I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 43


__ADS_3

"Apa tidak ada cara lain?"


Suara wanita begitu lembut terdengar di dalam ruangan seakan pasrah di hadapan takdir, Lan Loushui menunduk, dan sudut matanya tergenang air mata.


Cai Li menggelengkan kepala, dan menepuk pundak dengan lembut. "Didalam perpustakaan ada ribuan catatan kuno, ibu sudah membacanya sepanjang waktu tapi tetap saja tidak menemukan apapun mengenai tubuh dingin sembilan reinkarnasi tidak ada. Jika tubuh itu adalah turun menurun, maka yang mengetahuinya hanya ayahmu."


Lan Loushui membeku, karena dia tahu ayahnya yang keras kepala tidak akan membantunya. "Jadi hanya ayah yang mengetahuinya? Sekalipun dia tahu, dia tidak akan memberitahukannya padaku cara menghentikan kematian, dengan sikapnya yang keras kepala dan di tambah sekarang tidak tahu dimana dia sekarang, dia tidak akan peduli dengan putrinya." Ujarnya.


Cai Li merasakan apa yang di rasakan Lan Loushui, dengan pelan menariknya dan membiarkan menantu perempuannya bersandar di bahunya. "Jangan patah semangat, ibu akan mencari cara untuk menghentikan semua ini, dan begitu kamu bisa bersama dengan Qin Chen selamanya." Ucapnya.


Lan Loushui tersenyum menghapus air matanya, "Terimakasih Bu, aku hanya tidak ingin meninggalkan Qin Chen sendirian dengan keadaannya sekarang. Dengan sikapnya, aku khawatir dia akan kacau mendengar kalau aku akan mati dalam satu bulan lagi." Ungkapnya.


Meski saat bicara nadanya gemeteran, dia tampak tenang menerimanya.


"Jangan khawatirkan apapun, ibu akan mengatasinya sebisa mungkin untuk menyelamatkanmu. Dan lagi ibumu tengah mencari informasi di istana es tentang leluhur terdahulu, kamu sekarang cukup bersenang-senang dengan Qin Chen. Masalah yang lain biarkan kami berdua yang mengurusnya, mengerti."


Mengangguk!


Qin Chen di dalam ruangan keluar, dia pergi mencari sesuatu di luar. Sesampainya di samping gunung, di sana terdapat danau besar seperti kaca memantulkan proyeksi yang sama dengan dunia nyata, dan lagi ada satu angsa emas berenang di atasnya.


"Sepertinya dia tidak bohong, ada angsa emas di permukaan danau kaca. Dagingnya bisa meningkatkan imunitas tubuh dan kesehatan, Loushui sudah delapan bulan, seharusnya bagus makan daging angsa emas"


Sebelum ke sini, Qin Chen sudah di beritahukan salah satu jenderal istana tentang angsa emas yang berada di danau kaca. "Ayo ambil." Ucapnya.


Qin Chen mengangkat tangannya, dan tangan hantu tidak dapat di prediksi membuat angsa kewalahan untuk memberontak. Sesaat kemudian, dia mendapatkan angsa tersebut dan membawanya kembali ke istana karena angsa muncul lebih awal dibandingkan jam yang di tentukan.

__ADS_1


Malamnya— keluarga besar berkumpul di dalam ruangan dimana di tengah-tengah meja terdapat angsa emas yang sudah di masak dengan kematangan baik. Qin Chen sudah duduk menunggu mereka berdua karena dia tidak mengatakan akan memasak angsa emas.


Saat mereka masuk kedalam dan melihat, Lan Loushui dan Cai Li tertegun.


Qin Chen meminta keduanya duduk, ibunya mengetahui bahwa daging di atas meja adalah angsa emas dari danau kaca. Dan lagi, ini sudah setahun dimana angsa emas akan muncul sebagai obat dan lain sebagainya.


"Apa yang kalian bicarakan sampai malam seperti ini? Aku sudah menyiapkan makanan dari angsa emas, ini bagus untuk kesehatan, cobalah dan beritahu aku rasanya." Ucap Qin Chen.


"Biasa, masalah wanita kenapa kamu sangat ingin tahu urusan wanita." Balas Lan Loushui.


"Siapa tahu aku bisa bantu? Kan aku suamimu sekarang, masalah yang kamu hadapi atau apalah itu bisa katakan padaku."


Lan Loushui mengamati matanya, dia menemukan tatapan penasaran. "Aku tidak apa-apa, hanya masalah wanita kapan mau belanja bersama dengan ibu mertua. Karena sekarang aku mempunyai seluruh sumber daya yang tidak ada habisnya."


Qin Chen menyipitkan matanya, karena itu adalah uangnya. "Sigh! Jadi membahas belanja, kamu dapat habiskan uang yang aku punya sekarang karena aku tidak membutuhkannya."


Selama beberapa menit makan bersama, Qin Chen kembali ke ruangan dan duduk memainkan seruling. "Apa sudah selesai dengan ibu mertua?"


"Ya, aku sudah bicara dengan ibu mertua dan besoknya akan belanja."


"Baguslah, kenapa tidak tidur karena besok akan belanja? Aku masih ada beberapa urusan di tempat ini." Ujarnya.


Lan Loushui mengangguk dan kembali ke ruangannya, Qin Chen tersenyum tipis dan melanjutkan tugasnya hingga tengah malam. Dia kembali ke ruangannya, melihat Lan Loushui tertidur pulas meskipun dia abadi yang tidak membutuhkan tidur.


Paginya— Lan Loushui dan Cai Li pergi tidak tahu kemana, Qin Chen sudah mencarinya menggunakan kesadaran ilahi tidak menemukannya. Awalnya khawatir, secara bertahap dia kembali tenang karena mendapatkan surat ibunya kalau mereka tengah bermain di suatu tempat dan akan kembali sebelum tengah hari.

__ADS_1


"Pangeran, penyerangan selanjutnya kita akan mengambil kekuasaan atas timur. Pasukan sudah bersiaga di masing-masing tempat menunggu perintah anda untuk menyerang, selama beberapa hari ini kami mengamati pergerakan penguasa timur begitu mencurigakan." Jelasnya, seorang jenderal bicara dengan tegas di hadapan Qin Chen.


"Mereka akan menggunakan senjata pamungkas, kita akan melawan mereka. Dan lagi, katakan pada seluruh prajurit untuk mengambil alih kekuasaan timur. Penguasa dan para petinggi akan aku urus dengan para petinggi istana." Qin Chen membalasnya.


"Baik pangeran, dan ada informasi yang harus saya sampaikan. Pihak lain akan memberikan bantuan besar kepada timur, setidaknya mereka akan memberikan bantuan 5 Juta prajurit tangguh, dan 100 ribu prajurit elit." Ujarnya.


Qin Chen menyipitkan matanya, dia melihat toko sistem dan membeli artefak kelas surga yang dapat di gunakan untuk menghancurkan area luas. Setelah beberapa menit tidak membalasnya, Qin Chen mengeluarkan seratus artefak surga di samping jenderal.


"Meskipun mereka menggunakan banyak pasukan, aku memberikan 100 Artefak surga di sampingmu. Gunakan artefak ini untuk menghancurkan mereka, seharusnya dengan artefak ini sudah cukup mengalahkan mereka semua."


Jenderal menelan ludahnya, dia tidak mengatakan apapun melihat banyak artefak seperti bahan mentah di buang begitu saja. Mendongak ke atas, dia melihat matanya begitu serius. "Pangeran, seratus harta surga sangat berarti." Ucapnya.


"Artefak ini tidak ada gunanya bagiku, untuk kalian yang berjuang melawan surga, aku memberikannya untuk melindungi kalian dari musuh kejam di luar sana. Jenderal, aku mempercayaimu untuk memandu mereka memenangkan perang, dan kembali ke tanah ini dengan selamat."


"Ba— Baik."


Qin Chen tersenyum tipis, "Aku dapat mengandalkanmu untuk perang ini, masalah petinggi timur dapat serahkan padaku. Pergilah dan menangkan perang ini."


"Baik!"


Jenderal membungkuk dan meninggalkan ruangan tersebut, dia membawa seratus harta surga yang di berikan Qin Chen. Di tangannya ada banyak harapan besar untuk memenangkan perang, menggunakan mantra teleportasi untuk pergi ke medan perang.


Qin Chen menghela napas, dia menghabiskan setengah PS yang dia dapatkan dari berburu monster di dimensi lain. "Ha! Aku kehabisan banyak harta, kapan-kapan berburu lagi untuk mengisi PS yang kering."


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2