I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
ELVERN PEMBUAT ONAR


__ADS_3

...19...


...❤----------------🖤...


Hari ini tepat dimana Edana akan di hukum mati, yaitu di hukum pasung.


Seorang wanita dengan surai putih dan mata satu nya tengah di seret ke tempat pemasangan.


Bukan rasa menyesal bukan rasa sedih tapi Edana tersenyum dan saat akan mendekati kematiannya dia berteriak-teriak.


"AAAAA LEPASKAN AKU!!!! AAAAAA, AKU TIDAK SALAH APA-APA AAAA,"


Semua rakyat yang melihat tingkah Edana langsung menyoraki Edana bahkan melemparkan Edana dengan kotoran atau barang berat.


"Dasar pembunuh!"


"Dasar pela**r, "


"Dasar tidak tahu diri, siksa dia!!!


"Senyap!!!"


Semua orang berhenti berteriak saat raja Hesperos berteriak.


"Sir Johan, langsungkan hukuman," perintah Hesperos.


"AHK TIDAK JANGAN TARIK AKU, JANGAN TARIK AKU AAAAAAA!!!!"


"Sir Johan pun yang bertugas menghukum melangsungkan hukuman Edana.


Edana sedikit memberontak tapi akhirnya hukuman selesai di laksanakan, dan jasad Edana akan di makam kan di pemakaman biasa tanpa gelar bangsawan sama sekali.


Dan mirisnya tidak ada siapa pun yang melayat ke pemakaman kecuali Luan dan Aeris.


*Aku harap kau tenang di sana, aku mendoakan mu karena kau ibunya Luan.


Jika kau terlahir kembali dan bertemu dengan anakmu kau harus bersyukur mempunyai anak seperti Luan*...


" Ayo pulang Luan, " tukas Aeris.


"Hmmm ayo yang mulia,"


"Sebelum nya terimakasih sudah mau ikut," ujar Luan.


"Hmmm, itu keinginan ku sendiri," balas Aeris.


Aeris dan Luan pun kembali ke istana setelah melayat. Mereka naik kereta yang berbeda.


"Ratu terlalu baik!"


"Ahk yang mulia, sejak kapan anda berada disini???"


Aeris terkejut di keretanya tiba-tiba ada Alaric yang tengah menunggunya.


"Masuklah, ayo kita pulang bersama," ujar Alaric.


"Haha tentu saja, apa yang mulia menunggu saya?"


"Bisa di bilang begitu, juga ada sedikit urusan tadi,"


"Ahk kemarin aku mendapat surat dari Kerajaan Rania, ayah ibumu akan datang berkunjung," sahut Alaric.

__ADS_1


"Woah,"


Saking senang nya dia tak bisa berkata-kata, matanya sampai berbinar-binar.


Dia pasti merindukan keluarga nya karena sudah lama tidak bertemu..


"Ahk yang mulia kenapa anda selalu tersenyum begitu,"


"Apa lagi, tentu saja karena melihat ratu tersenyum, aku jadi ikutan tersenyum,"


"Hahah yang mulia bisa saja," Aeris salah tingkah.


Alaric dan Aeris pun sampai di istana.


🍀🍀🍀


**Setelah kejadian mengenaskan berlalu...


Seminggu kemudian**...


Ayah ibuku akan datang berkunjung ke wilayah utara untuk melihatku juga dapat undangan dari raja Hesperos langsung dan tentu saja aku senang, tapi aku dapat sedikit tantangan karena Alaric merengek ingin tampil baik di hadapan orang tuaku, dia terus bertanya-tanya bagaimana cara di puji menjadi menantu yang baik, tapi aku bilang kalau dia tak butuh itu.


"Woah yang mulia, anda akan di jenguk orang tua anda, aku penasaran dengan orang tua yang mulia ratu!"


Seperti biasa yang selalu bahagia setiap hari dan bersemangat adalah Lili.


"Kalian bisa melihat nya..." kekah ku.


"Nona orang tua anda sudah menunggu di ruang tamu..." ucap Sofia.


"Ahk yang mulia raja sudah ada disana, yang mulia raja terlihat gugup," canda Sofia.


"Haha kurasa dia yang paling antusias bertemu denganku di banding anak kandung nya sendiri." kekah Aeris.


"Ayah! ibu!"


"Huuu aku merindukanmu,"


"Kami juga nak, bagaimana kabarmu???"


"Aku baik, semua orang di sini baik-baik!"


"Untunglah yang mulia raja menjaga anak ku dengan baik," puji Meiron, ayah Aeris.


"Haha Aeris lebih banyak membantu,"


"Syukurlah anak ku sudah menjadi ratu yang hebat," puji orang tua Aeris.


"Itu tidak benar, aku masih belajar," malu Aeris.


"Yah dia mulai banyak di puji oleh rakyat dan banyak di akui, ratu sudah menjadi ratu yang hebat..." puji Alaric pada Aeris.


"Haha terimakasih yang mulia," risih Aeris karena tidak suka di puji.


Aeris telah menjadi ratu yang hebat, semenjak dia turun bekerja ke masyarakat banyak yang mengakui keberadaan Aeris, tidak seperti saat awal datang Aeris banyak di caci maki, kini Aeris di puji-puji.


Alaric tidak tinggal diam saja, orang yang masih merendahkan Aeris pun di hukum penjara.


Berkat Aeris kerajaan utara memiliki hubungan yang baik dengan negara-negara besar lainnya seperti negara Shenawan dari timur, dan Yerga dari Selatan.


Kerajaan Euthoria dan wilayah utara semakin maju, dan itu sesuai dengan ramalan.

__ADS_1


"Apa adik ku akan melupakan kakak mu itu,"


Sesosok pria berambut hitam dengan mata biru cerah mirip seperti ibuku tengah memasang wajah kecewa.


"Ahk kakak, tentu saja aku merindukan mu!!!"


Aeris beralih memeluk kakaknya.


Kakak Aeris adalah seorang calon Duke dan seorang Ksatria dari Kerajaan Rania yang terkenal dengan kekuatan.


Tidak hanya terkenal dengan kekuatannya, Kakak Aeris yang bernama konan Elvish di kenal dengan ketampanan nya yang elegant, banyak wanita-wanita bangsawan tinggi yang melamar dan mengajaknya berhubungan lebih, tapi Konan selalu menolak karena pokus ke misinya di hutan dan dia sudah di jodohkan.


Tapi karena Konan tipe penurut, dia sudah di jodohkan dengan putri dari seorang Marquis.


Dia menikah sebelum Aeris beberapa bulan yang lalu, dan istri nya tengah hamil besar, karena itu dia tidak ikut.


"Ahk aku sangat ingin melihat kak Selene," rengek Aeris.


"Dia tengah hamil besar, dia juga ingin ikut tapi kondisinya lemah, tadinya aku tidak ingin ikut, aku ingin menjaganya, tapi ada ibunya yang datang," ungkap Konan.


Tiba-tiba ada seorang datang.


"Ahk maaf saya menggangu saya datang karena yang mulia di panggil ada masalah pekerjaan," ujar Kane.


"Ahk maaf, saya tidak bisa meluangkan waktu, nanti kita bertemu lagi, ratu juga ayah ibu..." ujar Alaric lalu pamit pergi.


"Kalian sangat akrab, syukurlah," Tukas ibu Aeris.


"Haha yah,"


"kalau begitu ibu akan punya dua cucu!" girang ibu Aeris.


"Haha ibu aku tidak akan terburu-buru, maafkan aku!" tukas Aeris.


"Ibu hanya bercanda, kapanpun itu kami tidak masalah," ujar ayah Aeris.


"Terima kasih pengertian nya," ujar Aeris.


Tapi tetap saja aneh mereka membicarakan ini, seolah memang ingin, bolehkah aku egois untuk saat ini???


Hubungan kami saja belum dekat seperti layaknya kak Konan dan kak Selene, kami belum seperti sepasang suami istri pada umumnya.


"Ayah, ibu dan kakak, apa kalian ingin pergi ke taman untuk minum teh? Taman di istana sangat indah," tawar Aeris.


"Pergilah bersama ibu, ayah dan kakak ada urusan dengan raja Hesperos..."


"Ahk baiklah, ayo ibu," ajak Aeris. "Ayo ibu sangat penasaran,"


Aeris pun membawa ibunya ke tempat yang telah di siapkan.


"Woah ini bukan teh, apa ini? Ini sangat enak,"


"Itu sirup buah, aku sesuai ingin buah-buahan, ibu tidak keberatan kan???"


Ahk lagi-lagi aku punya trauma lagi, aku masih takut minum teh...


"Tidak apa,"


"Ahk salam yang mulia ratu, apa anda tengah minum teh dengan ibu anda~"


"Ahk siapa pria ini Aeris???"

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2