I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
MEMBERKATI


__ADS_3

...30...


...🖤----------------❤...


"Ratu katanya anda sibuk mencari hadiah untuk kelahiran anak dari Duke Konan???"


Alaric dan Aeris tengah berjalan-jalan di sekitar taman.


"Yah, aku harus memikirkannya karena pestanya segera tiba,"


"Apa mau aku kasih saran," tawar Alaric.


"Ahk boleh."


Aku penasaran dengan saran dari Alaric setelah sekian saran bermunculan.


"Tapi ada syarat nya jika mau tahu pendapatku!"


"Apa itu???"


"Kalau begitu tolong cium aku dulu~" pinta Alaric.


"Hah? Apa maksud yang mulia?"


Dia semakin pandai menggoda.


"Apa saran itu bisa di pasti kan bagas??? Kalau nggak mah gak mau ah!" ucap Aeris datar.


"Baiklah tidak apa-apa jika ratu tidak mau, aku menyarankan batu sihir!" ketus Alaric.


*Batu sihir, itu bukan hal yang buruk malah bagus.


Aku akan memberikan batu pelindung sihir*...


"Saran yang bagus,"


Cup


Aeris mencium pipi Alaric singkat lalu tiba-tiba berlalu pergi.


"Ahk hanya ini, dan ratu mau kemana!!!" Teriak Alaric pada Aeris yang tiba-tiba berlari pergi.


"Aku dan dayang-dayang ku akan membeli batu sihir, tunggu aku pulang ~"


Aeris pun pergi meninggalkan Alaric yang terdiam membeku.


"Hupttt,"


Alaric membuang nafas kasar.


Acara pesta kelahiran pun tiba...


Aeris dan Alaric sudah datang ke kerajaan Rania, perta di gelar di kediaman keluarga Duke.


"Selamat datang yang mulia raja dan yang mulia ratu, suatu kehormatan anda mendatangi acara ini!"


"Terimakasih sudah mengundang!"


Aeris sebelum acara sibuk menyapa keluarganya sedangkan Alaric berbincang dengan teman seumurannya.


"Ayah ibu aku datang!!!"


Aeris memeluk ayah ibunya.


"Ratu kita ternyata masih suka manja kalau bertemu orang tuanya," goda ibu Aeris.


"Ini karena aku merindukan ayah dan ibu," rengek Aeris. "Haha kami juga merindukan mu ratu..." ucap orang tua Aeris.


"Ahk dimana kak Selena dan Kak konan aku ingin melihat bayi nya!"


"Mereka sedang bersiap-siap, ratu bisa menemui mereka nanti setelah selesai upacara," ujar ayah Aeris.


"Apa acara nya masih lama???" tanya Aeris. "Sebentar lagi bersabar ya ratu~" goda ibu Aeris.

__ADS_1


Aeris hanya terkekah.


"Salam yang mulia ratu..."


"Ahk Riana!!!"


"Halooo,"


Riana dan Aeris saling berpelukan.


"Ahk bagaimana kabarmu???"


"Aku baik-baik saja, bagaimana denganmu Riana???"


"Sangat baik karena melihat mu!" ungkap Riana. "Bisa aja kau!" ucap Aeris.


"Salam yang mulia!"


"Ahk???"


Seorang pria bersurai hitam pekat dengan iris berwarna kuning tengah memberi salam pada Aeris.


"Ini adalah tunangan ku Johan, aku ingin memperkenalkan nya pada ratu," ucap Riana.


"Salam," jawab Aeris.


"Dia sangat malu jadi aku sedikit memaksanya hehe," ungkap Riana.


"Haha tidak apa-apa,"


"Riana apa kau merasa ada yang kurang???"


"Yah kita kekurangan satu anggota kita," ujar Rania menyadarinya.


"Benar Blancha yang hyper tidak datang!" kelah Aeris dan Riana.


Aeris dan Riana tertawa kecil namun jadi pusat perhatian semua orang yang melihatnya.


Semua di tempat itu berbisik tentang mereka.


"Hubungan mereka terlihat sangat dekat,"


"Pusat perhatian memang sangat berbeda."


"Tapi mana nona Blancha bukanya mereka berteman dekat dengan mereka,"


"Katanya dia di negara timur di Kerajaan Moonlight, dia punya kekasih jadi tidak datang. "


"Bukan nya wilayah timur kerajaan Moonlight tidak di undang ya???"


Sementara semua orang sibuk bergosip...


"Alaric ratu sangat pandai bergaul ya," kata teman Alaric.


"Yah dia pandai dalam segala hal," ujar Alaric senang.


"Woah begini kah seorang yang di kenal dingin ketika jatuh cinta!" canda teman Alaric.


"Terserah, tapi aku memang mencintai nya..."


"Woah raja jadi blak-blak kan,"


Upacara kelahiran pun yang di tunggu-tunggu di mulai.


Selena dan Konan yang tadi tidak nampak batang hidungnya padahal ini adalah acara mereka kini datang sambil menggendong Isa.


Dan upacara pun dimulai, mulai dari doa dan berkat. orang-orang penting seperti raja Henry dan tokoh-tokoh besar datang memberi berkat.


Dan setelah acara berkat pun pesta di mulai dan penyerahan hadiah tapi...


"Sebelum pesta nya di mulai, jika tidak keberatan saya menginginkan satu berkat lagi dari seseorang!"


Semua orang mulai bertanya-tanya siapa dan mulai riuh.

__ADS_1


"Aku ingin ratu kerajaan Euthoria jika tidak keberatan memberi berkat pada anak saya!" pinta Selena sambil berharap.


Aeris terdiam bingung harus mengatakan apa karena dia tidak pernah memberkati seseorang.


"Lakukan lah yang mulia ratu!"


Seorang menepuk pundak Aeris.


"Yang mulia raja Henry!"


Yang mulia raja Henry adalah raja di kerajaan Rania dan kakak dari ayah Aeris duke Meiron.


"Apa tidak apa-apa orang seperti saya memberi berkat?" tanya Aeris tidak enak.


"Kamu bukan orang biasa ratu, kamu adalah RATU!"


Sontak perkataan itu membuat Aeris tertegun dan menjadi yakin.


*Benar aku adalah ratu.


Aku layak*.


Aku bertatapan dengan Alaric dia memberi isyarat agar aku yakin dan tidak gugup dan aku pun mendatangi Kak Selana, kak Konan dan yang di nanti-nanti yaitu anaknya.


"Suatu kehormatan bisa mendapatkan berkat ratu!" ucap Selena terharu.


Aku menggendong bayi untuk pertama kali dan memberkatinya.


"Wahai anak! Semoga kamu tumbuh dengan baik dan sehat, dan yang paling penting kau harus hormat pada orang tuamu, semoga masa depan mu cerah, dan kehadiranmu bermanfaat untuk semua orang!"


"Terima kasih yang mulia ratu!"


Aeris mengangguk.


Adik ku sudah benar-benar tumbuh menjadi orang yang hebat...


Seorang ratu yang hebat...


Konan dan Selena bahkan semua orang terdekat Aeris takjub dan terharu karena Aeris tumbuh dengan baik.


Begitupun Alaric yang bangga melihat istrinya di hargai semua orang.


"Ratu benar-benar hebat!" ujar Alaric yang tadi adalah saksi yang melihat Aeris berjuang selama di kerajaan Euthoria.


Dari ratu yang tidak di anggap menjadi ratu yang mendapatkan pengakuan dari semua orang.


Bukan hanya wilayah utara, wilayah barat bahkan semua orang yang mengenal ratu, sangat tulus menyayangi ratu...


Ratu di ibarat kan bunga mawar...


Keberadaan nya sangat membuat orang akan memujinya saking cantiknya dan ingin mendapatkannya tapi tidak semua orang bisa mendekati nya karena ada duri, dan orang yang menyayangi ratu adalah perumpamaan dari duri itu...


Setelah berkat terakhir dari Aeris pesta pun di mulai.


Lalu banyak orang-orang yang tidak mementingkan pesta tapi berbondong-bondong melihat bayi dan memberikan nya hadiah.


Dan tibalah juga saat Aeris memberikan hadiah.


"Ini hadiah dari ku anak manis," ucap Aeris.


Alaric tersenyum melihat interaksi Aeris dengan seorang bayi.


Apa ini bayangan jika aku dan ratu memiliki anak???


Begitu kecil???


"Kak Konan, Kak Selena ini hadiah ku dan yang mulia raja untuk Isa yang berharga ini,"


"Woah apa ini tidak terlalu berlebihan!!!"


"..."


...----------------...

__ADS_1


Apa yang di berikan Ratu dan raja???


__ADS_2