
Bertepatan satu minggu, mereka berdua berada di dalam kamar selama ini tidak ada yang keluar ruangan. Qin Chen terbaring dengan posisi miring mengigit bantalnya dengan geregetan mengerang marah karena kalah dalam hal mendominasi di ranjang.
Sementara itu, Lan Loushui berada di sampingnya tengah terbaring dengan senyuman manis penuh kebahagiaan tak terbantahkan surga manapun, ia mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan menjadi istri orang lain.
Beberapa saat kemudian, ia menoleh kesamping melihat Qin Chen tengah mengigit bantalnya. Dengan sentuhan lembut membalut pinggangnya, ia menempelkan dada surgawi di punggung Qin Chen.
Hickk!
"Apa kamu sudah kelelahan? Aku masih bisa bertahan cukup lama, kamu bilang akan melayaniku sampai aku lelah." Tanya Lan Loushui begitu sedih.
Kamu yang tidak bisa kelelahan!
"Ti– Tidak ... Aku benar-benar kering sekarang, susu kental manis yang kupunya sudah kau habiskan sepanjang harinya." Qin Chen membalasnya dengan gugup.
Gigit!
Tiba-tiba matanya menciut merasakan gigitan lembut di lehernya hingga beberapa menit membuat Lan Loushui melepaskannya dan kembali mengenakan pakaian.
"Terimakasih atas makanannya selama seminggu ini, sayang."
Setelah mengatakan itu, ia meninggalkan Qin Chen di dalam ruangan dengan senyuman manis begitu menyeramkan di mata Qin Chen yang sudah mengetahui kalau istrinya benar-benar mengerikan!
"Sistem, bantu aku sembuh."
[ ... ]
[Ramuan penyembuhan : 10.000 PS.]
Setelah meminum ramuan, kondisinya membaik yang awalnya seperti tengkorak kering kembali mempunyai daging dan darah. Qin Chen duduk di kasurnya, ia Menganalisa tempat perang dunia kedua begitu intens selama seminggu.
"Kenangan terburuk di malam pertama adalah kalah dalam hal ranjang, tapi tidak apa-apa karena aku memakluminya. Sekarang aku seorang bocah polos yang bisa di permainkan, kedepannya saat aku dewasa nanti aku akan mendorong ranjang istri dingin!" Ungkapnya dengan penuh tekad.
__ADS_1
Setelah itu, ia mendapatkan panggilan dari ruangan ibunya untuk datang karena mempersiapkan penobatan atas pangeran surga yang akan mengambil kekuasaan surga barat.
Didalam ruangan, ia duduk dengan tenang di hadapan ibunya yang tersenyum-senyum sendiri sepanjang ia ada di ruangan. Qin Chen yang menyadari kenapa ibunya tersenyum karena sebentar lagi dia akan mendapatkan banyak cucu manisnya.
"Apa ada yang ingin ibu bicarakan pada Chen'er? Apa ibu tega membiarkan putra satu-satunya harus mengerahkan kekuatan untuk bertahan hidup menghadapi istri muda di ruangan itu? Aku hampir mati karenanya tidak membiarkanku mengambil napas panjang beristirahat."
"Umm ... Kamu sekarang adalah pangeran surga dan kamu mempunyai tanggung jawab untuk mengurus masalah istana ini di masa depan. Sebelum penobatan tahta di mulai, ibu akan memberikan pelajaran khusus padamu dan memberikan tugas-tugas untuk menyelesaikan masalah agar kamu dapat di percaya banyak orang." Ibunya membalas sambil mengalihkan pembicaraan sebelumnya.
Setumpuk kertas ia turunkan di atas mejanya, ini membuat Qin Chen tercengang dengan cepat menoleh ketempat ibunya yang mengangguk tersenyum meminta Qin Chen untuk membaca semuanya.
Dengan pasrah ia membaca tumpukan buku selama berjam-jam di dalam ruangan ibunya karena ia akan di awasi ibunya sendiri agar tidak bermalas-malasan ataupun mencoba untuk kabur dari tugasnya.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, Lan Loushui masuk kedalam membawakan minuman untuknya dan membawa camilan ringan untuk menemaninya.
Tanpa sengaja ia melihat Qin Chen membaca masalah di gunung musim.
"Masalah di gunung musim sudah mencapai puncaknya, ada banyak orang mati karena pembantaian yang di lakukan fraksi liar di luar kekuasaan surga barat." Jelasnya.
"Sebelum aku menjadi istrimu, aku seorang intelijen di Istana tempatku berada. Aku mempunyai banyak informasi dan lagi tugasku adalah mengumpulkan informasi, karena itu aku mengetahui hampir semua masalah di dataran barat dibandingkan kamu yang baru tumbuh dewasa." Ujarnya.
Qin Chen marah karena di katakan bocah dengan halus, ia menahan dirinya untuk sekarang.
"Karena kau tahu, apa kau bisa bantu aku? Tugasku adalah mengurus masalah ini, kalau kau bisa membantuku, aku akan memberikan apapun yang kau mau." Qin Chen membalasnya dengan meminta bantuan untuk menyelesaikan tugasnya.
"Kamu serius?"
"Aku tidak pernah berbohong, selama kamu bisa membantuku aku akan memberikan apapun termasuk seluruh surga!" Ungkapnya dengan serius menyentuh tangannya.
Uhum!
Ibunya batuk mendengar Qin Chen mengatakan itu di depannya, ia langsung menoleh kesamping melihat ibunya. "Ibu ... Berikan putramu ini ruang untuk menggombal, aku sudah kalah semalam di atas ranjang, dan aku tidak ingin kalah dalam masalah menggombal wanita cantik."
__ADS_1
"Baik-baik, lakukan yang kamu mau di sana, anggap saja ibu tidak ada ataupun mendengarkan obrolan kalian." Balasnya, ia tersenyum tipis melanjutkan pekerjaannya.
"Humph! Kalau aku tidak di sekap di ruangan ini, aku bisa bertindak leluasa." Qin Chen cemberut kesamping. "Lupakanlah, selama kamu bisa membantuku menyelesaikan tugas sekarang, aku akan berikan apapun yang kamu mau aku janji."
"Baguslah, aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini, kapan kamu akan pergi ke tempat itu?" Lan Loushui membalasnya sembari bertanya.
"Hmm ... Kemungkinan besar besok, karena tumpukan tugas ini tidak mungkin bisa di selesaikan dalam sehari, aku mempunyai banyak tugas sampai penobatan tahta kekuasaan atas surga barat." Jelasnya.
"Kalau begitu aku akan menyiapkan barang-barang yang di butuhkan, kamu dapat kembali membaca dokumen ini. Aku sudah memberikan minuman maupun camilan ringan untuk menemanimu."
Qin Chen mengangguk lalu kemudian ia mencium tangan Lan Loushui begitu mesra di depan ibunya. Lan Loushui meninggalkan tempat tersebut, ibunya tersenyum puas dengan putranya mempunyai sifat seperti ayahnya yang begitu perhatian hebat dalam menaklukkan wanita.
Paginya— Qin Chen dan Lan Loushui berada di depan Istana dengan membawa kuda perang masing-masing, Qin Chen dengan perlengkapan biasa saja karena ia hanya membawa satu pedang di pinggangnya dan Lan Loushui membawa kipas di tangannya.
"Apa kamu sudah siap untuk pergi?" Qin Chen bertanya kepada Lan Loushui.
"Ya, aku sudah siap untuk pergi dan lagi aku sudah membawa barang yang mungkin di butuhkan saat di sana nantinya." Lan Loushui membalasnya sambil tersenyum.
Qin Chen yang melihatnya, ia kembali bicara. "Baguslah, ayo kita pergi sekarang ke gunung musim menyelesaikan masalah di sana."
"Ya."
Keduanya berangkat menggunakan kuda perang masing-masing bergerak di tengah kota untuk keluar, orang-orang yang berada di sana melihat pangeran surga dan istrinya begitu serasi seperti sepasang suami dan istri yang akan honeymoon.
Meninggalkan istana surga barat, mereka menuju bagian barat ke gunung musim.
Qin Chen memperhatikan Lan Loushui sepanjang perjalanan, ia tidak menyangka Istrinya yang dingin dan mengerikan saat di atas ranjang mempunyai sisi yang sangat cantik sampai-sampai membuatnya terpesona.
"Lupakan masalah cinta, ayo selesaikan masalah!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...