
...37...
...❤----------------🖤...
"Ahk ini dimana, apa sekarang aku benar-benar mati???"
"Ibu..."
Hah siapa yang memanggil ibu.
"Ibu Aeris ini aku!"
"Hah siapa kamu???"
Sesosok pria tampan bersurai hitam dan pupil warna merah, gambaran nya seperti Aeris di versi laki-laki.
"Jangan kaget, aku anak mu bu!" ucap pria itu seraya tersenyum.
"Apa..."
"Ibu maaf aku tidak bisa lahir ke dunia, aku datang ke sini, ingin bertemu ibu untuk terakhir kalinya!"
"Tidak, maafkan ibu itu salah ibu!!!" ujar Aeris histeris.
Sontak Aeris langsung menangis.
"Ibu jangan menyalahkan diri ibu, aku sudah bahagia di sini, terimakasih ibu, ibu adalah orang yang sangat kuat!"
pria itu memeluk Aeris
"Maafkan aku hiks... Maafkan aku... aku tidak bisa menjaga mu huhu hiks..."
"Ibu, ibu selamat saja aku sudah bahagia, jangan pikirkan aku, lagian aku sudah suka di sini... "
Aeris seketika tetdiam.
"Mau bagaimana pun aku tidak bisa apa-apa saat berada dalam situasi berbahaya,"
"Ibu jika ibu merasa bersalah, tolong berikan nama untuk anak pertama mu ini,"
__ADS_1
Pria itu mengecup punggung tangan Aeris.
Dia sangat mirip Alaric.
"Hah..."
"Aku akan memberikan mu nama Anastasius,"
"Nama yang bagus terimakasih ibu!" girang Anastasius.
"Kalau begitu aku tidak punya waktu lama, ibu juga harus kembali ke dunia, terimakasih ibu selamat tinggal..."
Perlahan-lahan Anastasius menghilang di makan cahaya.
"Anastasius ibu menyayangi mu nak!!!" teriak Aeris di saat-saat terakhir anaknya mulia menghilang.
Kenapa tidak aku saja yang mati???
Aku, kenapa aku sangat lemah??
"Aeris... Aeris... Aeris..."
"Apa kamu baik-baik saja, kamu menagis!"
"Aku... Aku baik-baik saja!"
Aku rahasia kan saja saat aku bertemu dengan anak ku.
"Yang mulia maaf kan aku karena aku tidak bisa melindungi anak ku!"
"Tidak apa yang penting kamu selamat,"
"Aku tidak bisa bayangkan aku di tinggal oleh kalian dalam waktu yang sama!" ujar Alaric.
"Jangan merasa bersalah Aeris karena kau kehilangan anak pertama mu, dia baik-baik saja di sana!" timpal Heli.
Heli! Kenapa dia bisa kesini, padahal dia tinggal di alam yang berbeda.
"Sejak kapan kamu ada di sini Heli???"
__ADS_1
"Aku datang karena kau dalam masalah, aku pun turun ke bumi untuk menyelamatkan mu, dan ada seseorang yang memanggil ku juga!" ujar Heli.
"Maaf jika ini membuat mu cemburu yang mulia, tapi aku di beri tanggung jawab melindungi Aeris dari lahir,"
"Akan semakin banyak bahaya yang bisa menimpa kalian kapan pun di mana saja, karena Aeris adalah titisan dewi yang sudah di beritakan, padahal itu hal yang di rahasia kan tapi itu bocor,"
"Semua orang akan mengincar Aeris untuk di manfaatkan, karena Aeris di ramal akan menjadi ratu yang melahirkan raja-raja yang akan menguasai seluruh wilayah," ujar Heli.
"Karena aku sudah tahu ramalan itu, otomatis takdir akan berubah, belum tentu aku akan melahirkan raja-raja besar, alur berubah!" tukas Aeris.
"Yah karena ramalan sudah bocor takdir berubah," ujar Heli.
"Beruntung kamu menikah dengan Alaric, karena Alaric tidak memanfaatkan mu, aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika kamu Di manfaat kan untuk alat perkembangan biak kan," ucap sarkas Heli.
Aku dan Alaric saling bertatapan malu.
Benar Alaric tidak haus kekuasaan.
Dia selalu bersabar padaku.
"Aku akan memberikan tanggung jawab melindungi Aeris kepadamu karena aku tidak boleh terlalu sering turun ke bumi," ujar Heli.
"Sebenarnya kau ini apa, bukan nya kau raja di kerajaan Sorin," tanya Alaric.
"Itu hanya avatar ku, aku bisa membelah diri ku," ujar Helios.
"Identitas ku akan ku rahasia kan, anggap saja aku makhluk yang hanya di lihat oleh mu!" ketus Helios.
Helios pun menghilang begitu saja.
Sebenarnya Helios adalah seorang raja spirit, karena dia punya ciri khas layak nya spirit.
Setelah kejadian besar itu Aeris kembali hidup normal meskipun harus kehilangan hal yang berharga.
...----------------...
{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan
cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}
__ADS_1