I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
KESERAKAHAN


__ADS_3

...14...


...❤----------------🖤...


"Aku kembali yang mulia," ungkap selamat datang ku pada Alaric.


Alaric memeluk ku dengan erat seolah itu adalah pelukan terakhir.


Semua orang bahkan hanya melihat dari jauh, karena membiarkan ku dengan Alaric. Seolah melihat ku sadar itu sudah cukup bagi mereka. Tapi tidak untuk pria yang di beri gelar raja ini.


Kini semua orang sudah tahu sisi lemah seorang Alaric, dan kurasa Alaric tidak mempedulikan nya.


"Ahk... Yang mulia ini sesak,"


"Oh maaf kan aku." jawab Alaric panik.


Alaric pun melepaskan pelukan nya dari Aeris.


"Aeris maafkan aku, karena aku tidak mengecek makanan yang akan di sajikan dulu, aku merasa kecewa kau hampir kehilangan nyawa karena keteledoran ku,"


Ratu wajah ibu tidak berbohong, saat aku kehilangan kesadaran ku, aku ingat di berteriak kaget.


Matanya juga bengkak, aku melihat nya merasa tidak tega, karena bagaimana pun itu bukan kesalahan ibu.


"Ibu jangan merasa bersalah, itu bukan salah ibu, ku mohon aku jadi sedih," pinta Aeris memohon pada ibunya.


"Hmm..."


"Syukurlah nak kau baik-baik saja,"


Ahk yang mulia raja, akhirnya aku bisa melihatnya.


"Maaf saya tidak bisa menyapa anda dengan baik,"


"Itu tidak penting sekarang, istirahat dan pulihkan badanmu," pinta Hesperos.


"Ayah aku ingin bicara padamu!" potong Alaric.


"Hmmm... Baiklah!!!" jawab singkat Hesperos.


Kurasa dia sudah tahu... Ujar Alaric.


Kenapa suasana jadi canggung begini???. Ujar Aeris.


Alaric dan ayahnya pun pergi untuk berbicara.


"Yang mulia ratu saya sangat senang anda selamat!!!" girang Lili sampai sujud syukur.


"Yah saya juga, saya tidak bisa berkata-kata karena saking senangnya melihat anda bangun!!!" tambah Liki yang ikut mengeluarkan air mata.


*Padahal kami belum lama bertemu, rasanya kami punya ikatan yang kuat.


Aku harus berterima kasih pada ibu karena memberiku dayang-dayang yang sangat baik pada ku*.


Sementara itu...


"Langsung saja ayah, apakah ayah adalah orang yang tahu???"


Orang yang tahu adalah orang yang bisa meramal atau melihat sisi lebih dari manusia, tapi belum tentu ramalan itu benar atau tidak.

__ADS_1


"Yah..."


"Apa ayah membawa Aeris kesini karena ramalan itu???" tanya Alaric.


"Tidak, tapi aku lah awal dari lamaran itu!"


"Apa maksud ayah???"


"Begini awal aku bertemu dengan Aeris mu itu!" ujar Hesperos.


Hesperos pun menceritakan alasan kenapa Aeris ingin di jadikan ratu di wilayah nya.


Suatu hari....


Aku tengah berkunjung ke kerajaan Rania, kerajaan tempat Aeris lahir, karena bosan dengan suasana istana yang mewah, aku pun pergi ke hutan yang ada di dekat Rania untuk melatih stamina ku dengan memanah sambil menunggangi kuda.


Karena stamina ku mulai melemah seiring bertambahnya usia, aku pun terjatuh saat menunggangi kuda.


Lalu tiba-tiba ada seorang gadis kecil yang datang kepadaku, aku bisa melihat cahaya dari dirinya meskipun perawakan wanita itu seperti seorang yang habis melayat dari makam.


Dia memasang wajah kaget, lalu dia tiba-tiba mengoceh kepadaku seperti ibumu.


"Astaga paman kenapa dengan anda!!!"


Raut wajahnya benar-benar khawatir, membuatku tidak ada rasa curiga sama sekali padanya.


"Lihat! paman, kaki paman berdarah!!!"


Dia melihat-lihat luka ku yang berdarah lalu dia mengobati ku.


"Sebentar paman biar ku obati,"


Lalu dia kembali memarahiku.


"Paman, lain kali berhati-hati yah, beruntung paman bertemu denganku, kalau tidak luka paman bisa infeksi!"


Aku bertanya padanya siapa dia, dia menjawab dengan gugup kalau dia adalah putri dari adik raja Henry atau Duke Meiron. Kurasa Aeris adalah orang yang tidak terlalu suka menunjukan seberapa tinggi jabatannya, karena dari cara berpakaian dia sangat sederhana dan selalu mengenakan pakaian yang gelap.


Setelah itu aku pergi, dia tetap di hutan karena katanya dia sedang bermain dengan temanya.


Setelah kejadian itu aku pulang lalu bermimpi tentang Aeris, aku bermimpi bertemu dengan seorang pria berambut emas pirang panjang, dia seperti bukan manusia.


Dia mengatakan kalau Aeris adalah titisan dewi, yang terlahir untuk manusia yang akan melahirkan raja-raja besar dan menguasainya.


Aku pun terbangun dan mengatakan itu pada pendeta-pendeta yang mengerti dan itu benar, berita itu bocor karena seseorang yang masih belum di ketahui siapa dalangnya.


Aku tidak terlalu mempedulikan nya karena posisi ratu di wilayah utara sudah ada menempati, namun karena suatu tragedi, nenekmu meninggal ulah Edana, Tahta untuk ratu pun di kosongkan.


Aku pun mendapatkan kesempatan sebelum Aeris di dapatkan oleh Kerajaan-kerajaan besar lainnya. Dan yah aku pun menceritakan itu kepada raja Henry dan karena hubungan kami yang baik, Kami menyetujui perjodohan antara kau dan Aeris.


"Begitulah kronologi nya, aku sangat merasa bersalah telah merenggut kebebasan Aeris yang katanya belum siap menikah dan masih menikmati kehidupannya," ujar Hesperos tersenyum menutupi rasa bersalahnya.


"Kau bisa marah padaku karena keserakahan ku!"


Alaric hanya terdiam, dia merasa bersalah setelah menikahi Aeris.


PLANG!!!


"Ahk suara apa itu!!!"

__ADS_1


Alaric pun dengan cepat berlari ke sumber suara dan tengah mendapati Aeris yang tengah berdiri.


"Ratu!!!"


Hesperos pun kaget mendengar itu.


Ahk Aeris tidak ada waktu untuk bersembunyi.


"Maafkan aku yang mulia, dan ayah..." lirih Aeris menampakan wujudnya yang bersembunyi.


"Kau memang harus tahu," ucap Herperos sambil tersenyum agar Aeris tidak panik.


"Jadi apa kau kecewa ratu!" tanya Hesperos.


"Yah, tapi itu sudah berakhir karena aku sudah menjadi bagian dari wilayah ini, aku akan berusaha menerimanya karena kalian sudah jujur padaku," ungkap Aeris.


"Ratu..."


Alaric menatap Aeris tidak percaya.


"Tapi tolong jangan paksa aku karena aku adalah orang yang di ramalkan itu," tukas Aeris.


"Aku tidak suka di manfaatkan," tegas Aeris.


Aeris pun pergi dan Alaric tak tinggal diam dan mengejarnya.


"Tunggu ratu, tunggu!!!"


Aeris terus berlari tidak mempedulikan Alaric yang mengejarnya.


*Aku di manfaatkan untuk melahirkan keturunan agar bisa menguasai seluruh wilayah.


Memang suatu saat nanti aku akan di beri keturunan jika itu pasti, tapi entah kenapa perasaan ku campur aduk*.


"Ratu...."


Akhirnya Alaric menggapai Aeris dan mereka pun berhenti berlari.


"Tunggu dengarkan aku, aku tahu ayah serakah tapi..."


"Tapi apa!!!" potong Aeris.


"Kau juga akan memaksaku melahirkan keturunanmu!!!" teriak Aeris.


"Tidak... Tidak seperti itu..."


"Lalu apa!!!" bentak Aeris.


Alaric memeluk Aeris agar Aeris tenang.


"Tenang, jangan menangis tenang!!!"


"Lepaskan... Huhu... hiks... Lepaskan!!!" rengek Aeris memberontak.


"Ratu mungkin ayah serakah karena telah menjodohkan kita, tapi aku juga baru tahu dan aku tidak akan berniat memanfaatkan ratu," ucap Alaric.


"Bohong kau pembohongan..."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2