
...24...
...❤----------------🖤...
"Nah begitulah kisah cinta kami, apa kalian terharu!" ucap Blancha percaya diri.
"Huhu itu seperti novel," kekah Aeris.
"Riana apa kau sudah bertemu degan kekasih Blancha???" tanya Aeris.
"Yah aku sudah bertemu dengannya, dari sangat jago menggoda," ungkap Riana. "Hah apa katamu, dia hanya bersikap sopan!" bantah Blancha.
Riana bernafas kasar.
Begitulah kata-kata orang yang tengah di mabuk cinta. Ucap hati Aeris dan Riana.
"Jujur jangan merasa tidak enak, kekasih mu itu seperti buaya, aku harap kau keras padanya jika ia menikah nanti," celetuk Riana.
Kurang lebih aku ingin mengatakan hal yang sama seperti Riana.
"Hei apa kau iri, karena dia pangeran?!" Kesal Blancha. "Tidak sama sekali, aku menghargai tunangan ku," balas Riana.
"Hei... Hei... Hei... Jangan ber-teng-kar," ucap Aeris yang kesal dengan tingkah kedua temannya.
"Dia yang mulai dulu," rengek Blancha.
"Sudah-sudah!" tegas Aeris.
Blancha dan Riana pun diam meskipun terlihat pertengkaran.
"Oh ya Aeris aku punya hadiah untuk mu, benarkan Riana,"
"Woah apa itu, susah-susah saja!" Aeris merasa tidak enak.
"Jangan gak enakan gitu ratu~ kami kan sahabat mu," ucap Riana. "Maaf nona kesatria,"
Mereka sangat mudah berbaikan, mood mereka mudah tenang...
"Ini aku membawa makanan terbaru ku di restoran, semoga kamu suka, dan mungkin ada sedikit hadiah lagi di dalam,"
"Ini sebagai ucapan terimakasih karena Aeris bisa menyempatkan bertemu meskipun kami tahu kamu sangat sibuk,"
Ratu dan sorot wajah ke dua teman Aeris terlihat senang sekaligus merasa bersalah.
"Haha kalian ini, jangan merasa tidak enak begitu, apapun itu untuk sahabat ku, akan ku usahakan menyempatkan bertemu..." kekah Aeris.
"Kalian juga datang kesini jauh-jauh..." lirih Aeris.
"Terimakasih Blancha, ini nanti ku makan, aku juga penasaran dengan isi lainya,"
"Terimakasih perhatian nya ratu, ini hadiah dari saya,"
Riana menyodorkan sebuah kalung dengan liontin merah.
__ADS_1
"Woah apa ini terlalu berlebihan!"
Aeris kaget melihat apa yang di berikan Riana.
"Ini wajar, apa anda lupa anda seorang ratu, jujur ini tak seberapa malahan..."
"Aeris selalu saja rendah hati," goda Blancha.
"Hehe aku belum terbiasa..." Aeris malu-malu.
"Ini liontin batu ruby, ini adalah kalung sihir, terdapat sihir untuk melindungi pemakaian nya."
"Sebenarnya aku membeli ini karena kalung ini mirip dengan mu ratu," ucap Riana.
"Benarkah???"
"Jika di pakai itu akan cocok dengan mata anda yang merah bersinar cerah..." ucap Riana.
"Nanti akan ku pakai, terimakasih Riana aku sangat menyukai nya," ujar Aeris.
"Hmmm, itu bukan apa-apa,"
"Woah Riana ternyata bisa romantis ya," ejek Blancha.
"Apa sih," ketus Riana.
Aeris hanya tertawa melihat Riana dan Blancha yang selalu bertengkar seperti tom and Jerry.
Hari pun mulai larut, Riana dan Blancha berpamitan karena besok dini hari akan langsung pulang karena masa liburan nya segera habis.
"Sama-sama, begitupun aku, aku sangat senang bisa melihat kalian, sehat-sehat ya disana, aku akan segera berkunjung!"
"Yah Aeris juga jaga kesehatan, berkabar terus ya, Rani akan mengirimkan burung nya untuk mengabari," tukas Blancha.
"Oke, aku akan menunggu..."
Mereka pun berpisah dan hari mulai malam, Aeris pun pulang ke istana bersama pengawal-pengawal nya.
"Yang mulia saya mengirim kereta, takut anda lelah," ujar salah satu prajurit.
"Padahal saya hanya duduk diam dan mengobrol, jangan berlebihan, tapi terimakasih perhatiannya!" ucap Aeris sambil tersenyum karena mendapatkan perhatian dari prajurit.
Itu artinya keadaan Aeris di akui oleh orang wilayah utara.
"Sudah jadi tugas saya, saya merasa terhormat bisa menjaga anda," ucap prajurit terharu.
Aeris pun masuk ke kereta lalu pulang ke istana, meskipun dekat saat sampai di istana langit sudah gelap.
Aeris pun bergegas masuk ke istana.
"Salam yang mulia ratu,"
Saat masuk Aeris di beri salam oleh para pelayan yang sedang bekerja berlalu lalang.
__ADS_1
Alaric yang menyadari kepulangan Aeris pun langsung menyambut Aeris.
"Ratu! Anda sudah Pulang!"
Alaric menghampiri Aeris.
"Yah yang mulia saya sudah pulang,"
"Selamat datang..." ucap Alaric. "Haha iya yang mulia..."
Aku sangat merindukan ratu, tapi aku tidak bisa mengatakan nya, penyakit gengsi ku kambuh lagi.
"Apa anda menunggu lama, anda terlihat senggang yang mulia, " tanya Aeris.
"Yah saat tidak ada ratu rasanya hampa, sepi jadi saya duduk diam, atau kalau tidak bawahan-bawahan saya datang menggangu," curhat Alaric.
"Haha maaf yah saya bermain terlalu lama," Kekah Aeris.
"Tidak apa-apa, jika ratu senang apapun itu..." ucap Alaric.
Dia terlihat tertekan, aku harus menegur Rigel dan Kane agar tidak terlalu menggangu Alaric.
"Ahk itu Kane???"
Kane menghampiri Alaric dan Aeris.
"Maaf menggangu yang mulia raja dan yang mulia ratu," sopan Kane.
Kenapa dia sok pencitraan begini. ujar Alaric kesal dengan drama bawahannya.
"Kami harus membawa yang mulia, yang mulia di ajak makan malam oleh Raja, ada tamu di istana raja Hesoeros untuk para kesatria dan yang mulia harus pergi..."
Kalau di pikir-pikir Alaric pernah bilang kalau sebagian kesatria kerajaan utara tengah berburu dan mengusir hewan buas.
Mungkin ini pesta untuk mereka.
"Padahal aku baru saja bertemu ratu," gumam Alaric.
"Ahk apa yang mulia mengatakan sesuatu?" Aeris sedikit mendengar Alaric bergumam.
"Tidak, maaf kita tidak bisa makan malam bersama, sampai jumpa ratu, saya akan segera kembali. " ucap Alaric.
"Ahk hmmm..."
Kenapa aku merasa sedih.
"Saya tidak apa-apa, jangan khawatir, pergilah yang mulia!"
Alaric pun pergi dengan Kane.
Dan saat selesai pesta aku kaget dengan kondisi Alaric.
"Astaga yang mulia!!!"
__ADS_1
...----------------...