di luar sana menunggu perintah anda untuk ikut dalam penyerangan."
__ADS_1
"Benar pangeran, tidak bijak membiarkan Anda keluar tanpa pengawalan ketat. Saya mempunyai usulan untuk memberikan penyamaran yang menyerupai anda, dengan begitu musuh tertipu lalu kita dapat menyergap Phoniex dari belakang."
"Apa yang di katakan Jenderal Pang Long ada benarnya, memberikan penyamaran membutakan musuh akan menambah kemenangan dalam rencana, dengan begitu kita dapat menyergap mereka dari belakang secara langsung."
Qin Chen menyentuh dagunya, "Baiklah, rencana penyamaran akan di masukkan, selanjutnya persiapkan pasukan untuk menyerang. Aku akan pergi ke tempat mereka untuk meminta bantuan penyerangan sebelum fajar menyingsing, selanjutnya aku percayakan kalian berenam!"
"Baik!"
Qin Chen keluar dari tempat tersebut setelah mengatakan rencana yang di buat Lan Loushui meskipun hanya 80% karena 20% adalah rahasia, dia pergi ke aula utama dimana para abadi sudah berkumpul di tengah malam seperti ini, mereka menunggu kedatangan Qin Chen yang tengah mengurus tugas di barak militer istana.
Prajurit membuka pintunya dan Qin Chen masuk kedalam dengan tenang, matanya tajam melihat para abadi berkumpul, dia duduk di tahta dengan anggun sembari mengeluarkan helaan napas pendek.
"Memberi hormat kepada pangeran!"
Semua orang membungkuk memberi hormat kepadanya, Qin Chen mengibaskan tangannya membiarkan mereka untuk berdiri. "Para abadi bagian timur sudah bergerak menujukkan taring mereka untuk menghancurkan Tahta Barat. Kalian semua berkumpul di sini untuk satu tujuan yang sama, mempertahankan Tahta Barat dari musuh, sebelum fajar menyingsing penyerangan balik akan di lakukan, aku harap kalian mengerahkan kekuatan kalian untuk menghadapi musuh."
"Baik pangeran!"
Setelah membicarakan banyak hal, Qin Chen berada di depan perpustakaan tempat ibunya berada, dia membungkuk ke arahnya dan lalu meninggalkan tempat tersebut dengan tekad keras seperti baja.
Sebelum fajar tiba, Qin Chen Membeli banyak item pendukung untuk dirinya seperti armor dan senjata lain.
Melihat ke depan Istana terdapat pasukan sudah siap tempur, mereka di bagi menjadi empat regu di pimpin satu jenderal di
masing-masing regu. Sementara dua Jenderal lainnya akan bersama Qin Chen palsu untuk keluar memancing mereka, karena mereka tidak akan mengetahui apa yang di lakukan orang-orang di dalam formasi besar surga yang Qin Chen buat.
__ADS_1
Beberapa jam berlalu, fajar menyingsing dengan Qin Chen menggunakan kuda perang di bagian belakang, saat matahari menyorot seluruh langkah kaki kuda membuat orang-orang terbangun melihat pasukan Istana tengah menuju medan perang di luar istana.
Di langit-langit mereka melesat seperti bintang jatuh, empat naga menemukan penyerangan balik dari pihak musuh membuat bingung sembari menunggu informasi dari 2 naga lain mencari keberadaan Qin Chen.
"Disana!" Ucap salah satu dari dua orang di langit melihat 2 Jenderal mengawal satu orang yang menggunakan jubah hitam menuju barat bukannya ke timur.
Satu orang memberikan informasi tersebut membuat 4 lainnya mengaktifkan formasi besar menutupi istana, dengan membakar banyak energi untuk menutupi formasi besar yang Qin Chen ciptakan.
Sementara itu, Qin Chen tengah melesat dengan langkah awan secepat cahaya memasuki hutan tanpa sepengetahuan siapapun.
"Melewati mata surga benar-benar mengerikan, aku hampir ketahuan olehnya, untungnya langkah awan secepat cahaya dapat mengelabuhi mata mereka." Qin Chen bergumam sembari melangkah mendekati Phoniex.
Beberapa prajurit bayangan muncul di belakang Qin Chen menyusulnya untuk menjadi tameng sewaktu terjadi sesuatu kepadanya, dengan armor emas yang tidak terlihat membuat siapapun akan berpikir Qin Chen benar-benar bodoh keluar tanpa persiapan.
"Empat dari kalian berpencar pantau bagian depan, dua lainnya lindungi aku dari depan dan belakang. Mata surga di langit tidak dapat mempertahankan kebutaan selama kita bergerak, kalian paham maksudku?"
"Baik pangeran!"
Wushh!
Empat lainnya bergerak kedepan mengamankan tempat, Qin Chen dan dua prajurit bayangan bergerak melambat untuk tidak memancing mata surga karena artefak yang surga timur tanamkan sangat merepotkan, untungnya Lan Loushui memberitahukan Qin Chen malam itu, jika tidak dia akan benar-benar di ketahui posisinya.
Matanya mengamati langit yang bergerak di luar waktu, Qin Chen menyeringai puas karena pengecoh di sana berhasil mengalihkan pandangannya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...