I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 47


__ADS_3

Qin Chen menunggu waktu berputar, dan merasakan keberadaan mereka seperti berpencar mencari tetesan bintang. Yue Ling tidak merasakan apapun, dia mencoba mengeceknya dan tidak menemukan siapapun di sekitar tempat mereka berada.


"Pangeran, seharusnya sudah aman—" Belum sempat dia menyelesaikan perkataannya, seseorang berada di belakang Yue Ling hendak membunuhnya.


Menemukan orang di belakangnya, Qin Chen berpindah tempat di hadapannya dan memberikan pukulan tepat di samping Yue Ling hingga membuat musuh terhempas kebelakang.


Yue Ling menoleh ke belakang, dia menemukan musuh mencoba untuk membunuhnya. Jika tidak ada Qin Chen, dia sudah mati. "Pangeran."


"Bukan masalah, ayo bergerak sekarang. Jika tidak rombongan mereka akan segera datang, dengan kondisiku sekarang akan kesulitan untuk menanganinya." Ujar Qin Chen.


"Baik, ikuti saya pangeran. Saya menemukan gerbang untuk kembali." Yue Ling membawa Qin Chen, sekarang dia menggenggam tangannya.


Mereka berdua pergi melesat melintasi langit, tepat di ujung matanya terdapat gerbang untuk membawa mereka kembali. Di belakangnya terdapat orang-orang yang mengejar Qin Chen dan Yue Ling karena mengambil tetesan bintang yang langka.


"Formasi surga, kesengsaraan surga!"


Qin Chen mengurangi banyak energi kembali memberikan serangan untuk menghambat kecepatan musuh, dia dan Yue Ling melesat masuk kedalam gerbang dan keluar di atas hutan besar, dengan kecepatan tinggi melintasi hutan dan gunung.


Sampai mereka tiba di tempat mereka bertemu sebelumnya, di sana Yue Ling baru sadar memegang tangan Qin Chen, dia buru-buru melepaskannya.


"Dewi Yue, terimakasih atas bantuannya." Ucap Qin Chen.


"Tidak masalah, aku sudah mendapatkan apa yang aku butuhkan. Pangeran dapat kembali, karena sebentar lagi tengah malam." Yue Ling membalasnya.


Qin Chen mengangguk, lalu dia pergi dari tempat tersebut menuju ke istana.


Setelah beberapa menit berlalu, ia sampai di istana tidak menemukan Lan Loushui istri dinginnya berada. Sedangkan ibunya berada di ruangannya tengah membaca buku, Qin Chen melesat ke kediamannya disana Qin Chen menemukan Lan Loushui.


Lan Loushui tengah duduk membaca buku, dia begitu dingin tidak menyambut kedatangan Qin Chen. Sepertinya dia tengah marah dan merajuk karena Qin Chen tidak mengetahui hari spesial baginya.


Qin Chen mendekati istri dinginnya, dia duduk di sampingnya lalu Lan Loushui geser kesamping menghindari Qin Chen.


"Apa kamu sedang marah?"


"Tidak."

__ADS_1


"Jika tidak, kenapa menghindariku?"


"Tidak ada, hanya ingin saja!"


"Begitu, apa aku berbuat salah?"


"Tidak!"


Dia tersenyum tipis, lalu mengeluarkan sebuah kain merah. "Tutup matamu, aku akan mengikatnya dengan kain ini ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu." Ucap Qin Chen.


Lan Loushui meliriknya, "Tidak mau," dengan gagasan menolak, Qin Chen tidak menanggapinya, dia menutup matanya dengan kain merah.


"Pegang tanganku, aku akan membawamu ke tempat yang spesial malam ini." Balas Qin Chen.


Lan Loushui mengikuti Qin Chen, mereka berdua pergi ke sebuah ruangan yang sudah di siapkan para pelayan atas permintaan Qin Chen. Penataan tempat begitu bagus layak sebagai pelayan surga, Qin Chen membawanya untuk duduk di sopa berwarna merah di mana ada sebuah kue manis dengan angka 39 tahun.


"Aku akan membuka kainnya."


Dengan hati-hati membuka kain merah, Lan Loushui melihat tempat tersebut saat kain terlepas dengan secara hati-hati. Sesaat kemudian, dia menemukan dirinya berada di sebuah ruangan yang sudah di hiasi dengan baik dan di hadapannya ada sebuah kue bertuliskan 39 tahun.


Jantungnya berdetak, sudut matanya tergenang air mata yang menetes sembari tersenyum membalas Qin Chen. "Te– Terimakasih." Ucapnya.


Qin Chen menggunakan tangannya menghapus air mata di wajah Lan Loushui. "Sama-sama, apa sekarang sudah baikan?"


"Hmmmm."


"Baguslah, aku mempunyai hadiah untukmu." Meskipun terlambat, Qin Chen mengeluarkan sebuah Permata Bulan Gavesha yang di mana sudah dia poles sepanjang perjalanan kembali ke istaan sehingga mempunyai bentuk sebuah kristal bisa di gunakan sebagai kalung ataupun anting-anting.


Lan Loushui gugup menerimanya, dia sudah salah sangka seharian ini mengira Qin Chen tidak mengetahui ulang tahunnya dan pergi keluar untuk bermain.


Tapi ternyata, dia tengah menyiapkan semua acara ini untuknya, dan bahkan memberikan hadiah spesial Permata Bulan Gavesha yang langka sulit untuk mendapatkannya.


"Maaf tentang sebelumnya, aku tidak bermaksud melakukan ini. Tapi kalau tidak seperti ini, aku tidak bisa memberikan kejutan padamu." Ucap Qin Chen.


"Hmmm."

__ADS_1


"Sekarang, apa kamu tidak marah lagi padaku?" Tanya Qin Chen.


"Hmmm ... Terimakasih banyak atas hadiahnya." Balas Lan Loushui.


Seperti ada kesejukan di antara keduanya, Qin Chen merasakan sesuatu yang aneh di antaranya. Lan Loushui seperti menyembunyikan sesuatu, tapi Qin Chen tidak ingin mengetahuinya karena ini urusan Lan Loushui itu sendiri. Jika dia ingin membicarakannya, maka Qin Chen dengan senang hati mendengarnya.


Qin Chen menyalakan api di atas lilin, lalu memberikan Lan Loushui sebuah pisau pemotong kue.


Lan Loushui tidak tahu, tapi dia mengikuti Qin Chen di mana dia berada di belakangnya membantu Lan Loushui memotong sebuah kue manis di depannya.


"Setelah kue di potong, kamu sebagai orang yang berulang tahun boleh memberikan kue pertama pada orang yang khusus. Dalam arti lain, orang yang penting bagimu mau itu keluargamu atau temanmu." Jelas Qin Chen.


"Apa artinya aku bisa memberikannya kue pertama padamu?" Tanya Lan Loushui.


"Tentu, terpenting kue pertama di berikan kepada orang yang benar-benar spesial bagimu."


Lan Loushui mengambil sebuah sendok makan, dia menyuapi Qin Chen. "Kamu spesial bagiku. Jadi aku berikan kue pertama ini padamu."


Qin Chen bingung, tapi dia kembali tersenyum membuka mulutnya dan memakan kue tersebut. Lan Loushui tersenyum bahagia, dia mencium pipinya Qin Chen, ini mengejutkan dan membuat jantung Qin Chen berdebar tidak karuan, dan sistem di benaknya memohon untuk tidak kehilangan kesadarannya.


Aku kalah, sistem!


[...]


Dia membeku tidak bergerak, bibirnya gemetaran merasakan kecupan di pipinya begitu spesial dari pada sebelumnya. Lan Loushui menikmati kue pemberian Qin Chen, dia masih memegang erat Permata Bulan Gavesha.


Qin Chen menyentuh permata tersebut, lalu bergerak kebelakang membuatnya sebagai kalung yang berharga baginya.


"Bagaimana?"


"Sangat cocok, terimakasih banyak karena sudah memasangkannya." Balas Lan Loushui.


Jauh dari tempatnya, ibunya Qin Chen tersenyum tipis melihat putranya tengah bermesraan dengan menantu perempuannya, Lan Loushui di belakang.


...

__ADS_1


*Bersambung...


__ADS_2