
...16...
...❤----------------🖤...
TAP... TAP... TAP...
Suara langkah kaki.
Ratu dadakan tengah tidur pulas.
Aku akan membunuhmu, untuk membayar kesialan ini.
Edana meletakan tangannya di leher Aeris dan mencekiknya.
"Mati kau mati!!!" teriak histeris Edana.
"Hentikan Edana!!!"
Alaric!!!
"Lepaskan tanganmu dari Alaric." titah Alaric kesal.
"Tidak... tidak akan, sebelum kau menikahi ku lagi dan menjadikan ratu aku tak kan melepaskan tangan ini," histeris Edana.
karena memiliki sifat iri dengki, sifat itu membuat raut wajah Edana seperti orang gila.
"Jangan mengada-ngada!" ketus Alaric.
"Alaric, jangan berbohong, kau masih mencintaiku kan hah!!"
"Kau sudah gila, lihat perbuatan mu itu,"
"Luan kalau kau telah bersumpah melindungi ratu, bawa dia ke penjara," titah Alaric.
Luan pun yang tak terlihat kini muncul di balik Alaric.
"Hah haha, Luan aku ibumu loh, apa kau mau memenjarakan ibu mu tersayang," oceh Edana.
Dia jadi tidak waras.
Luan pun menarik Edana pergi dari dekat Aeris.
"Tidak, aku harus membunuh dia, tunggu aku harus membunuh dia," teriak Edana.
"Aaaaaaaa aku harus membunuhnya agar aku jadi ratu!!!"
Edana pun sudah tak terlihat lagi jejaknya.
"Apa ratu baik-baik saja, leher ratu apa sesak??"
Lihat wajahnya yang khawatir itu.
"Saya baik-bauk saja yang mulia," ucap Aeris sambil tersenyum.
Bohong jika aku tidak kaget, dia benar-benar berniat membunuhku.
"Kalau begitu hari sudah malam, aku akan membawa makanan untuk makan malam kesini," ujar Alaric berlanjut pergi.
Alaric benar-benar memperhatikanku, saat aku terbangun, aku bisa melihat dia tengah tertidur di sofa.
Baru satu hari aku jadi pengangguran begini, tapi rasanya lelah padahal hanya diam saja aku ingin kembali beraktivitas.
"Makan malam sudah datang~"
"Woah..."
Alaric pun berjalan ke arah ranjang Aeris untuk memberikan nampan berisi makanan.
__ADS_1
"Hmmm ratu," gugup Alaric.
"Yah???"
"A-apa aku boleh menyuapi mu???" tanya Aeris gelagapan.
Ahk dia malu-malu padahal dia tengah melakukan hal yang baik.
"Suatu kehormatan bisa di suapi oleh seorang raja dari kerajaan besar~" goda Aeris.
"Haha suatu kehormatan juga bisa menyuapi ratu baik hati ini," goda balik Alaric.
"Hahahahhahaha," mereka tertawa.
"Baiklah ini buka mulut ratu!!" pinta Alaric.
Aeris pun membuka mulutnya agar Alaric bisa menyuapi Aeris.
"Apakah enak???" tanya Alaric.
"Yah enak," girang Aeris.
Dia sangat dan lebih cantik saat tersenyum.
Ratu sudah mengalami hal-hal yang berat, aku ingin berada di sisinya agar Ratu tidak menangis lagi.
"Ada apa melamun begitu yang mulia..." tanya Aeris penasaran.
"Tidak aku hanya sedang menatap ratu ku yang sangat cantik ini, anda sangat cantik saat tersenyum," puji Alaric.
Alaric tidak berbohong, Aeris bisa melihat sorot mata Alaric yang menatapnya dengan begitu haru dan tulus.
"Haha terimakasih untuk pujian nya yang mulia, entah berapa kali anda memujiku,"
"Apa ratu tidak suka di puji???" tanya Alaric..
"Yah, aku jadi merasa tidak enak, tapi terimakasih hehe,"
Mulai lagi, dia sudah jadi penggoda handal.
"Yang mulia~ anda sudah pandai menggoda," kekah Aeris yang mulai tidak enak terus di goda oleh Alaric.
"Hehe,"
Aeris pun selesai makan, karena hari mulai larut semua pun mulai tidur dan beristirahat.
"Selamat malam!"
"Malam yang mulia!"
🍁🍁🍁
Pagi pun tiba...
"Yang mulia semalam anda tidur dengan nyenyak!" sapa sofia.
Sofia masuk ke kamar Aeris untuk memandikan Aeris karena itu salah satu tugasnya.
"Selamat pagi yang mulia ratu~" girang Lili seperti biasa.
"Selamat pagi semua!" jawab Aeris dengan semangat.
Aeris pun bersiap di bantu oleh dayang-dayang nya.
Setelah selesai bersiap Aeris pergi ke istana nya untuk bekerja dan melakukan rutinitas biasnya.
"Selamat datang yang mulia, syukurlah anda sudah sembuh," ucap Rigel.
__ADS_1
"Woah apa aku terlalu lama meninggalkanku, kurasa kau tidak tidur seharian," ejek Aeris.
Selama pemulihan Rigel sebagai bawahan Aeris menggantikan Aeris bekerja.
"Tidak anda sangat hebat, bisa mengerjakan ini setiap hari, kurasa aku akan muntah..." ucap Rigel.
Wajah Rigel benar-benar seperti orang yang sudah muak.
Ahk kurasa aku harus memperlakukan Yang mulia Alaric lebih baik lagi. Ujar Rigel kapok.
"Sebelum nya terimakasih telah menggantikan ku, aku akan memberimu hadiah nanti," ujar Aeris.
"Hah berkah itu?!!!"
Wajah Rigel yang tadinya lemah, letih, dan lesu berubah menjadi cerah saat mendengar hadiah.
"Katakanlah apa yang anda inginkan, nanti aku siapkan oke!"
"Oke yang mulia, yang mulia ratu memang yang terbaik!!!" Girang Rigel.
"Baiklah ayo selesai pekerjaan kita dulu," sahut Aeris. "Oke!!!" Jawab Rigel bersemangat.
"Oh ya ratu sebelum nya, saat mendengar ratu selamat, Duke Altair ingin bertemu dengan anda, tapi yang mulia tidak mengijinkan,"
"Ahk mau apa Duke Altair bertemu denganku???" tanya Aeris penasaran.
"Dia ingin berbicara sebentar, sebelum pulang,"
Jujur aku tidak mau bertemu dengannya, dia selalu membuat yang mulia salah paham, tapi ini untuk terakhir kalinya.
"Oh ya dan Pangeran Serulin juga ingin bertemu dengan ratu," tambah Rigel.
"Pangeran Serulin? Aku tidak mengenal nya, siapa pangeran itu??" tanya Aeris lagi bingung.
"Ahk ku pikir yang mulia ratu tahu, pangeran Serulin adalah pangeran dari Kerajaan Shenawan timur, ia telah menolong anda saat anda tengah sekarat,"
"Saya tak percaya anda dan pangeran Serulin saling tidak kenal, jadi... Apa niatnya membantu yang mulia???" bingung Rigel.
Ahk membingungkan saja.
"Rigel, sampai kan kalau aku ingin bertemu dengan mereka tapi di waktu yang berbeda, aku akan menemui mereka satu persatu," pinta Aeris.
"Baik yang mulia,"
"Terima kasih!" ucap Aeris
Rigel pun langsung mengabari Duke Altair dan pangeran Serulin untuk bertemu Aeris nanti.
Pekerjaan sudah selesai, Aeris pun bergegas pergi menemui dua orang itu, dan yang akan pertama Aeris temui adalah pangeran Serulin.
🍀🍀🍀
"Bawahan ratu bilang, yang mulia ratu ingin bertemu dengan saya, suatu kehormatan bertemu dengan anda!" ucap Serulin.
Ini kah pangeran Serulin itu, dia sangat cantik...
"Maaf menggangu waktu, karena saya baru bisa bertemu sekarang, jadi sebenarnya apa yang ingin anda bicarakan," tanya balik Aeris.
"Saya jatuh cinta pada pandangan pertama, dan itu adalah anda," spontan Serulin.
Aeris hanya terdiam karena Serulin belum mengakhiri pernyataan nya.
"Tapi saya tahu, anda ternyata adalah ratu dari wilayah ini, jadi aku berusaha mengubur perasaan itu, karena itu perasaan yang sekejap,"
"Hmmm... Saya menghargai perasaan anda yang sekejap itu, saya juga berterima kasih atas pengertian dan kewarasan anda," sarkastik Aeris.
"Haha ratu memang wanita yang menarik,"
__ADS_1
"Dan aku ingin bertanya sesuatu.."
...----------------...