
Gunung musim yang indah, berakhir. Tidak ada kehidupan lagi di sana, hanya ada langit yang hancur berantakan dengan sobekan ruang dan gemuruh dimana-mana terus mengeluarkan suara menyeramkan, orang-orang yang berada di luar radius kekacauan berlarian dengan ketakutan menghindari kematian.
Di atas gunung musim, langit tampak mengerikan di penuhi awan hitam seperti tornado raksasa di sertain guntur-guntur memekakkan telinga. Hembusan angin dingin menyapu kekosongan lalu tertiup keluar zona kekacauan memberikan hawa kesejukan menusuk jantung.
Raungan misterius bergemma di antara gurun gersang, monster-monster menyambung raungan itu membuat suasana semakin mencekam. Suara hembusan angin dari tempatnya mengeluarkan suara roh jahat yang mencoba membawanya kedalam keputusasaan.
Sepanjang mata memandang, tidak ada lagi kehidupan yang bertahan, semuanya hancur ataupun luntur. Untungnya pertarungan ini sangat jauh dari tempat penduduk sehingga tidak ada membahayakan banyak orang, meskipun begitu masih harus berwaspada terhadap serangan yang bisa melampaui batasan sekarang.
Sementara itu, di luar zona yang kacau para prajurit istana surga barat berdatangan dengan cepat berpencar membantu para penduduk untuk berlindung di ibukota. Meskipun berada di luar zona, mereka tetap mewaspadai kemungkinan terburuknya karena pertarungan ataupun bencana ini tidak di ketahui siapapun, termasuk ratu surga itu sendiri.
Ratu surga yang datang dengan Lan Xiang Xue berada di luar zona kekacauan yang begitu padat dengan energi panas membuat siapapun yang berada di dalamnya akan terbakar!
"Jangan masuk kedalam sana, hawa panas ekstrem ini dapat melelehkan apapun. Sempat kau masuk kedalam, kau bisa saja mendapatkan masalah besar, dan lagi surga barat masih membutuhkanmu sebagai ratu surga." Lan Xiang Xue mencoba menghentikan Cai Li yang hendak masuk menyusul Qin Chen.
"Tapi Chen'er ada di dalam sana, bagaimana bisa aku membiarkan dia dalam bahaya!" Ujarnya dengan keras kepala.
Untungnya Lan Xiang Xue berada di sampingnya menahan Cai Li. "Tidak hanya Qin Chen yang berada dalam sana, putriku juga ada di sana! Aku masih berpegang teguh kalau mereka berdua baik-baik saja, dan aku mempercayai Qin Chen untuk menjaganya. Jadi jangan membuat suasana semakin rumit, Cai Li!" Dengan suara keras, Lan Xiang Xue menatap matanya dengan tajam memberikan tatapan intens begitu serius.
Cai Li membeku dan terduduk lemas karena Qin Chen satu-satunya putranya, dia mengepalkan tangan dengan erat. "Lan Xiang Xue, bantu aku membangun formasi besar dan kemudian aku akan memberikan energiku untukmu membangun bendungan besar memutari tempat ini dengan domain es!"
Lan Xiang Xue mengangguk. "Akan aku lakukan, dengan hawa dingin membendung hawa panas itu sudah cukup untuk menghentikan penyebaran. Jika tidak, hawa panas ini akan tersapu angin hingga ke istana membahayakan banyak orang."
__ADS_1
Melangkah ke depan meninggalkan Cai Li di belakang, mereka berdua menyatukan kekuatan untuk menghentikan penyebaran hawa panas. Cai Li menyatukan kedua tangannya melepaskan energi besar dan padat ke langit seperti pedang kemudian enegi tersebut mengalir seperti sungai masuk kedalam tubuh Lan Xiang Xue.
Dengan bantuan energi yang cukup, Lan Xiang Xue mengeluarkan tongkat yang ia gunakan dalam perang. Tongkat es dengan bentuk bunga teratai mekar membuatnya tampak sempurna meksipun setengah aslinya, secara mengejutkan cahaya kebiruan begitu terang muncul dengan cepat menyebar.
Lan Xiang Xue menghentakkan tongkatnya ke bawah membuat dentuman besar memunculkan sirkuit besar di langit menutupi seluruh daerah gersang.
Pada saat yang bersamaan, ketiganya menyadari kalau tempat ini tengah di pasangkan formasi besar. Tapi mereka berdua tidak ada yang tahu formasi apa yang di pasangkan di atas mereka.
Lan Loushui menyadari kalau ini kekuatan ibunya tengah menggunakan kemampuan besar formasi, Domain Es.
Qin Chen turun kebawah dengan napas terengah-engah, bibinya pucat dengan tangan menahan dada bagian kanannya. Jantungnya berdetak cukup cepat seperti akan meledak, dia tidak dapat menahan ledakan energi begitu besar secara terus-menerus sepanjang waktu, tubuhnya tidak sekuat apa yang di pikirkan dan sekarang secara bertahap dia melemah meski begitu Qin Chen masih meningkatkan kewaspadaannya terhadap Mo Wushuang.
Meskipun tubuhnya di koyak dengan darah menyembur keluar, dan bahkan matanya mengeluarkan darah karena menggunakan banyak kekuatan. Saat matanya meredup, dia mendapatkan serangan fatal dari depan menginjak dada Qin Chen hingga membuatnya tersungkur ke dalam tanah menciptakan lubang besar, Qin Chen memuntahkan banyak darah keluar dari mulutnya.
Napasnya terengah-engah dengan tatapan mata redup melihat Mo Wushuang mendominasi dalam pertarungan.
Mengangkatnya ke atas, Mo Wushuang tertawa terbahak-bahak. "Hahahaha! Kau memang lawan yang sepadan sampai-sampai dapat mengungkapkan keberadaanku, dan menghilangkan kabut yang aku pasang sebagai pengalihan. Tapi tidak menutup kemungkinan kau bisa mengalahkanku dengan mudah, aku Mo Wushuang! Dewa di antara Dewa Iblis Dunia!"
Saat suaranya terdengar keras dengan aura besar mengungkapkan kebebasannya sebagai Transcend Ascension (Puncak) terasa sangat kuat hingga surga barat dapat merasakan kekuatan itu, kekuatan yang sudah lama menghilang ribuan tahun yang lalu hampir meruntuhkan seluruh surga dengan kekuatannya.
Qin Chen menciut ketakutan, sistem di benaknya memulihkan luka-lukanya dengan membantunya terus-menerus memotong banyak PS. Walau begitu, Qin Chen masih terengah-engah di hadapannya, matanya sudah tidak kuat untuk menatap.
__ADS_1
Kondisinya sangat buruk, bahkan lebih buruk dibandingkan kalah di atas ranjang melawan istrinya. Kemudian, tanpa mengatakan apapun padanya, Mo Wushuang mengambil tindakan kejam di luar perkiraan, dia menarik tangannya hingga terputus!
Seketika pupil mata Qin Chen menciut dengan gemeteran, bibirnya pucat tanpa bentuk dan hampa merasakan hawa panas bagian tangan kanannya mengeluarkan darah segar, rasa sakit yang tak terbantahkan membuatnya mengigit bibir dengan tubuh mengigil.
"Qin Chen!" Lan Loushui berteriak keras dengan gemeteran melihat langsung tindakan kejam Mo Wushuang membuat tangan Qin Chen terputus.
Sesuatu yang mengejutkan dalam diri Lan Loushui bangkit dan mengamuk mendapatkan rangsangan otak berlebihan. Hawa dingin membendung tubuhnya terlepas memenuhi tempat ini dengan hawa kesejukan yang mempunyai kesenjangan antara ruang hampa dan ruang tanpa waktu begitu dingin sampai-sampai tidak dapat di katakan.
Mo Wushuang langsung menoleh kesamping saat itu juga!
Tepat di sampingnya, Lan Loushui terbangun dengan berlinang air mata menetes menjadi Permata Abadi yang indah, napas panjang mengeluarkan hawa dingin ekstrem yang senjang begitu meyeka udara sebuah ledakan besar membekukan ruang dan waktu!
Mencoba memastikan di sekitarnya, tidak ada satupun debu ataupun benda yang bergerak. Mo Wushuang langsung menyadari kekuatan wanita itu sangat berbahaya sama halnya dengan Qin Chen.
Qin Chen mengigit bibirnya dengan keras memberikan luka dalam untuk menyadarkannya sendiri agar tidak terpuruk seperti orang bodoh. Meksipun itu sangat menyakitkan baginya, dia tidak bisa membiarkan Lan Loushui terluka!
"Ke– Keparat." Mengenggam erat tanga Mo Wushuang hingga membuatnya tidak dapat bergerak, Qin Chen menatapnya dengan mata sayu. "Jangan coba-coba menyentuhnya!" Lanjutnya.
Mo Wushuang mengertak kesal. "Kalian berdua sepasang burung yang dapat membahayakan masa depan, aku akan membunuhmu terlebih dahulu lalu wanita di sana!"
Pada saat itu, Lan Loushui berada di sampingnya memberikan pukulan besar di wajah menghempaskannya kesamping menyeret daratan beberapa kilometer dari tempatnya sekarang.
__ADS_1
...
*Bersambung ...