
...36...
...❤----------------🖤...
"Aeris bertahan lah!!!"
Alaric berusaha sekuat tenaga agar Aeris cepat-cepat dapat pertolongan.
Sementara itu Heli sibuk mencari Yola.
"Ahk bagaimana ini aku harus bersembunyi dimana!!!"
Yola berusaha mencari tempat persembunyian tapi itu hal yang mustahil karena Heli bisa menemukannya.
"Ke-te-mu!"
Heli menatap horor ke arah Yola. Tatapan Heli kosong.
"Ahk menjauh dari menjauh!" Yola histeris ketakutan.
"Aku tidak akan melakukan ini kalau kau tak menyakiti keturunan Aeris, berani sekali kau membunuh calon raja-raja besar!"
Heli adalah seorang dewa yaitu dewa Helios yang menjelma sebagai manusia dan memimpin kerajaan barat Sorin.
Itu pasti kekuatan Heli sangat kuat karena Helios termasuk keturunan dewa.
Heli mengeluarkan kemampuan nya untuk menyerang Yola, Yola hanya bisa menghindari itu pun kalau dia beruntung. Tapi jika tidak takdir yang hanya tahu.
"Aku akan melenyapkan mu!!!" teriak Heli lalu menyodorkan kekuatan nya ke arah Yola.
"Jangan lakukan itu yang mulia raja Helios!!!"
Aya Yola memasang tameng untuk anak nya.
"Menyingkir lah jika kau masih ingin hidup!"
"Tolong ampuni putri saya, saya bisa menerima hukuman apa saja asal jangan bawa nyawa dia yang mulia..."
Raja Henry sampai bersujud pada Heli.
'Heli jangan bunuh putri Yola'
"Hah suara ini, suara Aeris,"
"Itu suara roh nya itu berarti?"
"Tidak, tidak mungkin, tidak mungkin Aeris..."
__ADS_1
Heli pun pergi berteleport ke tempat Aeris berada.
Sial aku terlalu marah sampai aku lupa aku harus memperioritas kan Aeris yang terluka.
Setidaknya Aeris selamat, kumohon...
Heli pun berusaha menerka-nerka di mana Aeris sekarang.
"Ah ketemu!"
Heli pun berteleport ke tempat Aeris.
Dan bertemu lah Aeris yang tengah di bawa oleh Alaric.
"Hai kau kemana saja, ayo gunakan teleport mu itu!!!"
"Baiklah..."
Heli pun bergegas melakukan sihir teleport untuk mengantarkan Aeris agar segera di tangani.
Dan teleport pun berjalan dengan baik, Aeris pun di bawa ke kamar.
Semua orang panik saat melihat Aeris di bopong berlumuran da**h.
"Tabib cepat panggil tabib!" teriak Alaric.
Sementara Helios, Helios pun berusaha mengobati Aeris.
"Bagaimana keadaan nya!"
"Dia kritis," ujar Helios.
"Apakah ratu akan baik-baik saja!" ucap Blancha.
Ini semua salahku, andai aku tidak mengadakan perta pernikahan.
Ini semu karena keegoisan ku. ucap Blancha.
"Huhu hiks, maafkan aku Aeris!"
Beberapa menit kemudian Tabib-tabib yang elit pun di panggil untuk menolong Aeris.
"Harap semuanya keluar dari ruangan, saya berjanji akan menyelamatkan ratu!"
Alaric sempat tidak menerima tapi akhirnya Alaric pun berusaha menunggu di luar ruangan.
"Mari kita mulai kondisinya sudah kritis!'
__ADS_1
"Bisakah aku membantu!" ujar Helios.
"Ahk anda!"
"Ini bukan waktunya mengagumimu ku, kita harus bergegas menolongnya, ingat prioritas kan saja ratu tidak dengan anak nya!" tegas Helios.
"Ba-baik," ucap tabib serempak.
Penyembuhan pun berlangsung lama, membuat semua orang yang menunggu nya resah.
Beberapa jam kemudian...
"Ahk dia sudah sadar!"
Aeris perlahan mulai membuka matanya.
"Ayo kerahkan sedikit lagi kekuatan kita!"
"Siap!!!"
Aeris pun membuka matanya jelas dan mulai mengeluarkan suara.
"Heli..."
Lirih Aeris masih dalam keadaan lemah.
"Aeris..."
Heli dan semua pendeta terduduk lemas dan juga lega setelah melihat Aeris sadar.
"Aeris apa kau ingat aku," tanya Heli.
"Yah,,, kau... adalah he-li,"
Aeris kembali pingsan.
"Ahk bagaimana ini," panik Helios.
"Tenang yang mulia, ratu Aeris hanya lelah, kondisinya sudah baik hanya saja ratu Aeris butuh istirahat cukup, dia hanya pingsan, tenanglah!"
"Ahk syukur lah..."
Semua tabib pun memberi tahu kalau Aeris selamat.
...----------------...
{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}
__ADS_1