
...25...
...❤----------------🖤...
Aku berpisah dengan Alaric karena Alaric datang ke pesta istana raja Heperos, tapi tiba-tiba ibu datang ke istana.
Aku sangat senang sekaligus khawatir karena datang malam-malam sendrian.
"Ibu ada apa datang kemari,"
Aku sangat kaget dan juga penasaran.
"Memangnya ibu tidak boleh datang ke istana ratu???" canda ibu Diana. "Haha tentu saja boleh ibu..."
Aeris tertawa kecil.
"Tapi saya penasaran kenapa anda datang kemari malam-malam???"
"Ahk di istana berisik, mereka tengah berpesta, jadi aku memutuskan untuk makan malam di sini dan duduk di sini sampai pesta berkahir!"
Terlihat wajah Diana yang kesal.
"Oh iya apakah itu pesta untuk merayakan kedatangan Kesatria yang baru saja memburu hewan buas???"
"Tidak salah, mereka sedang merayakan kedatangan kesatria karena kesatria sudah mengalahkan monster yang ada di wilayah utara terpencil," ujar Diana.
"Apa akan ada sesuatu di wilayah sana? Projek atau apa??" tanya Aeris penasaran.
"Ratu memang pintar," puji Diana pada anaknya itu.
"Ahk saya hanya mengira apa itu benar??"
"Yah katanya begitu, Alaric yang merencanakan pembangunan di sana, karena tempatnya yang luas dan tumbuhan sangat banyak!"
Mereka pun berjalan sambil menikmati obrolan mereka.
"Ibu koki sudah menyiapkan makanan ini waktunya makan malam, mari ibu!" ujar Aeris.
"Ayo ini pertama kalinya makan dengan ratu," goda Diana.
"Ibu panggil aku Aeris saja, saya anak ibu sekarang," ucap Aeris malu-malu. "Ahk manisnya ratu bisa malu-malu..." kekah Diana.
"Ahk ibu jangan begitu..." kekah Aeris.
Aeris dan Diana pun duduk di meja makan dan makanan sudah siap tersaji.
"Woah selamat makan,"."Selamat makan juga,"
Aeris dan Diana pun menyantap makanan dengan tenang, lalu setelah selesai makan Diana berniat untuk menginap.
"Ahk kurasa untuk pulang ini terlalu malam, aku akan menginap disini apa Aeris tidak keberatan???"
"Tentu saja, nanti saya antara kan," balas Aeris.
"Tidak aku akan menggunakan kamar dulu ku di sini, Aeris yang harus ibu antara kan, ibu ingin memberi tahu sesuatu,"
"Woah aku jadi penasaran..." girang Aeris.
"Mari ini waktunya istirahat, jika Aeris belum mengantuk ibu berniat menunjukan sesuatu," ucap Diana. "Apapun untuk ibu, saya juga penasaran," tukas Aeris.
Aeris pun mengikuti Diana ke kamar lamanya saat menjabat jadi ratu.
"Nah ini dia yang ingin ku tunjukan, aku meninggalkannya di sini,"
Sebuah kalung dan anting dengan liontin emas Ruby di perlihatkan oleh Diana pada Aeris.
"Woah ini sangat cantik, apa ini punya ibu???" kagum Aeris.
"Tidak... Ini punya ratu wilayah utara dulu yang di turunkan pada setiap ratu baru,"
"Apa ibu tahu siapa pemilik pertama???" tanya Aeris penasaran.
__ADS_1
"Yah ratu sebelum ku yaitu ibu ku mengatakan ratu Rose adalah pemilik pertama," ucap Diana.
"Nama nya sangat cocok dengan liontin nya,"
"Yah benar, aku juga langsung teringat dengan mu Aeris liontin ini sangat serasi denganmu," ucap Diana.
"Haha ibu, ibu berlebihan..."
Aeris merasa tidak enak.
"Ibu benar, dan wajahmu juga mirip dengannya..."
"Apa ibu pernah melihat foto ratu pertama kerajaan Euthoria???"
"Yah itu sudah turun temurun, apa Aeris penasaran???" tanya Diana sambil tersenyum.
"Yah tentu saja," sahut Aeris semangat matanya sampai berbinar. "Besok akan lu tujuan untuk sekarang terimalah ini!"
Dia memberikan Kalung serta anting dengan Liontin Ruby itu pada Aeris.
"Ini adalah warisan turun temurun jadi jangan kaget, waktunya aku memberikannya pada mu Ratu Aeris," ucap Diana memberikan warisan itu dengan bangga.
Aeris pun menerima kalung itu dengan perasaan terharu.
"Saya akan merawatnya dan mewariskan nya kepada ratu berikut nya!"
"Yah... Jaga dengan baik," lirih Diana senang.
Karena hari sudah larut, jam menunjukan pukul dia bekas yang berarti sudah tengah malam, Diana menyuruh Aeris untuk beristirahat untuk pergi ke suatu tempat besok.
"Woah waktunya istirahat..."
"Pasti Alaric sudah pulang,"
Aeris pun berjalan sendiri menuju kamarnya.
"Hallo yang mulia ratu,"
Pangeran Elvern...
Dia terlihat mabuk...
"Yang mulia ratu salam, anda belum tidur???" tanya Elver dengan lagak orang yang mabuk.
"Saya mau istirahat, anda juga sudah terlihat mabuk beristirahat lah!!!" titah Aeris mulai risih.
"Ratu... Kenapa kau se-selalu menghindari ku???"
Elvern mendekati Aeris sambil berjalan linglung karena mabuk.
"Pangeran anda keterlaluan,"
Elvern tiba-tiba mendekati wajah Aeris tapi seseorang menepis nya.
"Jangan ganggu ratu pangeran Elvern!!!"
"Ahk, yang mulia..."
Syukurlah yang mulia datang.
Tapi yang mulia juga terlihat mabuk.
Dengan raut wajah kesal Elvern pun pergi dengan cepat.
Raut wajah yang biasanya tersenyum mencurigakan kini dengan percaya diri di hadapan tuan rumah menatap dengan penuh emosi, apa ini tabiat buruk nya???.
"Terima kasih yang mulia,"
"Sama-sama ratuuuu..."
BRAK
Alaric jatuh ke pangkuan Aeris.
__ADS_1
"Oh astaga,"
"Apa aku akan membawanya sampai kamar, dia berat sekali..."
"Hmmm, ratu anda sangat harum..." lirih Alaric .
Perkataan itu menggelitik ke telinga Aeris.
Sontak Aeris diam membeku di tengah gelapnya malam karena salah tingkah.
Yang mulia aku tidak mau bilang begini tapi saat mabuk dia berbahaya dan menyebalkan.
Aeris pun sekuat tenaga membawa Alaric sambil di gendong punggung.
Lama menggendong Alaric di letakan di ranjang.
"Oh astaga, badanku sudah lama tidak mengangkat barang berat, sekalinya mengangkat, mengangkat raja."
"Ahk dia terlihat sesak,"
Aeris pun membuka keraj baju Alaric agar tidak sesak nafas.
"Hmmm," Alaric memberontak.
"Sebentar yang mulia..."
Aku seperti sedang membenarkan baju bayi yang sering memberontak.
"Oh astaga..."
Alaric tiba-tiba bergerak dan melepas bajunya sendiri, dan kini Alaric telanjang dada.
Aeris terduduk, mulutnya terbuka lebar seperti matanya.
"Ya ampun tabiatnya saat mabuk BERBAHAYA!"
"Ratu... Ratu... Ratu..."
"Dia mengigau kan aku..."
Aeris mendekati wajah Alaric dan tiba-tiba Alaric tanah sadar menarik Aeris ke ranjang dan mendekap Aeris.
Benar-baner berbahaya...
Aeris hanya bisa pasrah.
"Dingin..."
"Ahk yang mulia kedinginan,"
Aeris pun menyelimuti Alaric dengan selimut tapi selimut malah melepaskannya lagi.
"Oh astaga katanya dingin," keluh Aeris.
"Ahk apa..."
Aeris terlihat ragu-ragu, tapi Aeris memeluk Alaric dan Alaric saat di peluk Aeris tidak memberontak sama sekali.
"Manja sekali," kekah Aeris.
"Hangat..." lirih Alaric.
Alaric semakin mendekatkan dekapannya ke Aeris.
"Hah yang mulia apa anda masih bangun???" ragu-ragu Aeris tapi tidak ada jawaban sama sekali.
Hah dia baru saja mabuk, pasti tidak sadar, aku pikir yang mulia orang yang tidak suka minum.
Aeris pun tertidur sambil memeluk Alaric.
***
"Dasar menyebalkan harusnya aku yang tidur di sisi Aeris ku!!!!"
__ADS_1
...----------------...