
Sekitar empat bulan berlalu berputar di istana surga, itu artinya sudah enam bulan Qin Chen belum terbangun dari tidur panjangnya. Sesaat ruangan itu bercahaya memancarkan keemasan mendominasi dengan suara gemuruh terbendung di ruangan, Qin Chen membuka mata melihat ruangan tampak tidak asing di matanya.
Keadaannya masih setengah sadar, menoleh kesamping mengamati ruangan berapa menit kemudian tidak ada keanehan. Semuanya sama seperti ruangannya, karena sudah menyakinkan tempat itu, dia kembali menatap langit mengamati teksturnya.
"Aku tidak bereinkarnasi ke dunia lain, ini surga barat kediaman pangeran surga, dan tempatku berada." Gumamnya.
Kemudian dia beranjak duduk mencoba menggaruk kepalanya, sesaat kemudian dia tidak merasakan apapun. Saat dia melihat tangan kanannya, dia menemukan tangannya tidak ada membuat mata Qin Chen langsung menciut gemetaran merasakan sesak di dadanya.
Mencoba mengingat kembali pertarungan itu dan dia kehilangan tangannya melawan Mo Wushuang, dia mencoba tenang karena setengah sadar membuat Qin Chen sangat panik dengan tenang mengambil napas dan membuangnya.
"Seperti yang aku duga, tanganku adalah kutukan permanen tidak dapat di sembuhkan meskipun aku abadi." Gumam Qin Chen, dia menggunakan tangan lainnya menggaruk kepala yang gatal.
Sesaat kemudian dia meninggalkan ruangannya dengan tertatih-tatih keluar tidak menemukan siapapun di tempatnya, bahkan istrinya yang dingin tidak ada di sampingnya. Qin Chen bingung meninggalkan tempat tersebut mencarinya di ruangan tempat ibunya berada sekaligus memberitahukan kalau dia sudah siuman.
Saat dia membuka pintu ruangan, mereka langsung menoleh ketempatnya melihat keadaan Qin Chen sudah membaik dan bahkan terbangun dari tidurnya. Sementara di hadapan Qin Chen adalah ibunya yang cantik, ibu mertua semakin cantik dan dua wanita cantik tidak lain adalah saudarinya.
Cai Li buru-buru mendekati Qin Chen dan langsung memeluknya dengan tersedu-sedu mengusap kepalanya, Qin Chen hanya diam melihat ibunya yang tengah menahan air matanya, di mata Qin Chen tidak menemukan istri dinginnya di ruangan.
"Syukurlah kamu akhirnya bangun, ibu mengira kamu akan pergi tidur panjang tidak ingin bertemu dengan ibu lagi." Cai Li semakin erat memeluknya.
"Tidak Bu, aku tentunya sangat merindukan ibu dari siapapun. Tapi dimana istri dinginku? Aku tidak melihatnya di ruangan ataupun tempat ini, apa dia pergi bermain di luar istana?" Membalas ibunya dengan lembut dengan pertanyaan yang ia tanyakan.
"Kamu akan mengetahuinya nanti, tunggu saja dia sini sebentar lagi dia akan kembali." Cai Li membalasnya.
Melepaskan pelukannya, dia melihat tangan Qin Chen yang terputus itu, merasa bersalah karena mengirim Qin Chen ke tempat yang seharusnya tidak dia datangi. Qin Chen yang menyadari itu langsung menyentuh tangan ibunya. "Ibu jangan merasa bersalah, ini adalah kecerobohan yang aku dapatkan melawan Mo Wushuang, dan lagi aku bertemu dengan ayah di lautan kesadaranku, disana kami mengobrol sangat lama sampai dimana ayah memberikanku pencerahan hingga menerobos ke tahap sekarang."
Saat dia mendengar itu mata tertegun, dia langsung menyentuh wajahnya. "Apa kamu bertemu dengan ayahmu?"
Mengangguk!
__ADS_1
Dia tersenyum bahagia sekaligus terharu lalu memeluknya dengan erat. "Maafkan ibu karena tidak menceritakan apapun tentang ayahmu, karena ini adalah perasaan yang ibu pendam selama ini agar kamu tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sekarang kamu sudah mengetahui kenapa ayah tidak ada saat kamu kecil, kan?" Katanya.
"Umm ... "
"Kedepannya jangan tinggalkan ibu, kamu satu-satunya putra ibu." Ucapannya.
Qin Chen mengusap pundaknya. "Aku tidak akan pergi dari istana, aku akan menjadi pangeran surga yang memimpin penduduk untuk mendaki langit membangun Istana surga di atas tanah surga barat."
Setelah mendengar itu, Cai tersenyum bahagia dan kemudian dia di minta duduk di hadapan ibunya. Ruangan tempat mereka berada sekarang bukanlah tahta surga melainkan ruangan pribadi menyimpan informasi besar surga barat, atau tepatnya pusat informasi yang biasanya di gunakan mengurus surga.
"Kamu tidak pernah melihat saudari-saudarimu, kan? Perkenalkan di sampingmu adalah saudari-saudarimu. Saudari pertama Cai Ling, dan saudari kedua Cai Tian." Ibunya menujuk kesamping.
Qin Chen menoleh kesamping, lalu melihat keduanya dengan tidak menyangka di kehidupan keduanya mendapat saudari perempuan seperti bidadari sangat cantik! Matanya tertegun dengan menelan ludah meski begitu, keinginannya tepat teguh untuk mendapatkan ibu mertua!
Cai Ling dan Cai Tian mendekatinya dan kemudian memeluknya menenggelamkan Qin Chen kedalam lautan besar hingga membuat Qin Chen tidak dapat bernapas beberapa saat karena sensasi kenyal seperti slime itu menumpuk di depan matanya.
"13 tahun tidak bertemu, akhirnya kami melihatmu adik manis."
"Te– Terimakasih karena masih mengingatku." Balas Qin Chen.
Tidak lama setelah itu, suara pintu terbuka membuat semuanya menoleh kesana termasuk Qin Chen melihat wanita cantik yang tengah menahan atau menyentuh perutnya, Qin Chen bingung karena penampilannya yang sudah berubah.
Lan Loushui melihat Qin Chen tengah di peluk kedua saudarinya begitu dekat membuatnya cemburu, kedua saudarinya buru-buru melepaskan Qin Chen karena di mata Lan Loushui terbakar api cemburu.
Sementara itu, Cai Li dan Lan Xiang Xue tertawa tipis melihat Lan Loushui sensitif belakang ini.
"Loushui, bagaimana apa sudah selesai?" Tanya Cai Li.
"Sudah bu." Ujarnya
__ADS_1
Qin Chen mengerutkan keningnya. "Laoushi?" Dengan bingung dia tiba-tiba langsung berdiri menatap matanya. "Istri dingin!" Katanya cukup keras membuat semua orang mendengar.
Lan Loushui memalingkan wajahnya langsung kesamping dengan dingin tidak ingin melihat Qin Chen, karena dia bangun tidur bukannya mencarinya dan malahan mencari wanita lain di belakangnya, ini membuatnya marah dengan api kecemburuan terpampang di matanya.
Qin Chen melihat perutnya yang membesar lalu bertanya. "Perutmu, kenapa membesar? Apa kamu makan terlalu banyak istri dingin?"
"Aku hamil." Katanya dengan dingin.
"Begitu rupanya." Qin Chen menyentuh dagunya mengangguk beberapa kali dengan memejamkan mata dan sesaat kemudian dia sadar langsung membuka matanya kembali dengan menatap Lan Loushui langsung. "Tu– Tunggu, apa kamu bilang tadi?"
Lan Loushui menoleh ke arahnya. "Apa tidak dengar, aku bilang aku hamil." Jawabnya.
Qin Chen gugup menelan ludahnya tertawa bingung. "Ba– Bagaimana mungkin! Aku baru tidur satu hari, kan?" Ucapnya dengan kebingungan tidak tahu kalau dia tertidur sangat panjang sampai beberapa bulan terlewatkan.
Mendengar itu, Lan Loushui menunjukkan ekspresi sedih dengan sudut matanya tergenang air mata memalingkan wajahnya dan keluar ruangan tanpa mengatakan apapun pada mereka, dia marah dan sedih karena Qin Chen seperti tidak menginginkannya. Sementara itu, keluarga Qin Chen menggelengkan kepalanya, semua orang menyentuh kening karena Qin Chen membuat hati Lan Loushui hancur berkeping-keping.
"Kenapa dengan kalian? Bukankah aku benar? Aku baru bangun tidur, bagaimana bisa semuanya begitu cepat?" Qin Chen bertanya kepada keluarganya dengan bingung.
"Kamu haru tahu Chen'er, kamu sudah tertidur selama 6 bulan lamanya, dan Lan Loushui selalu merawatmu sepanjang harinya. Cepat kejar dia dan minta maaf tentang kesalahpahaman ini, dan lagi dia sekarang hami anakmu, Chen'er." Jelas Cai Li.
Qin Chen menoleh kesamping melihat Lan Xiang Xue mengangguk, lalu ke tempat saudarinya ikut mengangguk. Matanya menciut bagaimana memikirkan semua ini, dia menelan ludahnya tidak dapat percaya dia sudah tertidur selama enam bulan dan sebentar lagi akan menjadi ayah.
Tunggu! Kalau begitu di usiaku yang ke 14 tahun akan menjadi ayah, bagaimana bisa! Aku masih sangat muda untuk hal seperti ini, tapi ini tradisi keluarga!
"Jadi dia—" Qin Chen menatap mata ibunya yang berkedip, kemudian dia buru-buru mengejarnya yang pergi ke belakang istana surga barat.
...
*Bersambung ...
__ADS_1