
Disuatu tempat, tepatnya di dalam sebuah gua besar ada seorang wanita tengah duduk di atas bebatuan besar hendak melakukan meditasi tertutup selama ratusan tahun, saat dia hendak meditasi tiba-tiba mendengar suara familiar menggema di langit membuatnya menggagalkan rencana meditasi dan buru-buru keluar untuk memastikan sesuatu apa yang sebenarnya terjadi.
Saat berada di luar gua, dia melihat gunung-gunung sudah menyemburkan hawa panas dan jutaan hektar tanah mengeluarkan magma panas mencoba membuat lautan magma. Sementara itu, di langit ada banyak abadi abadi melesat menuju barat tepatnya sumber suara sebelumnya.
Wanita itu dengan khawatir melesat mengikuti mereka semua menuju bagian barat surga karena suaranya itu sangat familiar. Sama halnya dengan wanita yang berada di restoran tengah bersantai, dia mendengar suara yang sama membuatnya langsung melesat kembali ke surga barat.
Kedua wanita itu khawatir dengan ibunya yang membuat kekacauan di surga!
Ke khawatirannya membuat mereka yakin kalau ibunya dalam masalah besar, dan masalah itu membuatnya mengungkapkan kekuatan sejatinya, dengan tergesa-gesa melesat melintasi miliaran kilometer dengan kecepatan tinggi menuju barat.
Sementara itu, di tempat itu Lan Loushui berada tempat yang kacau tengah memangku Qin Chen dengan meringkuk memeluknya begitu hangat. Hujan deras mengguyur daratan membasahi tubuhnya, itu tidak menghentikannya untuk berhenti memohon untuk kembali.
Wajahnya yang cantik ternoda oleh darah dan tangisan, air matanya begitu murni tampak seperti mutiara surga saat menetes di permukaan wajah Qin Chen.
Berulang-ulang meminta maaf kepadanya dan memintanya untuk kembali, namun tidak ada tanggapan yang dia dapatkan.
Lan Xiang Xue memalingkan pandangannya ketempat lain, dia tidak kuat melihat putri satu-satunya terpuruk tak berdaya seperti sekarang. Dan lagi dia mengkhawatirkan Cai Li, karena melihat putra satu-satunya mati tepat di depan matanya.
Tanah yang menyanggah dia sekarang hancur berantakan, satu hempasan melesat ke langit mengarahkan pukulannya membuat Mo Wushuang terlempar ratusan ribu kilometer kebelakang, mereka berdua saling beradu kekuatan satu sama lainnya di langit membuat badai panas dan gemuruh dimana-mana.
Kilatan cahaya melintasi kota-kota dan gunung dapat di saksikan langsung oleh banyak orang-orang dengan ledakan-ledakan di berbagai tempat setiap detiknya berpindah-pindah mengguncang surga sepanjang waktu.
Semburan api panas membakar langit lalu sebuah kilatan besar seperti laser membelahnya membuat gunung tinggi menembus langit berubah datar.
Mo Wushuang mengertak kesal menghadapai Cai Li sekarang dengan kekuatannya yang sudah terkuras menghadapi Qin Chen. Memikirkan sebuah rencana, dia hendak melakukan pertukaran dengan tubuh Qin Chen yang mempunyai kekuatan tak tertandingi di usianya akan membantunya kuat.
Menyadari tatapan mata Mo Wushuang, Lan Xiang Xue mengambil napas panjang kemudian dia membekukan tempat ini. Kemudian dia melesat di belakang Mo Wushuang dengan menendangnya ke bawah hingga membenturkan tubuhnya ke gunung es.
__ADS_1
Cai Li mengangkat tangannya ke langit memusatkan kekuatan membentuk senjata besar kuno yang ia ayunkan kebawah menghantam Mo Wushuang hingga ledakan itu menghempaskan angin panas ke sekitarnya dalam radius besar mengangkat bangunan-bangunan ke langit.
Meskipun dia tengah marah, tapi matanya tidak bisa membohongi perasaannya, air matanya terus menetes membuat Lan Xiang Xue tidak dapat mengatakan apapun selain membantunya.
Sesaat kemudian, Mo Wushuang melesat di hadapan mereka dengan tubuh setengah hancur. "Kekuatan yang kau punya tidak berubah setelah ribuan tahun berlalu, Cai Li. Kekuatan itu sama sepertinya."
"Diam!"
Mo Wushuang tertawa terbahak-bahak sembari menyeringai. "Kahahaha, apa kau masih tidak bisa menerima kematiannya, dasar wanita bodoh! Kau tidak jauh berbeda dengan putramu, mempunyai batasan untuk menggunakan kekuatan dahsyat!"
"Diam!" Cai Li megertak marah dia mengepalkan tangannya dengan erat. "Sudah cukup, kekuatan ini sudah cukup untuk membunuhmu!" Lanjutnya.
Menyeringai penuh provokasi, dia mengejeknya. "Kau tidak akan bisa membunuhku. Jika kekuatan itu bisa membunuhku, ribuan tahun yang lalu aku sudah mati karenamu, buktinya aku masih hidup sampai sekarang!"
Lan Xiang Xue mendekati Cai Li untuk menenangkannya. "Cai Li tenangman dirimu, aku tahu kau tengah marah dengan semua ini. Tapi pikirkan kedepannya, sebisa mungkin untuk menyimpan sebagian besar kekuatan yang kau punya untuk kemungkinan terburuknya." Lan Xiang Xue memperingatinya agar tidak mengambil tindakan impulsif.
Cai Li terdiam, dia mempunyai tanggung jawab untuk surga barat dan tanggung jawab sebagai seorang ibu untuk balas dendam atas kematian putranya dan suaminya, dia mengertak kesal menahan sebagian kekuatannya.
Meskipun Lan Xiang Xue berada di sampingnya, menghadapi tiga penguasa surga yang mempunyai kekuatan kuat sama saja dengan bunuh diri, dia tidak akan mengambil langkah yang salah walaupun begitu, Mo Wushuang harus tetap mati!
Kemudian dia dan Lan Xiang Xue memberikan serangan besar membentur Mo Wushuang!
Sementara di bawah, Lan Loushui masih bersedih akan kepergian Qin Chen yang begitu cepat, matanya berlinang permata yang indah menetes ke wajah Qin Chen dan terserap masuk kedalam tubuhnya.
Hujan deras yang mengguyur daratan ini membuat genangan darah mencair dan tersebar ke berbagai tempat, Qin Chen tidak mempunyai napas ia benar-benar mati bukan kematian palsu yang dia ciptakan.
Tubuhnya semakin dingin, bibirnya pucat dan keberadaannya mulai memudar seperti sudah di hapuskan dari dunia, hanya tersisa tubuhnya yang dingin di dalam pelukan Lan Loushui, istrinya.
__ADS_1
Hawa dingin dalam dirinya mencair masuk kedalam tubuh Qin Chen tanpa sepengetahuan siapapun, dia tidak menghiraukan pertarungan di langit karena dia sudah tidak bisa hidup di dunia tanpa Qin Chen.
Tidak lama setelah itu, para abadi abadi dan penguasa surga berdatangan melihat pertarungan mereka berdua melawan musuh bebuyutan surga, Mo Wushuang!
Mereka tertegun mengetahui pertarungan ini, ada senyuman misterius dengan kelicikan masing-masing. Kedua wanita sebelumnya melesat mendekati Cai Li yang terengah-engah dengan beberapa luka, dia melihat ibunya bersedih membuat keduanya bingung.
"Ibu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya wanita itu dengan lembut.
Cai Li melihatnya tapi tidak merespon, dia tidak bisa mengatakan apapun. Lan Xiang Xue mewakilinya, dan bicara. "Qin Chen ... " Dia menunjuk kebawah tepat disaat mereka menoleh kebawah melihat Qin Chen tengah di peluk seorang wanita cantik dengan kondisi tangan kanannya terputus, luka sayatan di dadanya dan mereka tidak merasakan keberadaan jiwanya.
Seketika tubuhnya gemeteran, satu-satunya adik kesayangannya tidak bernyawa. Mereka langsung menoleh ke arah Lan Xiang Xue bertanya-tanya tentang siapa yang membunuhnya.
"Ternyata reuni keluarga besar, sangat menarik. Sayangnya, satu keluarga kalian sudah aku bunuh dan sisanya adalah kalian pengganggu untuk membangun tahta iblis berkuasa atas surga dan bumi!" Ungkapnya dengan suara lantang tanpa dosa di wajahnya.
Mendengarnya mengatakan itu, kedua langsung menoleh kebelakang melihat Mo Wushuang lah yang membunuh adik kecilnya yang mereka sayangi meskipun mereka selalu berada di luar sana tidak pernah kembali ke kediaman!
Sementara itu, Qin Chen yang sudah mati berada di tempat yang tidak ia ketahui tengah duduk santai melihat ruangan ini di desain begitu indah seperti ruang mimpinya. Tapi sebenarnya dia tidak tahu tempat apa ini sampai dimana seseorang datang dengan penampilan yang sama dengannya.
Dia duduk dengan tenang menyeduh secangkir minuman hangat membingungkan Qin Chen. Tapi seketika dia merasakan kedekatan yang nyaman, itu perasaan sebuah keluarga.
"Ayah!"
Pria itu tersenyum bahagia mendengarnya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1