I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
KEJAHATAN TIDAK MATI


__ADS_3

...10...


...❤----------------🖤...


Hari ini Aeris pergi untuk berjalan-jalan ke pasar karena ada pekerjaan di sana, di temani dayang-dayang nya.


"Woah yang mulia apa anda tidak apa-apa turun ke pasar," khawatir Lili.


"Memangnya kenapa aku sudah dapat izin dari yang mulia raja,"


Yah itu juga aku yang memaksa Alaric...


"Hallo nona cantik ~~~"


Seorang pria bersurai putih dengan mata pucat tengah menghalangi jalan Aeris.


*Sial kenapa aku harus bertemu dengan nya.


Pangeran Elvern...


Apa juga yang di lakukan di sini*.


"Pangeran Elvern apa yang anda lakukan di sini?" kesal Aeris.


"Saya berjalan-jalan melihat pasar, dan juga ingin bertemu dengan anda yang mulia!"


Elvern mengecup punggung tangan Aeris. Tapi seketika tangan Elvern di singkirkan.


"Jangan berlebihan yang mulia tidak suka itu!" sedikit bentakan dari pria berkulit eksotis.


Duke Altair...


Suasana macam apa ini, aku merasa risih...


Elvern dan Altair saling menatap tajam.


"Hei Duke Altair apa yang kau lakukan di sini, mengganggu saja~" ucap Elvern.


"Saya ke sini karena sedang jalan-jalan dan tak sengaja melihat yang mulia ratu, aku datang untuk menyapa nya sebagai bentuk ke sopan nan,"


"Dan, aku juga ingin menghapus hama pucat yang ada di dekat yang mulia ratu!" Tegas sarkastis Altair.


"Menyebalkan!" kesal Elvern.


"BERHENTI!!!"


Aeris membentak dua orang penting yang ingin berkelahi.


"Apa yang kalian lakukan, jangan bertengkar di sini, apa kalian tidak malu di lihat oleh rakyat sini, di mana harga diri kalian!" Aeris meninggikan suaranya.


Elver dan Altair terdiam dan merasa menyesal.


"Benar kata ratu..."


Yang mulia raja.


"Kalian harus minta maaf karena telah berbuat kegaduhan, jika ingin bertengkar keluarlah dari wilayah utara..." geretak Alaric.


'Yang mulia, sebenarnya yang mulia raja sudah mengikuti kita sedari tadi...' bisik Lili pada Aeris.


'Yang di katakan Lili benar, kami diam saja, karena di mengawasi ratu saja...'


Aeris terkekah setelah mendengar kalau Alaric memata-matainya.


Dasar bodoh...


"Yang mulia, anda juga jangan ribut di sini, Pangeran Elvern dan Duke Altair, kami akan memaafkan ketidak sopan nan ini, tapi jangan ulangi lagi hal seperti ini..." Pintar Aeris lembut.


"Baik yang mulia ratu, maafkan saya, saya terbawa emosi..." gumam Duke Altair.


"Saya juga..." tambah Pangeran Elvern.


Semua pun akhirnya pergi dari pasar, begitupun Aeris yang di larang ke pasar lagi oleh Alaric takut akan terjadi hal seperti tadi.


Diruangan Alaric...

__ADS_1


"Yang mulia, kata dayang-dayang saya apa benar anda mengikuti saya saat hendak kepasar???" Goda Aeris sekaligus penasaran.


"Yah dan itu demi ratu.." jawab Alaric malu-malu.


"Jangan seperti itu lagi, itu tidak baik, lagian tanpa pengawasan yang mulia saya akan baik-baik saja, karena saya pandai berkelahi!" ungkap Aeris dengan percaya diri.


Yang mulia ratu memang menarik.


"Tapi untuk hari ini aku maafkan karena anda sudah membantu saya..."


"Yah syukur lah..." ujar Alaric.


"Ahk aku belum bilang, aku akan mengurus anak Edana," timpal Aeris.


"Kenapa????" tanya Alaric heran.


Wajah Alaric yang tadinya santai kini mengkerut seakan kesal.


"Aku sudah bilang padanya, aku hanya ingin dia punya masa depan cerah, aku hanya mengurusnya, tidak perlu memberi dia gelar," ungkap Aeris.


"Tidak aku tidak setuju," tegas Alaric.


"Tapi aku sudah berjanji padanya, aku tidak tega melihat nya menderita seperti hari itu!" tukas Aeris.


Alaric pun terdiam berpikir.


"Baiklah tapi dengan satu syarat!" ujar Alaric serius.


Aeris penasaran.


"Kau tidak akan mengadopsi nya!" tegas Alaric.


"Tentu," jawab singkat Aeris dan suasana tiba-tiba jadi canggung.


Sebenarnya apa alasan Alaric membenci Edana, mau bagaimana pun Alaric pasti pernah mencintai Edana. Pikir Aeris.


Aeris pun pergi meninggalkan ruangan Alaric untuk menenangkan pikiran.


Aeris pun berjalan-jalan ke taman.


"Hallo yang mulia ratu yang cantik kita bertemu lagi,"


Ahk dia lagi... Pangeran Elvern.


"Ahk ya..." risih Aeris.


"Kenapa anda cemberut begitu!" Tanya Elvern.


"Ahk saya baik-baik saja, apa yang anda lakukan disini???" Tanya Aeris basa-basi.


"Hei yang mulia ratu, maaf jika saya tidak sopan, tapi apa ratu tidak merasa bersalah pada saya???" ujar Elvern dengan pencitraan nya.


"Apa maksud anda???" tanya Aeris bingung.


"Saya tahu yang mulia mengintip saya saat tengah berciuman dengan nona Edana,"


Ahk dia mengetahui nya...


"Kenapa? Apa anda takut!" ancam Aeris dengan seringai khasnya.


Wanita yang menarik.


"Ahk kurasa aku tidak boleh berurusan dengan yang mulia ratu," ujar Elvern.


Baguslah dia tidak akan mendekati ku.


"Aku akan merahasiakan kejadian itu pangeran, saya tidak tahu kenapa anda menggoda nona Edana..."


"Terima kasih, tapi sebenarnya saya tidak ada niat menggoda Edana, karena itu bukan tujuan utama saya..." ujar Elvern.


"Hah apa maksud anda???"


Dia sangat mencurigakan.


"Ku pikir rumor tentang pernikahan singkat yang mulia raja Alaric itu benar, dan nona Edana masih menjadi ratu."

__ADS_1


"Tapi ternyata nona Edana bukan ratunya jadi aku sedikit harus mengubah rencana ku..."


"Rencana saya adalah mengambil hati yang mulia ratu yang cantik ini~"


Ujar Elvern sambil tersenyum ke arah Aeris.


Aeris yang sedari tadi mendengar apa yang di ucapkan Elvern terdiam karena perkataan Elvern sangat mencurigakan.


Ahk suasana sangat aneh, apa dia bercanda, sebenarnya apa tujuan dia datang kesini.


"Ahk pangeran Elvern, bercandaan anda tidak lucu," kelahiran Aeris berusaha tidak memperlihatkan raut wajah paniknya.


"Haha yah... Itu candaan jangan di anggap serius hehe~"


"Ahk pikiran saya sedikit jernih, aku pamit pergi dulu pangeran," ucap Aeris sambil tersenyum palsu.


Tidak, pikiran ku belum tenang, masalah terus saja bertambah.


"Haha sampai jumpa lagi..." girang Elvern.


Aeris pun pergi meninggalkan taman.


Tidak mungkin dia menganggap ini candaan, dia tahu apa yang tadi ku bicarakan. Ujar Elvern.


Raut wajah Elvern yang biasanya terlihat seperti pria penggoda yang selalu menggoda setiap orang kini berubah auranya menjadi serius.


*Aeris... Wanita yang di ramalkan akan melahirkan raja-raja besar yang kuat yang akan menguasai seluruh wilayah...


Kupikir dia wanita yang doyan godaan ternyata aku harus bersikeras mendapatkan nya*. Ungkap Elvern.


"Haha..." kekah Elvern.


🍁🍁🍁


Clak


Suara pintu terbuka.


"Siapa..."


"Ahk yang mulia salam!" kaget Luan yang tengah beristirahat, terbangun mendengar suara pintu terbuka.


"Beristirahat lah, aku hanya ingin sedikit menyampaikan sesuatu," ketus Alaric, membuat Luan tidak nyaman.


"Kau tahu kau akan di urus oleh yang mulia ratu,"


"Ahk ya, saya sangat berterima kasih..." gugup Luan.


"Sebenarnya aku tidak setuju untuk mengurus anak seperti mu," ketus Alaric.


Luan terdiam menunduk, matanya sedikit demi sedikit mengeluarkan air mata.


"Tapi karena ratu bersikeras ingin mengurus mu, aku tidak bisa menolak nya," ucap Alaric.


"Aku punya syarat agar kau hidup dn tumbuh dengan baik di bawah urusan ratu,"


"Saya akan menuruti syarat itu," ujar Luan.


"Kau harus melakukan sumpah!". "Sumpah?" Luan tidak mengerti.


"Yah, sumpah seumur hidup, selama kau hidup kau harus setia dan menjaga ratu dan rela mengorbankan nyawa demi ratu," ujar Alaric.


"Jika sumpah itu tidak di turuti, aku tak segan membunuhmu!" Ancam Alaric.


"Baik!!!"


"Tanpa di beri perintah pun, saya memang akan bersumpah untuk mengabadikan hidup saya untuk Ratu," tegas Luan.


"Karena ratu adalah hal yang paling berharga bagi saya," ujar Luan sambil meneteskan air mata.


"Terserah apapun itu, perintah apapun itu, jika itu demi ratu aku akan melakukan nya!!" tegas Luan.


Alaric pun setelah mendengar itu pergi tanpa sepatah kata apapun.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2