
...32...
...ā¤----------------š¤...
Di suatu hari di wilayah timur kerajaan moonlight.
"Ahk aku sudah memberi kabar pada Aeris dan Riana, waktunya pada tokoh utama yaitu ayah mu nak," ujar Blancha sambil mengelus bayinya yang tengah berisi.
Clak.
Suara pintu terbuka.
"Ahk pangeranĀ Elvern untunglah anda datang di waktu yang tepat!!!"
"Ahk ada apa kau kelihatan senang," ujar Elvern.
"Aku akan menyampaikan kabar baik, "
"Apa itu..."
Aku tidak penasaran sama sekali.
Tapi biarlah dia kan hanya wanita murahan yang tergila-gila padaku.
"Pangeran Elvern kekasih ku..."
Blanche memegang dan mengelus pipi Elvern.
"Ya... " Elvern bersikap datar.
Menjijikan dia menyentuh ku.
Apa yang dia inginkan???
"Pangeran kau harus berterima kasih padaku, karena pangeran akan segera menjadi ayah," ucap Blancha sambilĀ tersenyum lebar.
"Hah apa???"
"Apa kenapa??? Aku sedang hamil!!!"
"Apa kau yakin itu anak ku..." ketua Elvern.
"Saya hanya tidur dengan anda Elvern, apa kau bilang kau tak akan bertanggung jawab pada anak mu ini!!!" bentak Blancha.
"Yah karena aku tidak yakin itu anak ku," ketus Elvern.
"Ahk ini bukan berita baik, melainkan berita paling buruk..."
"Hah,"
Blancha syok mendengar perkataan Elvern.
"Tapi tenang saja aku akan menikahi mu, berterima kasih lah pada ku,"
Surat pernikahan Elvern dan Blncaha pun di wdar ke seluruh wilayah, rakyat-rakyat pun tahu akan kabar itu.
"Ratu anda sudah mendengar kabar pernikahan pangeran Elvern dan teman anda itu," tanya Alaric.
"Ya sudah, aku akan datang,".
Tidak ku sangka secepat ini, apa karena Blanche tengah hamil jadi di percepat...
Aku punya firasat buruk, tapi aku harap Blancha baik-baik saja.
Bukan hanya aku yang menilay kalau Elvern adalah pria yang buruk Riana juga tidak suka dengan Elvern, tapi kita tidak bisa memaksa perasaan seseorang.
__ADS_1
Seorang yang sedang jatuh cinta akan di buta kan mata dan telinganya.
Aku penasaran bagaimana reaksi Riana mendengar ini.
***
Di kediaman Riana.
"Sedang membaca apa Riana," tanya johan tunangan Riana.
"Apakah kau sudah mendengar kabar pernikahan temanku dengan oangtan dari Kerajaan timur???"
"Yah berita nya sangat terkenal!"
"Ada apa wajah mu kelihatan tidak senang???" tanya Johan.
"Aku ragu-ragu dengan mempelai pria nya, aku takut dia menyakiti hati Blanche!" jawab Riana.
"Tenanglah coba berpikir positif," ucoa Johan.
***
Yang sebenarnya terjadi...
"Kenapa kau menangis ayo bangkit,"
"Ahk yang mulia raja Elf!"
Dia benar-benar seperti Elf.
Elf mengulurkan tangannya pada Blancha yang tengah duduk menangis.
Yang mulia raja Elf adalah raja dari wilayah timur yaitu yang kita tahu adalah kerajaan moonlight, dia sudah menikah tapi istrinya meninggal karena keguguran dengan anak pertama nya, istrinya bernama Valerie, dan anak pertama dan terakhirnya yang berjenis kelamin laki-laki di beri nama Shin.
Alasan kenapa Valerie atau istri Elf bisa meninggal karena kondisi sejak awal saat mengandung lemah, tidak ada harapan mana yang harus di pilih antara ibu atau anaknya, karena kondisi dan isi rahim nya memang sudah lemah.
"Ada apa, apa adik ku melakukan sesuatu, nona Aeris???"
"Saya bukan Aeris," tukas Blancha.
"Tapi pangeran pernah mengatakan kalau orang yang ia tertarik ki secara hasrat ingin memilki adalah wanita bernama Aeris..." ujar Elf datar.
"Apa!!!"
Blancha tambah ayok setelah mendengar peryataan itu.
Pantas dia mendekatiku, dia hanya memanfaatkan ku sebagai perantara bertemu Aeris, apa Aeris mengetahui kalau Elvern menyukai nya.
Kurasa tidak, dia bahkan senang saat mendengar hubungan dan mendengar aku hamil...
Ahk memalukan kenapa aku begitu tuli.
"Tapi... Tapi nama saya Blancha yang mulia raja..." ungkap Blancha.
"Saya juga tengah hamil anak adik anda, adik anda adalah cinta pertama saya, ku pikir dia mencintai saya karena dia berani merayu saya sampai ranjang,"
"Tapi ternyata dia hanya memanfaatkan ku dan kenapa aku begitu murahan, sekarang aku sudah tidak suci lagi hiks..."
Blancha menangis kencang lalu pingsan saking syok nya.
Elf pun menggendong Blancha ke kamar kosong lalu memanggil tabib.
"Bagaimana kondisinya dok???" tanya Elf.
"Ahk kondisinya sedang sensitif jangan membuat dia menangis itu berpengaruh pada janin nya, untung nona itu punya Janin yang kuat!" ungkap tabib.
__ADS_1
"Biarkan ia istirahat, kalau bisa jangan bicarakan ia keluar kamar," pintar tabib. "Akan ku usahakan," jawab Elf.
"Siapa sebenarnya wanita ini tuan apa ini kekasih anda!??" tanya tabib.
"Bukan, aku ingin merahasiakan nya, tapi... Nanti kau juga tahu siapa dia," tegas Elf.
Yang mulia raja selalu membuat suasana saat berbicara penuh tekanan, begitulah kata orang yang setiap bertemu lalu berbicara dengan yang mulia raja Elf
Tabib pun pergi.
"Saya dimana???"
Blancha mulai sadar.
"Kamu ada dikamar tamu!" jawab Elf.
"Ahk terimakasih sudah menolong saya!!!"
"Saya tidak berniat menolong anda nona tapi karena ini berurusan dengan anggota keluarga kerajaan..." ungkap Elf serius.
"Jadi agar tidak ada rumor yang aneh apa yang kau inginkan, aku pasti akan memenuhinya!" tegas Elf.
"Aku INGIN pernikahan ku dan pangeran Elvern di tetapkan, dan aku mau pangeran Elvern bertanggung jawab atas perbuatan nya."
"A-aku mau dia mencintaiku dengan bayinya yang akan lahir..." lirih blancha.
"Baik..."
Seketika mata Blancha berbinar-binar senang.
"Aku pasti akan menuruti permintaan mu tapi tidak untuk yang terakhir," ucap Elf.
"Apa? A-apa maksud yang mulia???"
"Masalah mencintai itu muncul tiba-tiba bukan di paksakan," celetuk Elf.
"Jika memang kau ingin Elvern mencintai anakmu dan juga kau sekaligus, berusaha lah mendapatkan cintanya, bukan berusaha untuk di cintai," tutur Elf.
"Jangan mengemis cinta pada seseorang yang tidak mencintai kita," ketua Elf.
Blancha hanya terdiam tidak bisa berkata apa-apa.
Aku yakin pangeran Elvern akan mencintaiku dan anak ku.
Aku yakin itu, aku harus kuat.
Elf pun melakukan pertemuan dengan adik dan kekasih adiknya.
"Apa yang kau inginkan kakak~"
"Dan kenapa kau membawa wanita itu, apa kau mau menggantikan ku menikahinya." celetuk Elvern.
Syukur deh kalau kakak mau, tapi tidak mungkin kan kakak sangat mencintai wanita yang sudah menjadi mayat itu.
"Aku datang kesini untuk memaksamu menyetujui pernikahan dengan wanita ini, ini tanggung jawab mu!"
Ujar Elf sambil memperlihatkan mata nya yang bersinar dengan tatapan tajam.
Elvern yang tidak Terima pun memunculkan taringnya.
"Kenapa aku harus bertanggung jawab, maaf aku tidak mau karena aku tidak menyukai nya," ejek Nyeleneh Elvern.
"Aku juga minta maaf karena aku sudah menyebarkan berita pertunangan ke seluruh wilayah!"
Ujar Elf sambil menunjukan seringai kemenangan.
__ADS_1
Gretakan saja tidak cukup untuk orang seperti Elvern, aku harus spontan melakukan aksi.
...----------------...