I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
PESTA KELAHIRAN BAYI DUKE


__ADS_3

...29...


...❤----------------🖤...


"Ratu katanya anda sibuk mencari hadiah untuk kelahiran anak dari Duke Konan???"


Alaric dan Aeris tengah berjalan-jalan di sekitar taman.


"Yah, aku harus memikirkannya karena pestanya segera tiba,"


"Apa mau aku kasih saran," tawar Alaric.


"Ahk boleh."


Aku penasaran dengan saran dari Alaric setelah sekian saran bermunculan.


"Tapi ada syarat nya jika mau tahu pendapatku!"


"Apa itu?"


Siang hari...


Aku membuka mata nya untuk pertama kali di siang hari.


"Uhk," desah kecil Aeris.


Ahk badanku ngilu.


Ini kebas, karena...


"Uhk memalukan, kemarin itu melelahkan," gumam Aeris.


Kemarin itu...


"Yang mulia hentikan, ini sudah jam tiga pagi!" rengek Aeris.


"Jangan menangis ratu,"


"Huhu ini sakit, itu sudah cukup..." kekeh Aeris.


"Sekali lagi ya..." bisik Alaric.


Dan aku pun menerimanya dengan pasrah.


Sepanjang malam saat aku suruh dia berhenti dari selalu bilang sekali lagi.


"Uhk..."


Ahk dia sudah bangun!


Tiba-tiba Alaric mendekap badan Aeris.


"Yang mulia sudah bangun???"


"Hmmm," jawab Aeris sambil tersenyum.


"Yang mulia terlihat senang," sindir Aeris.


Alaric yang peka pun merasa bersalah dengan perbuatannya kemarin.


"Maafkan aku ratu, ratu benar-benar menggoda,"


"Huh permintaan maaf apa itu, kamu tahu badanku kebas," kelahiran Aeris.


"Maafkan aku ratu..."


Seolah kebiasaan Alaric menarik tangan Aeris dan menciumnya, itu seperti sebuah rutinitas di mata Alaric.


"Baiklah, aku akan memaafkan yang mulia, asal yang mulia menggendong ku sampai bak mandi!"


Sontak wajah Alaric berbinar-binar.


"Hanya mengantar saja! Gak mandi bareng!" tegas Aeris.


Wajah Alaric yang tadi berbinar-bian kini jadi masam.


"Hmm baiklah, mau mandi sekarang???" tanya Alaric.


"Hmm, gendong aku sekarang, dan tolong panggil para dayang!" titah Aeris.


Alaric mengangguk, Alaric menggendong Aeris ke kamar mandi.


"Mau di lepas bajunya?" tanya Alaric.


"Tidak Terima kasih! yang mulia bisa pergi!" tukas Aeris.


Alaric pun pergi karena di usir oleh Aeris.


Dan dayang-dayang Aeris pun datang.


"Selamat siang yang mulia!!!" sapa Lili.

__ADS_1


"Yang mulia tidur nyenyak???"


"Sangat nyenyak," ucap Aeris.


Dayang-dayang Aeris pun mulai memandikan Aeris.


Oh astaga.


Sofia membuka baju Aeris dan melihat tanda cinta yang banyak di sekujur badan Aeris.


"Yang mulia apa anda baik-baik saja!!!" tanya Sofia khawatir.


"Woah, ini... Ini..." histeris Lili saat melihat bercak tanda cinta di setiap titik tubuh Aeris.


Hah sudah terlanjur di lihat, sudahlah...


"Aku baik-baik saja!" ujar Aeris sambil tersenyum kesal.


"Haha baik,"


Pantasan yang mulia belum bangun se siang ini, dia tengah melaksanakan kewajiban. ujar Sofia.


Berapa putaran yang mulia main, ratu sangat kuat menerima ini!!!. Histeris Lili.


***


"Yang mulia ada surat dari Kerajaan Rania!"


"Ahk kerjaan ratu, cepat berikan!!!"


"Ini yang mulia!"


Pengantar surat itu memberikan surat itu dengan hormat.


"Ahk ini dari keluarga Ratu, akan ada pesta kelahiran bayi,"


"Aku akan menyampaikan ini pada ratu, ratu pasti senang!" ucap Alaric.


"Terimakasih sir hanya itu suratnya?" tanya Alaric.


"Iya hanya itu!"


"Baiklah kau boleh lanjutkan pekerjaan lainya,"


Alaric pun karena sibuk memberikan surat itu ke bawahan nya agar di berikan kepada ratu.


Di kediaman kantor ratu...


"Ahk surat apa??? Coba berikan!"


Kalau surat yang isinya gak jelas untuk ku sih aku akan marah.


Tapi di lihat dari kertasnya seperti dari Kerajaan Rania.


"Ini yang mulia!"


Rigel memberikan surat yang sudah di baca oleh Alaric.


Alaric sempat membacanya, suratnya sudah terlepas.


Aeria pun membaca surat itu, kata demi kata di baca pada isi surat itu dan raut wajah Aeris saat membaca nya begitu senang.


"Ahk bayi kak Konan sudah lahir, katanya perempuan!"


Ucap Aeris sambil terharu.


"Ahk saya ikut senang yang mulia ratu," ujar Rigel.


"Begitupun aku, aku sangat senang!" girang Aeris.


"Bagaimana kata yang mulia raja, apa dia tidak mengatakan apa-apa saat membaca surat ini," tanya Aeris.


"Yang mulia meminta anda yang menjawabnya yang mulia hanya membaca dan ikut senang," tutur Rigel.


Aeris tersenyum lalu membalas surat itu dengan cepat dan meminta langsung di sampaikan kembali ke kerajaan Rania.


"Aku akan datang pada hari itu, langsung kirimkan ke Kerajaan Rania," titah Aeris penuh semangat.


"Hmm baiklah!" patuh Rigel.


Rigel pun mengirimkan Ksatria untuk memberikan surat ini langsung ke Kerajaan Rania.


Di Kerajaan Rania...


Selena yang mendapatkan surat yang di buat oleh Aeris.


"Oh astaga ratu Aeris akan datang!"


Selena membaca Surat dari Aeris.


"Aku harus memberi tahu Konan, dia akhir-akhir ini sibuk bermain dengan bayi, padahal seharusnya ibunya yang banyak bermain dengan anaknya!!!" rengek selena.

__ADS_1


Selena pun pergi ke kamar bayi karena pasti Konan ada disana.


CLAK...


Selena membuka pintu dan benar saja Konan tengah bermain dengan bayi nya.


"Woah sang ayah benar-benar menyayangi mu nak~"


Selena mendekati bayinya.


"Tentu saja di anakku," ucap Konan. "Dia juga anak ku!" kekeh Selena.


"Kau sudah menghabiskan waktu dengan Isa setelah melahirkan, jadi wajar!" rengek Konan.


Selena hanya bernafas kasar melihat tingkah suaminya.


Syukurlah kau sangat mencintai anak mu...


Selama aku hamil, jika kau pergi aku selalu berpikiran hal yang aneh...


"Yang mulia ada surat dari Kerajaan Euthoria, ini dari ratu Aeris!"


"Hah benarkah dari adik ku!"


Konan terlihat antusias.


"Apa aku boleh membaca nya!" tanya Konan. "Katanya dia akan menghadiri pesta kelahiran anak kita, ini suratnya dia menjawab dengan cepat!" ucap Selena.


"Kalau begitu kita benar-benar harus menyiapkan acara dengan mewah karena kita akan kedatang raja dan ratu dari negara tetangga,"


Ucap Konan penuh semangat.


"Benar!"


***


Kerajaan Euthoria...


"Ksatria Luis mengatakan di sudah memberikan surat langsung kepada bawahan Duchess Selena,"


Rigel menyampaikan pesan.


"Oh syukur lah, terimakasih!"


"Sama-sama,"


"Aku harus memberikan apa ya untuk hadiah kelahiran anak kakak???" pikir Aeris.


"Bagaimana kalau boneka," tawar Rigel.


"Hmm apa itu terlalu pasaran???" tanya Aeris.


"Beli saja boneka yang terlihat berbeda, yang lebih unik yang mulia banyak koleksi boneka khusus untuk bayi!"


"Kenapa kau menyarankan untuk memberi boneka???" Aeris bertanya lagi.


"Hmmm, katanya bayi baru lahir itu susah tidur, nah di kasih boneka lah agar si bayi tidur, konon katanya sebenarnya bayi bermain dengan boneka-boneka itu!" ujar Rigel menjelaskan.


Huh horor juga tapi bisa di blang itu imajinasi anak-anak.


"Boneka ya!!!"


"Terimakasih sarannya, akan ku pikir-pikir!"


"Sama-sama yang mulia,"


Siang hari...


"Ratu katanya anda sibuk mencari hadiah untuk kelahiran anak dari Duke Konan???"


Alaric dan Aeris tengah berjalan-jalan di sekitar taman.


"Yah, aku harus memikirkannya karena pestanya segera tiba,"


"Apa mau aku kasih saran," tawar Alaric.


"Ahk boleh."


Aku penasaran dengan saran dari Alaric setelah sekian saran bermunculan.


"Tapi ada syarat nya jika mau tahu pendapatku!"


"Apa itu???"


"..."


"Hah apa maksud yang mulia ???"


...----------------...


Apa yang di katakan Alaric ???

__ADS_1


{ Makasih yang udah baca sampai sini, jang lupa suport dengan cara like dan komen hehe, dan kalau mau ngasih kritik boleh, Misalkan ada kata-kata yang salah di novel nya kalian bisa komen biar author perbaiki. Itu tuh nge-support banget buat author biar karya nya gak ada yang salah, samapai ketemu lagi di chapter selanjutnya~ }


__ADS_2