
...21...
...❤----------------🖤...
Hari ini pun aeris menjelaskan kepada ibunya tentang keadaan dirinya selama di Kerajaan Euthoria.
"Ibu maaf aku tidak menceritakan ini, aku tidak mau ibu khawatir karena aku baik-baik saja..." tukas aeris.
"Meskipun kau berkata begitu ibu tetap mengkhawatirkan mu, ibu sudah merasa bersalah dari awal ayahmu menjodohkan mu, ibu belum bisa apa-apa,"
Raut wajah ibu Aeris benar-benar khawatir.
"Ibu sangat bersyukur karena wanita itu di hukum,"
"Tapi ibu tidak setuju kau merawat anak nya!"
Ibu bahkan tahu aku merawat Luan, tahu dari mana dia.
"Maaf ibu, tapi aku akan tetap merawat Luan, dia tidak seperti ibunya,"
"Tapi dia punya darah gila dari ibunya," potong ibu Aeris.
"Dia sangat berbeda ibu, dia adalah anak yang baik yang punya impian, aku juga punya alasan merawatnya!"
"Memangnya apa alasannya???"
"Karena ibunya tak menyayangi nya, meskipun dia terus di hina oleh ibunya, sampai akhir dia tetap menyayangi ibunya, aku ingin memberikan kasih sayang tidak berbalas itu..."
"Dan dia juga bersumpah melindungi ku, buktinya dia ikut saat mencapai obat untuk racun yang ku minum!" tegas Aeris.
Ibu Aeris hanya bernafas kasar.
"Terserah, jika Luan berubah sama seperti wanita itu, itu kesalahan mu,"
Pernyataan itu membuat Aeris tersentak dan menjadi ragu.
Tidak aku mempercayai Luan.
"Kalau begitu, ibu pamit, ibu harus pulang karena urusan sudah selesai, jaga dirimu baik-baik," ucap ibu Aeris sambil mengusap wajah Aeris.
__ADS_1
"Yah ibu juga..." balas Aeris.
Aeris pun mengantarkan keluarga nya untuk pulang.
"Jaga anak kami yah yang mulia," ujar Merion ayah Aeris.
"Tentu itu sudah pasti," spontan Alaric.
"Oh ya kamu harus datang ke rumah mu juga, sebentar lagi kak Selene melahirkan, akan ada pesta," ujar Konan semangat.
"Itu sudah pasti," jawab Aeris juga semangat.
"Kau juga kapan nyusul?" canda Konan.
Aeris mendapat pertanyaan itu jadi salah tingkah di tambah Alaric menatap nya.
"Ahaha kami masih pikir-pikir!" ujar Aeris gelagapan.
Kenapa mereka mengatakan ini tepat di hadapan Alaric!!!
"Haha maaf aku hanya bercanda, wajah mu sampai merah begitu!" kekah Konan.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi!!!"
Saat semua keluarga Aeris masuk kereta mereka pun berpisah.
Dan suasana jadi canggung karena perkataan Kakak Aeris.
Ahk suasana jadi canggung.
Wajah Alaric terlihat serius apa yang dia pikirkan???
Apa dia kepikiran itu, kalau di pikir-pikir aku tak keberatan Memiliki anak karena aku memang harus melahirkan keturunan.
Tapi, Alaric seperti tidak suka dengan anak kecil, dia bahkan bersikap kasar pada Luan, meskipun sekarang tidak terlalu parah...
"Ratu..."
"Ratu..."
__ADS_1
"Ratu!!!"
"Ahk iya yang mulia," kaget Aeris.
Sial aku melamun.
"Apa kita harus melakukan apa yang orang tua Ratu inginkan???" tanya Alaric.
"Apa, apa orang tua saya meminta sesuatu pada yang mulia???" Tanya balik Aeris.
"Masa Ratu tidak tahu, itu loh..." ujar Alaric gelagapan.
Apa sih? Permintaan apa sampai membuat Alaric matanya kemana-mana, cara bicaranya juga terbata-bata...
Oh!!!
Aeris pun sadar apa yang di tanyakan Alaric.
Apa dia menganggap perkataan orang tua dan kakak ku serius???
"Ahk anak, itu maksud anda???" lirih Aeris.
Alaric mengangguk.
"Ahk haha,"
Apa yang harus aku katakan.
Suasana nya jadi aneh...
"Salam yang mulia ratu dan yang mulia raja!"
Suara yang terlihat girang itu ternyata dari pangeran Elvern.
Aduh si tamu risih yang belum pergi-pergi dari wilayah ini...
Dan suasananya semakin aneh
...----------------...
__ADS_1