I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
RATU PERTAMA


__ADS_3


...26...


...❤----------------🖤...


"Ahk..."


Alaric membuka mata dan kaget melihat siapa orang yang ada di sisinya dan tidur dengannya.


Ratu!!!


Bagaimana aku bisa tidur dengan ratu???


"Ahk kepalaku pusing!!!"


Alaric pun bangkit dari tidur nya dan mengingat-ngingat kejadian semalam.


"Ahk aku sedang berpesta dan aku mabuk, lalu aku kabur dari pesta dan mencari Ratu!!! "


"Oh astaga!!!"


Alaric mengingat semua kejadian itu dan malu sendiri.


"Uhk aku telah merepotkan ratu,"


Flashback...


Alaric jatuh ke pangkuan Aeris.


"Oh astaga,"


"Apa aku akan membawanya sampai kamar, dia berat sekali..."


"Hmmm, ratu anda sangat harum..." lirih Alaric.


"Uhk aku telah merepotkan ratu,"


"Ratu sangat kuat menggendong ku!"


"Dasar suami tidak berguna!!"


Alaric kesal pada dirinya sendiri.


"Ahk yang mulia anda sudah bangun?"


"Ahk apa aku membangun ratu," khawatir Alaric. "Sudah pagi?" Aeris tidak menggubris perkataan Alaric.


"Yah sudah pagi," jawab Alaric.


Aeris pun mengangkat badan nya, dan pakaian tidurnya pun sedikit melorot membuat Alaric yang melihatnya menjadi malu.


Oh dasar kau memang hewan liar Alaric.


PLAK.


Alaric menampar pipinya sendiri.


"Ahk ada apa, kenapa tiba-tiba menampar pipi anda sendiri!?" kaget Aeris.


"Tidak apa-apa, ini karena aku masih ngantuk, jadi aku berusaha membangkitkan nyawaku sendiri," ujar Alaric berbohong.


Alasan macam apa itu???


"Kalau begitu selamat pagi yang mulia!" ucap Aeris sambil tersenyum.


"Hmm pa-pagi..." jawab Alaric.


Cantik, aku pernah tidur dengan ratu sebelumnya tapi aku tidak tahu wajah ratu saat bangun tidur sangat cantik. Ucap Hati Alaric.


Dia keliatan menyembunyikan sesuatu, seolah ingin menyampaikan nya tapi tidak bisa. Pikir Aeris.


"Ahk yang mulia apa ada yang ingin yang mulia sampaikan???"

__ADS_1


Ahk seperti biasa, aku lupa kalau ratu sangat peka, tidak mungkin aku malu karena kejadian kemarin.


Dan juga aku tidak bisa melihat ratu karena pakaian nya yang melorot.


"Ahk maaf kan aku so-soal kemarin, aku benar-benar merepotkan ya saat mabuk," ujar Alaric merasa bersalah.


"Hmm benar, anda sangat, sangat merepotkan dan menyebalkan saat mabuk!"


"Ahk..."


Alaric jadi lebih merasa bersalah setelah Aeris jujur dan mengatakan terang-terangan kelakuan nya saat mabuk.


"Maaf kan aku," lirih yang mulia.


"Iya tenang, kan anda kemarin mabuk, bukan di sengaja, saat anda mabuk anda seperti anak-anak, banyak maunya, untung bukan yang aneh-aneh..." celetuk Aeris.


Aeris menceritakan semua kronologi semalam dan membuat Alaric yang mendengarnya menutup wajahnya karena malu.


"Ahk aku sungguh minta maaf, jangan ejek aku lagi ratu, itu sudah cukup!"


Haha dia sangat lucu.


"Iya iya," ujar Aeris agar Alaric berhenti meminta maaf.


Susana pagi pun tiba-tiba canggung, karena Aeris dan Alaric berhenti berbicara dan terdiam.


"Yang mulia ratu, air hangat sudah datang!!!"


Lili dengan semangat membuka kamar Aeris langsung depresi mendadak seketika.


"Oh astaga!"


"Maaf yang mulia raja, maaf yang mulia ratu, saya akan kembali lagi!!!"


Lili pun bergegas pergi.


Kebiasaan orang sini, kalau melakukan kesalahan walaupun kecil selalu kabur.


"Ahaha, aku akan memanggilnya dayang-dayang ku, aku akan segera mandi, yang mulia boleh kembali ke kamar,"


Alaric dan Aeris pun keluar kamar bersamaan.


"Apa nanti Ratu ada waktu, saya ingin menunjuk kan sesuatu," potong Alaric.


"Ahk akan ku usahakan, aku ada janji dengan ibu," jawab Aeris.


Ibu?


"Luangkanlah waktu, aku ingin menunjuk kan sesuatu," tukas Alaric. "Hmmm, akan ku usahakan, mungkin aku berjalan-jalan dengan ibu tidak akan lama..." ucap Aeris.


"Apa aku boleh ikut?"


Alaric memelas kan wajahnya dan memohon untuk ikut, tapi...


"Tidak, maaf yang mulia," tegas Aeris.


Alaric mengkerut kan bibirnya.


"Baik lah, sampai jumpa nanti, ratu..."


Seperti biasa, seolah kebiasaan Alaric, Alaric Selalu mencium punggung tangan Aeris kalau mau pergi atau dalam situasi lainya, tapi tidak pernah ada keinginan mengecup di bagian tubuh Aeris lainnya.


Aku sangat ingin mengecup wajahnya.


Tidak tahan Alaric... Tahan...


Jangan membuat ratu merasa tidak nyaman.


"Sampai jumpa ratu..."


Alaric pun pergi ke kamarnya untuk memulai pagi begitupun dengan Aeris.


***

__ADS_1


"Ahk yang mulia kadang aku sangat tidak bisa melihat situasi, karena kebiasaan membuka pintu langsung, aku kadang tidak tahu siapa yang ada di kamar anda!"


Lili merasa bersalah.


"Aku mengerti, lain kali ketuk saja sudah cukup, oke!" ucap Aeris. "Hmm, oke..." jawab singkat Lili.


Aeris pun bersiap memakai baju dan sudah ada Diana yang datang ke kamarnya.


"Yang mulia, ratu Diana datang ke kamar!" ucap Sofia memberi tahu.


"Ahk biarkan ibu masuk!" titah Aeris.


"Aeris sudah siap???" tanya Diana. "Sedikit lagi ibu, ibu hari ini sangat cantik!!!" puji Aeris.


"Terima kasih, Aeris juga selalu cantik," timpal ibu Alaric sambil tersenyum.


Setelah siap Diana pun menunjukan lokasi di istana tempat peninggalan-peninggalan zaman dahulu.


"Nah sudah sampai, lumayan jauh dari istana ratu! Tapi lokasi nya tetap si istana, tidak sembarang orang tahu loh..."


"Woah aku jadi semakin penasaran..."


Aeris antusias.


Diana pun membuka kode dari pintu, dan ruangan itu pun terbuka.


Ruangan itu sangat mewah seperti terurus meskipun di tinggalkan dan tidak ada sepercik debu yang menempel sama sekali, ruangannya kuas dan bersih.


"Woah...."


Aeris takjub melihat ruangan itu.


"Nah langsung saja, ini adalah foto-foto ratu zaman dahulu..."


Woah sangat banyak...


"Tapi... Mana ratu yang pertama, saya pusing karena ini terlalu banyak!" tanya Aeris.


"Itu ada di ruangan khusus, ayo akan ku tunjuk kan..."


Diana membuka sebuah ruangan di balik dinding dan terbuka lah sebuah ruangan lagi, dan terpampang langsung tanpa di tunjukan, semua pasti tahu itu adalah foto ratu pertama.


Woah pigura nya lebih besar dari yang lain.


"A-apa ini poto ratu pertama??? Ratu Rosa???"


Diana tersenyum menatap Aeris dan mengangguk.


"Woah dia sangat cantik..."


Dari penampilannya dia seperti ratu yang sederhana. Ucap Aeris saat melihat wajah ratu pertama.


"Dia sangat mirip dengan mu..." ujar Diana.


"Aku mengatakan ini karena melihat fotonya saat muda, aku jadi yakin karena itu,"


"Ahk bisakah aku melihatnya ibu!?"." Tentu saja, kenapa tidak."


Diana pun menunjukan kan foto Ratu pertama saat masih muda.


Dia terlihat sangat pemberani, setiap foto memliki nuansa yang berbeda.


"Hanya ini yang bisa aku perlihatkan kan, peninggalan-peninggalan lainya aku tidak tahu!"


Diana sedikit kecewa.


"Ahk ibu jangan begitu, melihat ini aku sudah merasa puas!" ucap Aeris menenangkan.


"Hmm benarlah???" tanya Diana. "Iya ini lebih dari cukup," ujar Aeris.


"Ibu sangat senang saat melihat Aeris tersenyum..."


Aeris hanya tertawa malu.

__ADS_1


...----------------...



__ADS_2