
Sementara itu, abadi abadi yang datang tidak membantu mereka, tatapan mata dan keinginan untuk membunuh Cai Li begitu besar. Mereka adalah abadi yang begitu kejam, tidak memikirkan perasaan orang-orang di belakang sana khawatir akan kematian, karena pada dasarnya abadi akan tetap abadi.
Lan Xiang Xue sudah menduganya, mereka akan diam melihat kekuatan Cai Li terus-menerus berkurang hingga dimana mereka dapat menghempaskan Cai Li dengan satu ayunan tangan, dengan begitu surga barat akan berada di dalam kekuasaan masing-masing mereka bertiga yang akan mencari cara membaginya.
Mau itu masa lalu hingga masa sekarang, sikap mereka membuat Lan Xiang Xue muak!
Kesampingkan itu, ada dua wanita cantik tengah mengepalkan tangannya. Meskipun kekuatannya hanya di ranah Heavenly Enlightenment (Menengah) mereka sudah berada di puncak surga di usianya yang mungkin seribu tahun.
Mo Wushuang menyeringai tanpa perasaan. "Satu keluarga ingin balas dendam? Sesuatu yang tidak pernah terjadi di masa lalu, Cai Li. Apa kau tidak melihat di sekitarmu ada banyak abadi abadi yang menunggu kematianmu, kemudian tahta barat akan di kuasai orang-orang picik dan serahkan seperti mereka, aku khawatir dunia ini akan kacau karena mereka, dan pada saat itu aku bangkit lagi untuk mengacaukannya!"
"Diam kau Mo Wushuang!" Bentak seorang wanita di hadapan Cai Li, dia adalah putri paling tua.
Mo Wushuang melirik ke arahnya, lalu menyeringai misterius. "Tubuh suci, bagus untuk tungku kebaikan Dewa ini, kau seharusnya bangga menjadi tungku untuk kebangkitan Dewa ini di masa depan!"
Sebuah kilatan besar melintasi di atas kepalanya, kemudian dia mengayunkan pedang kesamping memotong daratan hingga beberapa ratus kilometer terpotong, Mo Wushuang dapat dengan mudah menghindari serangan lemah itu.
Meskipun mereka berdua adalah bakat tak tertandingi di masa lalu, menghadapi Transcend Ascension sama seperti semut di matanya, Mo Wushuang.
Lan Xiang Xue yang ada di sampingnya kembali bersuara. "Seperti yang aku katakan tadi, mereka akan berdatangan untuk membunuhmu kemudian merebut surga barat. Kedepannya, jangan mengambil tindakan berlebihan, aku akan mendukung dari belakang membantumu menyegel Mo Wushuang."
"Tapi ... " Dia begitu gugup karena tidak dapat menahan perasaan di hatinya melihat satu-satunya putra yang dia sayangi mati di hadapannya, sama seperti di masa lalu Qin Long Tian mati menghadapi ketiga penguasa surga yang licik dan kejam.
Cai Li melihat ke depan, kemudian dia melesat kembali menyerang menggunakan kemampuannya meskipun harus menahan diri menjaga kekuatan agar tidak kewalahan sewaktu menghadapi ketiga penguasa surga yang sekarang tengah melayang dengan angkuhnya.
Sementara di bawah sana, Qin Chen masih diam tidak sadarkan diri hingga beberapa menit kemudian dia mulai kembali dengan pecahan-pecahan jiwanya di paksa untuk kembali ke dalam tubuh, dengan cepat tubuhnya kembali hangat tidak dingin seperti sebelumnya.
__ADS_1
Lan Loushui yang merasakan itu, dia melihat Qin Chen yang memberikan respon mata bergerak seperti ingin melihat, Qin Chen belum sepenuhnya sadar membutuhkan beberapa menit sebelum bangun.
Jiwa yang hancur kembali, tubuh yang terluka mulai membaik meskipun tangannya tidak kunjung kembali, selama beberapa menit di tempatnya dia kembali seperti semula tanpa luka membuka mata melihat Lan Loushui tengah di hadapannya.
Menatap mata cerahnya begitu indah dengan genangan air mata di sudut, Qin Chen menyentuh pipinya menggunakan tangan kirinya.
"Jangan menangis, aku tidak akan mati dengan mudah tanpa mengucapkan perpisahan denganmu." Qin Chen bersuara meskipun suaranya masih terdengar pelan membuat Lan Loushui tersedu-sedu langsung memeluknya dengan erat tidak membiarkannya untuk pergi dari sekarang.
Qin Chen hampir mati untuk ketiga kalinya, lehernya seperti di cekik dan tubuhnya seperti mau hancur. Kehidupan ketiganya tidak ada yang tahu selain Lan Loushui wanita pertama yang melihatnya bangun dari kematian.
Dia melihat ke langit ada dua wanita cantik bertarung dan dua wanita cantik lainnya bertarung, itu adalah ibunya, ibu mertua dan bayang-bayang ingatannya mengatakan kalau dua lainnya adalah saudarinya.
Mengingat dia sudah memangsa banyak batu roh di daratan ini dan belum dia aktifkan, Qin Chen mencoba untuk berdiri membuat Lan Loushui menahannya karena dia baru saja bangun.
Melihat matanya masih berkaca-kaca memohon untuk tidak ke sana melawan Mo Wushuang, Qin Chen mengusap-usap kepalanya. "Jangan khawatir, kali ini aku dengan percaya diri dapat mengalahkan Mo Wushuang, kamu tunggulah di sini."
Mendapatkan rangsangan hawa dingin begitu intens membuat bara api dalam tubuh Qin Chen dapat di atasi, keduanya bergabung kemudian berputar membentuk Yin dan Yang di pusaran dantian, Qin Chen melotot merasakan ledakan-ledakan energi yang ia katakan pada sistem.
Pada saat yang bersamaan, Cai Li mendapatkan serangan membuat Qin Chen murka di bawah, Lan Loushui mundur beberapa langkah kebelakang setelah memberikan sisa-sisa energi yang tidak dia gunakan sebelumnya kepada Qin Chen.
Hawa membunuh langsung menusuk punggung semua orang, Mo Wushuang yang merasakan itu melepaskan cengkraman tangannya dari leher Cai Li, dia langsung menoleh kebawah melihat Qin Chen menatap dengan mata kemerahan.
Bagaimana mungkin! Dia sudah mati sebelumnya!
Bahkan ibunya tidak dapat mempercayai bahwa putranya bangkit kembali dari kematian, dan samar-samar aura yang mereka rasakan begitu familiar, itu aura Qin Long Tian yang merupakan penguasa surga barat yang sesungguhnya!
__ADS_1
"Mo Wushuang!" Teriak Qin Chen membuka mata semua orang, dia melesat ke langit menyeret pedangnya di samping menampilkan manifestasi Avatar yang tidak lain adalah ayahnya!
Ketiga penguasa surga mundur beberapa langkah ke belakang karena merasakan penindasan dari Avatar yang Qin Chen keluarkan, dia mengibaskan pedangnya kesamping kemudian hawa membunuh terasa menyejukkan menusuk jantung.
Kekuatan Qin Chen berlipat-lipat dengan ledakan besar meningkatkan kekuatan menembus Heavenly Enlightenment!
[Level Up!]
[Level Up!]
[Level Up!]
Qin Chen berhenti di Heavenly Enlightenment (Puncak) mengejutkan semua orang bagaimana mungkin seorang bocah dapat menembus tahap yang bahkan membutuhkan waktu seribu tahun atau bahkan lebih lama untuk mendapatkan pencerahan.
Sedangkan Qin Chen, dia bahkan belum genap 20 tahun sudah mendapatkan pencerahan untuk naik ke level Heavenly Enlightenment! Mengejutkan semua orang, Qin Chen menyeringai mengangkat kepalanya menatap Mo Wushuang.
"Sebelumnya aku kalah karena kekuatan, sekarang mau bertaruh?" Tanya Qin Chen.
Mo Wushuang mengertak mencoba menyerangnya secara brutal, ribuan meteor di langit turun ke bawah menghujani daratan besar gunung musim, Qin Chen menghela napas panjang mengayunkan pedang menyeka udara membentuk siluet bulan sabit.
Serangan itu meledakan sebagian besar meteor, Qin Chen tanpa menunda waktu menggunakan tangan hantu untuk meremukkan sisa-sisa meteor yang ada dengan cepat.
Seketika, udara panas menyapu memberikan debu tebal yang kotor, di antara gumpalan itu ada formasi besar sudah aktif menutupi seluruh daratan!
...
__ADS_1
*Bersambung ...