I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
RUMOR YANG TIDAK BENAR


__ADS_3

...9...


...❤----------------🖤...


"Aku suka Ratu..." ucap Alaric.


"Apa kurang jelas!" Kesal Alaric.


Aeris hanya terus melebarkan matanya dan tak percaya apa yang di katakan Alaric.


"Apa Ratu suka padaku, apa Aeris lebih suka Duke Altair!" Gerutu Alaric.


"Ahk apa maksud anda," Aeris sudah tidak diam mematung.


"Aku sangat marah melihat Duke Altair ada di kamar anda, apa yang sedang kalian lakukan!!!" Tanya Alaric dengan raut wajah kesal.


"Ahk anda salah paham! Duke Altair di kamarku untuk mengobati Luan, itu juga aku tidak tahu alasan dia membantu saya, padahal saya bisa memanggil tabib," ungkap Aeris.


"Kalau begitu apa Ratu menyukaiku?" tanya Alaric blak-blakan.


"Ahk,"


Seketika Aeris kembali membeku.


"Apa Ratu menyukai pria di hadapanmu," tanya Alaric mendekat ke wajah Aeris.


"Uhk..." desah Aeris tidak betah.


Aeris mendorong Alaric agar menjauh.


"Iya... Iya... Iya..."


"Ahk Ratu menyukai ku, benarkah itu!" tanya Alaric girang.


Yah rasa maluku terbayarkan.


"Iya karena itu aku menangis..." Gumam Aeris.


"Apa maksud Ratu???"


Dia sangat gampang memanggilku walaupun terlihat dia menahan malu nya, aku sangat gugup karena tingkahnya tiba-tiba berubah drastis...


"Sebenarnya aku sedikit kesal dan berpikir negatif... Aku pikir Luan adalah anak anda dan Nona Edana." ungkap Aeris.


"Haha itu bukan, jadi jangan salah paham lagi ya..."


"Ratu sangat merepotkan saat cemburu," ejek Alaric.


"Apa anda tengah mengejek saya, saya tidak menyangka anda yang terkenal dingin oleh orang sekitar bisa seperti ini..." ungkap Aeris lagi.


"Apa anda kecewa?" lirih Alaric.


"Tidak! Aku hanya aneh, apa kah ini sifat seorang Alaric yang di kenal kejam itu, apa jiwa nya tiba-tiba menghilang ke dimensi lain..."


Jujur ini pikiran konyol karena aku selalu termakan cerita novel...


"Tidak ini adalah sosok yang hanya bisa ku keluarkan saat bersama Ratu..." ucap Alaric sambil tersenyum.


"Hah syukur lah..." ujar Aeris.


"Jadi kita resmi naik ke satu tingkat, dari teman menjadi orang yang saling suka," ucap Aeris.


"Tidak kita naik tingkatkan menjadi suami istri yang lebih dekat," tukas Alaric.


"Haha, wahhhh," Aeris sedikit menguap.


"Ratu mengantuk???" tanya Alaric. " Yah aku sangat lelah," Gumam Aeris.


"Baiklah ayo tidur!" pintar Alaric.


Aeris pun tidur di kamar Alaric seranjang.


"Selamat tidur!" ucap Aeris.


"Selamat tidur juga..." jawab Alaric.

__ADS_1


Hari ini seperti mimpi, Alaric menyatakan perasaan nya pada ku dan itu seperti tidak nyata.


Aku masih tidak percaya dengan Alaric yang di kenal dingin itu...


🌻🌻🌻


Keesokan harinya.


"Selamat pagi..."


Saat aku terbangun aku bisa melihat sesosok pria bersurai dan berkata merah tengah tersenyum ramah kepadaku.


"Pagi," jawab Aeris dengan suara seraknya.


Aku pun mengubah posisiku dari berbaring kini duduk dan Alaric mengikuti nya.


"Ahk aku masih tidak percaya dengan semalam," Gumam Aeris.


"Kenapa apa itu terasa tidak nyata..." tanya Alaric.


"Hmmm..."


"Apa Ratu mau itu terasa lebih nyata..." tanya lagi Alaric.


"Bagaimana caranya ???"


CUP.


Alaric mendekati wajah Aeris lalu mengecup singkat bibir Aeris.


"Apa mau lebih???" Tanya Alaric sambil menggoda.


"Tidak cukup, aku masih belum siap," Aeris mendorong Alaric menjauh.


Dia jadi sangat bar-bar apa dia memang luar seperti ini.


Semenjak menikah aku jadi tahu sisi terbaru seorang Alaric.


Tok~Tok~Tok~


"Apa kenapa kau mengetuk pintu!!!" tanya Alaric.


"Dayang-dayang yang mulia Aeris mencari yang mulia ratu, apa yang mulia ratu ada disana!"


"Ahk ini sudah pagi pasti dayang-dayang saya mencari saya,"


"Kalau begitu sampai jumpa nanti!" ucap Alaric.


Kenapa ini sangat kesal, dia membiarkan ku???


"Apa anda ingin melepas kan saya begitu saja???"Goda Aeris.


Alaric memasang wajah kaget lalu tersenyum mengerti.


Alaric menarik Aeris ke pangkuannya, mereka saling bertatapan mata menggoda.


" Jujur saat bangun tidur wajah anda terlihat segar dan cantik,"


"Benarkah???"


"Itu akan jadi hobi favorit ku, yaitu melihat wajah Aeris saat bangun tidur sepuasnya," ucap Alaric.


Sementara Kane yang diluar...


"Ahk kenapa tidak ada jawaban sekali, Apa Alaric kembali tidur, ahk dasar aku dobrak saja!"


BANG!


Kane membuka paksa kamar Alaric dan terlihat lah adegan yang langka untuk di lihat.


Kedua mata orang yang terpergok sedang bermesraan kini tertuju pada Kane yang menjadi biang kerok.


"Oh astaga kenapa kalian tidak bilang kalian belum selesai, maafkan saya yang mulia raja, yang mulia ratu..."


Kane kembali menutup pintu lalu pergi seperti biasa tanpa berdosa sama sekali.

__ADS_1


Wah berita yang menarik. Senang Kane.


"Hah kurasa Sir Kane salah paham, bagaimana ini," ujar Aeris.


"Dia memang terbiasa seperti itu, bukan hal yang buruk juga..." ujar Alaric.


"Hmmm... Dasar!" kekah Aeris.


Alaric pun meminta dayang-dayang Aeris pergi ke kamarnya lalu memandikan Aeris.


"Astaga yang mulia ratu apa semalam anda baik-baik saja!!!" tanya sofia selalu dengan wajah khawatir nya.


"Apa semalam sakit yang mulia ratu, anda berusaha sampai pagi, yang mulia raja sangat liar..." ujar Lili blak-blakan.


Ahk mereka pasti termakan Kane.


"Ahk kalian salah paham," kekah Aeris.


Aeris pun menceritakan kronologi sebenarnya pada dayang-dayang nya dan mereka kecewa.


"Ahk setidaknya hubungan kalian ada kemajuan," ujar Sofia yang tak bisa menyembunyikan kekecewaan.


"Hmm benar juga, tapi kapan yang mulai melakukan itu, apa yang mulia sudah minta," tanya Lili frontal tanpa merasa malu.


"Haha Lili kami masih pendekatan, aku juga tidak mau buru-buru," jawab Aeris.


"Aduh Lili pikiran mu terlalu mesum!" Celetuk Sofia.


"Woah aku baru mendengar Sofia mengejek seseorang!" kekah Aeris.


"Hehe saya juga manusia yang mulia, tapi benar kan apa yang saya katakan," tutur Sofia.


"Haha iya..."


Sementara itu di ruangan Alaric kerja, terdapat situasi yang sama.


"Uhk apa itu benar, yang mulia ratu ternyata sangat kuat, menghadapi yang mulia raja kita ini," puji atau juga ejekan dari Rigel.


"Kau benar, Yang mulia juga sangat kuat, dia tidak puas meski sudah pagi..." Girang Kane yang adalah dalangnya.


Kini duo krico Rigel dan Kane tengah melakukan rutinitas nya yaitu mengejek majikan nya sendiri. Sedangkan Alaric pasrah dengan keadaan.


🍁🍁🍁


BRAK!!!


"Si ratu dadakan itu semakin dekat dengan Alaric apa benar itu!!!" teriak Edana kesal.


"Ya itu benar nyonya," ujar pelayan Edana.


"Kalau begini akan semakin sulit untuk merebut tahta, meskipun aku sudah bercerai aku akan mendapatkan tahta itu apapun caranya!!!"


"Kalau bukan karena anak yang di bawa pria itu pasti keinginan ku sudah terwujud!!!"


"Ada apa sayang???"


Pangeran Elvern tiba-tiba datang dan memeluk Edan yang tengah marah.


"Ahk anda tiba-tiba datang, tidak aku hanya sedang kesal pada seseorang," Gerutu Edana.


"Siapa yang membuat kesayangan ku kesal hah?"


"Itu si Ratu dadakan itu," teriak Edana.


Ratu? Apa yang mulia ratu Aeris?


Menarik, apa yang akan di lakukan nya!!!


"Apa kamu mau membunuh ratu dadakan itu?" tanya Elvern.


"Hah kalau bisa kenapa tidak, aku muak melihat wajah so baiknya, dia bahkan mengambil putra ku!" Edana bersandiwara.


Pembohong...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2