
...17...
...🖤----------------❤...
"Ratu memang wanita yang menarik,"
"Haha apakah itu pujian," tanya Aeris basa-basi.
"Tentu saja, banyak hal yang bisa di puji dari anda, meskipun saya baru mengenal anda," ucap Serulin.
Dia sangat percaya diri.
"Ahk saya ingin bertanya sesuatu pada anda!"
"Apa itu???". "Kenapa anda menolong saya, saat kejadian meminum racun itu, padahal saya tidak mengenal anda???" Ujar Aeris penasaran.
"Ahk begini, saya sempat berpapasan dengan ratu, tapi hanya saya saja yang melihat ratu, selebihnya ratu tidak melihat saya," ungkap Serulin.
Aeris terus mendengar kan.
"Nah di sanalah saya tertarik dengan ratu, tapi saat mengetahui ratu adalah seorang ratu, dan apalagi ratu di wilayah ini, saya berusaha tidak egois dan menerima itu," tambah Serulin.
Dia sangat dewasa.
"Lalu saat mendengar anda keracunan, saya berusaha membantu, saya membantu karena ingin bertemu dengan anda, walau hanya menghambat penyebaran racun saja,"
"Saya sangat berterima kasih untuk itu pangeran, saya berhutang budi!" potong Aeris.
Serulin kembali ke topiknya.
"Saya ingin bertemu dengan anda untuk menyatakan perasaan yang sia-sia ini, agar saya lega, dan ingin berteman baik dengan anda, teman biasa tanpa melibatkan perasaan," ungkap Serulin.
"Yah, aku benar-benar beruntung bertemu orang sebaik dan sepengertian pangeran, dengan senang hati saya menerima ajakan pertemanan anda," jawab Aeris.
"Terima kasih," ucap Serulin sambil tersenyum lebar.
Dia semakin cantik saat tersenyum. Puji Aeris.
"Kalau begitu, karena ini waktu saya kembali ke tempat asal saya, saya pamit pergi, terimakasih sudah meladeni saya," ucap Serulin sambil hormat pada Aeris.
Serulin tiba-tiba mengambil tangan Aeris dengan cepat dan tidak sempat membuat Aeris memberontak.
Serulin mencium punggung tangan Aeris. Lalu berpamitan pergi.
Dan terakhir pertemuan Aeris dan Duke Altair.
🍁🍁🍁
Duke Altair menginginkan pertemuan nya berada di taman dan Aeris pun mau tak mau menuruti, karena Duke Altair adalah tamu yang harus di layani.
"Selamat sore Duke Altair, sudah menunggu lama,"
"Tidak," singkat Duke Altair.
Dia terlihat rapi, apa memang perasaan saat bertemu pertama kali tidak serapih ini???
"Anda terlihat berwibawa," puji Aeris.
"Hmmm... te-terimakasih," gugup Altair memalingkan wajah nya yang malu.
Apa ini??? apa dia malu kalau di puji??? aku jadi merasa canggung!
"Ahk ada yang ingin sa-saya katakan sebelum kembali pulang," ujar Altair masih gugup.
"Yah apa itu Duke???"
Aku seperti tengah menghadapi anak yang pemalu.
__ADS_1
"Sa-saya menyukai anda," ujar Altair terbata-bata.
Aeris menghela nafas tidak tahu harus melakukan apa.
Oh astaga, bagaimana cara menolak nya!!!
Aeris frustasi mendengar pernyataan suka dari tadi, karena tidak bisa apa-apa Aeris lebih baik berada di situasi yang canggung.
Apa dia akan terus diam saja, aku menyesal memujinya berwibawa...
"Ahk Duke Altair...
" Aku menghargai perasaan anda, tapi anda tahu saya sudah ber-su-a-mi!! " Aeris ikut terbata-bata.
"Sa-saya tahu itu, saya tahu!!!" Histeris Altair.
"Oke..." kaget Aeris.
Kenapa dia jadi meninggikan suara nya begini.
"Maaf kan saya karena sudah lancang! Tapi... Tapi saya tidak bisa menyangkal perasaan ini," ungkap Altair sambil memegang dadanya seolah kesakitan.
"Kenapa..." tanya Aeris tidak mengerti.
"Karena hati anda yang tulus..." lirih Altair.
Aku masih tak mengerti dengan apa yang di maksud dari 'Hati yang tulus' yang di katakan Duke Altair.
"Sebenarnya apa yang di maksud 'Hati yang tulus' Duke Altair???"
Tanya Aeris karena sudah lama penasaran.
"Saya.... Saya sebenarnya punya kemampuan melihat sifat hati seseorang,"
"Apa! Jadi apa maksudnya???"
"Itulah yang membuat saya jatuh hati, ku pikir aku punya kesempatan, tapi itu tidak mungkin," ujar Altair kecewa.
"Saya sangat sulit bertemu dengan orang-orang baik, saya... Sering di khianati oleh banyak orang,"
Ahk dia sedang curhat, aku harus mendengar dengan baik.
"Saat melihat hati anda yang begitu bersih, saya jadi terharu dan terjatuh, saat menolong anak itu saya bisa melihat ketulusan hati anda, karena itu saya menolong anda,"
"Hmmm saya percaya," jawab Aeris bingung.
"Saya tahu itu tidak masuk akal, tapi begitulah awal mulai saya tertarik dengan anda..." lirih Altair.
"Saya sangat beruntung bertemu dengan anda!" ungkap Altair.
"Begitupun saya, merasa terhormat dengan Duke yang unik ini," tukas Aeris.
"Segitu saja pernyataan saya, saya merasa lega sekarang..." ujar Altair bohong.
"Hmmm..." Aeris mengangguk.
"Yang mulia ratu, bolehlah saya memeluk anda sebagai seorang teman," pinta Altair terbata-bata.
Hmmm bagaimana ini, aku takut ada rumor yang aneh, tapi melihat wajahnya aku jadi merasa bersalah....
"Baiklah tapi hanya sebentar," tegas Aeris.
HAAP
Altair langsung berlari ke peluk kan Aeris.
Oh astaga ini terlalu erat.
__ADS_1
"Sudah, sudah Duke ini pengap," ujar Aeris merasa sesak.
"Terimakasih yang mulia ratu, saya merasa baik, kalau begitu sampai jumpa lagi..."
"Jika butuh sesuatu wilayah selatan dengan sukarela akan melambaikan tangan nya untuk membantu!" ujar Altair.
"Hmmm... " jawab Aeris.
Kerajaan-kerajaan besar pun pamit pulang setelah pekerjaan bisnis besar selesai kecuali dari Kerajaan Moonlight atau Pangeran Elvern yang masih ada urusan.
🍁🍁🍁
Di meja makan...
Alaric dan Aeris tengah makan malam bersama.
"Ratu apa hari ini menyenangkan, apa anda kesepian???" tanya Alaric sambil makan.
Aeris menghentikan dulu makan nya laku menjawab pertanyaan Alaric.
"Tidak, saya menikmati hari ini, hari ini cukup melelahkan, ada apa yang mulia???"
"Tidak..." ketus Alaric.
Hah dia kenapa???
Sudahlah aku habiskan makan ku dulu saja.
Di kamar...
CLAK...
Suara membuka pintu.
"Ahk yang mulia, ada apa datang kemari???"
Tumben dia datang kesini malam-malam.
"Ratu bolehkah aku tidur dengan ratu???" tanya Alaric malu-malu.
"Ahk apa yang mulia mimpi buruk???" tanya balik Aeris dengan nada kaget.
"Tidak hanya saja..."
Aeris memiringkan kepala nya tidak mengerti.
"Hanya saja... Akhir-akhir ini a-ku jarang bertemu dengan ratu," ungkap Alaric terbata-bata.
Aeris kaget mendengar alasan yang di lontarkan Alaric suaminya itu.
Ahk kalau di pikir-pikir aku sibuk bekerja dan meladeni dua pria yang menyatakan perasaan nya padaku, aku tidak sadar tidak bertemu dengan yang mulia hari ini.
"Oh oke deh, tapi jangan melakukan apa-apa!" titah Aeris sambil mengacungkan jarinya.
"Ahk tentu saja," semangat Alaric.
Utk aku tidak percaya.
"Baiklah, saya sudah mengantuk, ayo tidur yang mulia!"
"Hmmm, o-oke," gugup Alaric.
"Selamat tidur," ujar Aeris.
"Ratu juga..."
...----------------...
__ADS_1