I Am Prince Of Heaven

I Am Prince Of Heaven
Bab. 44


__ADS_3

Paginya— Qin Chen tidak menemukan Lan Loushui berada di sampingnya, dia buru-buru keluar dan mencari Lan Loushui hingga Qin Chen menemukannya di belakang istana bersama dengan ibunya tengah melakukan meditasi pagi di bawah sinar surya yang baik akan kesehatan dan meningkatkan kekuatan, di samping itu ada sebuah formasi pengumpulan energi langit dan bumi.


Setelah memastikan dia baik-baik saja bersama dengan ibunya, Qin Chen kembali ke dalam ruangan bicara dengan Jenderal semalam datang kembali ke tempatnya. Meskipun hanya semalam, nyatanya perbedaannya cukup jauh, di memberikan laporan kepada Qin Chen tentang situasi di medan perang dapat di tanganin, meskipun ada beberapa masalah.


"Jadi begitu, mantra sebelumnya di hancurkan oleh mereka. Jadi pasang kembali mantra itu untuk bisa pergi kesana sewaktu-waktu para petinggi timur bergerak, aku dapat dengan mudah menyusul ke medan perang dari pada melintasi seribu gunung dan sungai. Jarak kedua daratan sangat luas, seperti langit dan bumi tak berujung entah dimana ujungnya." Qin Chen bicara dengan tenang memintanya untuk memperbaiki mantra tersebut.


"Baik Pangeran, dan ada laporan lain mengenai prajurit yang gugur dalam perang. Setiap harinya mencapai angka seratus ribu, mereka yang gugur dalam perang membuat prajurit lain mengalami beberapa tekanan mental tidak dapat percaya pada diri sendiri. Dan perang ini dapat di pastikan prajurit mengalami kemunduran karena rasa percaya diri mereka menghilang."


Qin Chen menyentuh dagunya, dia mengerti perasaan mental seperti ini. "Kerusakan mental mempengaruhi prajurit, tentunya mereka sadar akan perbedaan kekuatan di antara keduanya. Meskipun di bantu dengan harta surga, kematian tidak dapat di pastikan kapan munculnya." Qin Chen membalasnya, dia mengeluarkan satu plat kayu terukir nama pasukan surga. "Didalam plat kayu ini terdapat ratusan ribu pasukan surga, saat kau memecahkannya akan muncul prajurit tangguh yang menerima perintah langsung darimu untuk menyerang musuh."


Setelah menerima perintah dari pangeran, jenderal pergi dari tempatnya menuju medan perang kembali menggunakan mantra teleportasi. Qin Chen menyenderkan kepalanya, dia melihat tangannya yang masih terputus itu mencari tahu tentang tangan dewa.


"Sistem, bagaimana tanganku?"


[Satu-satunya yang bisa di gunakan sekarang, tangan dewa yang di bicarakan.]


[Kecocokan dengan tuan mencapai 93% ini merupakan keajaiban, karena pasalnya tangan dewa ada untuk menekan kekacauan.]


"Tangan Dewa ... Huft! Bahkan mencarinya sangat merepotkan, tapi sudahlah itu bisa kapan-kapan. Aku masih punya tangan lain, kalaupun butuh aku bisa menggunakan tangan hantu untuk melakukan pekerjaan kasar." Gumamnya.


Suara pintu terbuka setelah setengah hari berlalu, Lan Loushui masuk kedalam dan duduk di sopa dengan diam tidak bicara. Qin Chen membiarkannya, dan melanjutkan membaca laporan karena dia tidak bisa melakukan apapun sekarang.


"Jangan lupa besok ... " Lan Loushui bicara sekilas di sampingnya.

__ADS_1


Qin Chen mengerutkan kening dengan bingung, dia tidak tahu besok ada apa sampai dimana Qin Chen menemukan sebuah kertas yang di selipkan ibunya di atas meja. Kertas tersebut tertuliskan sebuah surat, Qin Chen lalu membacanya, dan dia menyadari kalau besar adalah ulang tahun Lan Loushui.


'Begitu rupanya, untungnya ibu memberikan surat mengenai ulang tahunnya.'


Dengan pura-pura tidak tahu, dia memiringkan kepala. "Besok? Ada apa, apa ada bahaya besar atau kamu minta bantuan dariku?" Tanya Qin Chen.


Lan Loushui tertegun, dia tidak membalasnya dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Dia tengah marah dan tidak tahu mengekpresikan dirinya sekarang, karena Qin Chen tidak ingat dengan ulang tahunnya yang sudah jelas di beritahukan Lan Loushui kepadanya beberapa minggu lalu.


Tidak lama setelah itu, para pelayan masuk kedalam ruangan saat Qin Chen meminta mereka semua datang.


"Besok adalah hari penting, Permaisuri ulang tahun, dan aku minta kalian menyiapkan kebutuhannya, dekorasi, kue dan lain sebagainya di salah satu ruangan, mengerti." Ucapnya.


"Baik pangeran."


"Baik."


Para pelayan pergi terburu-buru untuk menyiapkan pesta untuk Permaisuri, Qin Chen pergi keluar secara diam-diam. "Hadiah apa yang bagus untuknya? Apa aku harus tanya pada Dewi Bulan Yue Ling?" Qin Chen pergi ke suatu tempat yang berada di kaki gunung dengan dataran luas.


Tiba-tiba seorang wanita turun dengan pakaian biru muda mendekatinya, dia membawa sebuah sabit seperti bulan. "Pangeran surga datang jauh-jauh ke tempat ini, apa ada gerangan menemaniku?" Tanya Yue Ling dengan ramah.


"Permaisuri menginginkan sebuah hadiah untuk ulang tahunnya yang ke 39 tahun, karena itu aku datang ke tempat ini untuk mencari hadiah spesial untuknya, apa Dewi Bulan Yue Ling dapat merekomendasikan nya?" Tanya Qin Chen setelah membalas pertanyaan Yue Ling.


Wanita itu adalah Yue Ling, Dewi Bulan yang berada di Gunung Tianyue. "Hadiah untuk Permaisuri? Kalau begitu saya akan merekomendasikan sesuatu, ada harta surga tak ternilai harganya yang terpendam di antara langit, Permata Bulan Gavesha."

__ADS_1


Qin Chen tertegun mendengar namanya, "Permata Bulan Gavesha? Sepertinya sangat bagus, aku akan mengambilnya ada di mana harta ini? Bisa kamu tuntun aku ke sana untuk menemukan harta ini."


"Baiklah, ikuti aku."


Yue Ling begitu dingin tidak memandangnya meskipun sekilas, dia bergerak begitu halus sampai sulit untuk merasakannya. Mereka berdua pergi melintasi daratan seratus ribu mil dengan kecepatan tinggi, hingga dimana mereka sampai di sebuah altar kuno di antara lembah bulan.


"Altar ini dapat membawa kita pergi ke antara bintang-bintang, di sana adalah tempat Permata Bulan Gavesha berada. Tapi ada masalah besar untuk ke sana, ada banyak monster langit berkeliaran dan kapanpun bisa menerkam kita saat masuk ke dalam wilayahnya." Yue Ling mengatakan apa yang ada di benaknya.


"Tidak masalah, jika itu hanya monster langit dapat di atasi selama bukan pria tua hidup miliaran tahun lamanya, itu sangat merepotkan bagiku sekarang." Balas Qin Chen.


Yue Ling meliriknya, lalu membuka altar tersebut untuk mengirim mereka berdua pergi ke antara bintang-bintang. Sesaat kemudian, mereka berdua berpindah ke tempat lain di mana di sekitarnya hanya ada ruang yang di penuhi bintang-bintang bersinar dimana-mana.


Ada raungan monster terdengar, Qin Chen menoleh ke tempat lain di sudut alam semesta, dia tidak menemukan apapun selain bintang-bintang bertebaran seperti pasir di pantai.


Yue Ling menoleh ke arahnya, "Pangeran, di sana adalah tempatnya, bagaimana kalau kita kesana langsung?" Tanyanya.


"Sebelum itu, aku tidak tahu apa yang kamu inginkan. Bisa kamu katakan apa yang harus aku lakukan sebagai balasannya? Selama itu berada di dalam kemampuan, aku akan melakukannya."


"Tetesan bintang, aku menginginkan hal tersebut dan saat Pangeran datang menanyakan hadiah, ini adalah kesempatan bagiku untuk mendapatkan tetesan bintang yang berada di tempat ini. Dengan kekuatan yang aku punya sekarang, melawan monster itu tidak akan cukup kuat, saya mendengar pencapaian pangeran luar biasa sehingga dapat memanfaatkan hal ini." Ujarnya begitu jujur tanpa menyembunyikan apapun, bahkan Qin Chen menelan ludahnya karena sekarang dia terjebak balas budi yang di rencanakan.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2