I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
BEKERJA BERSAMA


__ADS_3


...6...


...❤----------------🖤...


info :


Wilayah kerajaan sangatlan luas dan setiap wilayah di pimpin oleh satu raja, terdapat enam kerajaan besar yang memimpin tiap wilayah.


Contohnya sekarang Alaric yang kini menjadi pemimpin wilayah utara di kerajaan Euthoria, Wilayah utara di kenal dengan strategi kemiliteran dan melahirkan ksatria-ksatria hebat. Dan juga terkenal dengan sumber daya tambang dan batu bara.


Lalu kedua ada dari Kerajaan barat yaitu kerajaan Sorin, kerajaan yang terkenal dengan kemewahan nya. Setiap kerajaan di lapisi permata-permata yang indah.


Terdapat dua kerajaan yang memimpin wilayah barat, yaitu satu lagi kerajaan Rania, kerajaan tempat Aeris lahir, kerajaan ini terletak di Barat daya. Kerajaan yang terkenal dengan sumber daya alam nya.


Selanjutnya dari wilayah timur yaitu kerajaan Shenawan, kerajaan yang terkenal dengan pasukan nya yang pandai mengendalikan sihir, dan membuka sekolah sihir untuk semua wilayah.


Seperti wilayah barat, wilayah timur juga sedikit terpecah yaitu memiliki dua pemimpin, wilayah timur terpecah ke wilayah timur laut, dan kerajaan di timur laut memiliki nama Moonlight.


Walau mereke memiliki ciri khas yang sama, tapi seni sihir mereka katanya berbeda dan karena inilah mungkin terjadi perselisihan dan perpecahan wilayah. Kerajaan Shenawan dan kerajaan Moonlight pernah melakukan perang dengan menggunakan sihir untuk merebutkan wilayah kekuasaan, dan perang itu di namakan perang saudara.


Sebaliknya untuk kerajaan Sorin dan kerajaan Rania tidak ada penjelasan kenapa wilayah nya terpecah, karena dari awal wilayah nya sudah terpisah. Dan dari segi ciri khas pun sangat berbeda.


Dan yang terakhir kerajaan yang terletak di wilayah selatan, bernama kerajaan Yerga. Terkenal dengan kekayaannya sumber lautnya yang di pasarkan di seluruh wilayah, membuat wilayah selatan memiliki hubungan baik dengan wilayah lainya. dan termasuk wilayah ter damai karena tidak ada jejak peperangan atau pertumpahan darah.


...🍀🍀🍀...


Kini akan ada pertemuan antara kerajaan-kerajaan besar untuk melakukan bisnis perdagangan, yang letak pertemuan nya di kerajaan Euthoria.


Setiap perwakilan dari Kerajaan berdatangan, dan tuan rumah pun menyiapkan acaranya.


"Yang mulia ini gaun untuk menyambut perwakilan-perwakilan yang akan datang, anda akan berdiri di sebelah yang mulia raja,"


"Ahk ya, terimakasih,"


"Apa anda baik-baik saja, anda terlihat lesu???" Tanya sofia.


"Aku tidak apa-apa," jawabku berbohong.


Sofia kadang selalu peka, bahkan sangat peka meskipun baru bekerja beberapa hari, aku kemarin susah tidur karena memikirkan hal-hal yang tidak penting.


"Nona ini ada ramuan agar anda kuat beraktivitas," ucap Sofia.


"Ahk iya aku akan menggunakan nya nanti,"


Dia juga sangat perhatian, tidak hanya padaku dia juga perhatian pada patnernya yaitu Lili.


Kadang aku tak mengeriti kenapa putri dari bangsawan tinggi seperti Sofia dan Lili bersedia menjadi pelayan, di umurnya sekarang seharusnya mereka sibuk melakukan apa yang mereka inginkan.

__ADS_1


"Woah yang mulia ratu anda sangat cantik," puji Lili seperti anak-anak.


"Terimakasih ini tidak akan secantik ini kalau bukan karena kalian, kalian sangat berbakat," puji balik Aeris pada dayang-dayang nya.


"Haha kami hanya melakukan tugas kami hehe," Lili salah tingkah.


Acara pun akan di mulai dan Aeris pun bersiap untuk duduk di tahta kerajaan.


"Apa an-da gugup???" tanya Alaric.


"Tidak," jawab Aeris percaya diri.


Justru dirimu yang terlihat gugup.


"Pfttt, " Aeris terkekah.


"Kenapa tertawa???" tanya Alaric bingung.


"Yang mulia bertanya pada saya gugup, justru yang mulia yang malah terlihat gugup," ujar Aeris.


Sontak Alaric menjadi salah tingkah.


"I-itu karena, ini pertama kalinya saya akan bekerja bersama dengan ratu," ungkap Alaric malu-malu.


Yang tadinya Alaric yang salah tingkah kini Aeris pun ikutan salah tingkah.


"Perhatian! Perhatian! Acara penyambutan akan dimulai, Yang mulia raja Alaric theodor Odelia dan yang mulia ratu Aeris Theodor Odelia, akan memasuki ruangan dan menduduki tahta.


" Anda sudah siap?" tanya Aeris sambil mengulurkan tangannya sambil menyuguhkan senyuman yang menenangkan.


"Hmmm," jawab singkat Alaric yang masih belum bisa mengatur wajahnya.


Apa dia akan terus malu-malu begini???


Tapi jujur saat pengumuman itu dibunyikan jantungku sangat berdebar, padahal ini cuman acara kecil.


Alaric memegang tangan Aeris lalu keluar dari ruangan.


Semua Menteri-menteri yang bekerja untuk kerajaan Euthoria memberi salam kedatang Alaric dan Aeris.


"Selanjutnya penyambutan pada perwakilan kerajaan dari kerajaan moonlight, pangeran Elvern Lavan,"


Saat nama itu di seru dan wujudnya ditampakkan, sontak wajahku kaget, mataku terbuka lebar melihat pria yang tidak asing.


Itu... Itu bukannya pria yang berciuman di lorong dengan nona Edana???


Apa aku salah lihat, tapi rambut putih dan mata nya yang pucat aku tidak mungkin salah!


"Selamat datang di kerajaan Euthoria, karena anda kerajaan pertama yang datang, otomatis anda harus menunggu yang lain datang, kami akan memberikan pelayanan dan jamuan yang di sediakan kerajaan Euthoria,"

__ADS_1


"Terima kasih yang mulia, saya sangat senang menjadi perwakilan untuk datang kesini, di sini banyak-banyak hal yang indah untuk di pandang," ucap Elvern dengan seringai nya.


Apa dia menyadari ku waktu di lorong, kurasa ia, buktinya dia seolah mengenal ku. Aeris.


Tidak hanya Aeris yang merasa terganggu, Alaric juga merasakan kecemasan saat pangeran Elvern menatap Aeris dengan senyuman yang tidak biasa.


Kenapa Pangeran Elvern tersenyum seperti itu pada Ratu, Ratu juga merasa risih, aku harus berhati-hati pada perwakilan dari Timur ini.


"Apa saya tidak mendapat sambutan dari yang mulia ratu, saya sangat merasa terhormat di beri ucapan selamat datang pada yang mulia ratu yang sangat cantik dan anggun ini," celetuk Elvern.


Aeris dan Alaric beserta yang hadir di sana tidak percaya apa yang di katakan Elvern, penyambutan adalah hal yang biasa, tapi cara meminta Elvern sangat lah mengiring.


Kenapa harus sampai memuji ratu, ratu juga merasa risih dengan pria ini, bagaimana ini???


Aeris terdiam tidak tahu harus melakukan apa.


Tiba-tiba Alaric memegang tangan Aeris dengan keberanian nya.


Aku harus membuat ratu tenang.


"Ahk???"


"Ratu anda bisa menyambut kedatangan pangeran Elvern, mungkin dia merasa kurang, saya tahu ratu belum terbiasa, tapi ayo mulai terbiasa, dan tenanglah ini hal yang biasa..." tutur Alaric dengan wajah meyakinkan.


Aeris tidak percaya dengan apa yang di lontarkan Alaric, dia terdiam tapi tidak lama dia sadar situasi.


Apa Alaric tengah menenangkan ku, benar ini hanya hal biasa, aku begini karena kejadian malam, anggap saja dia benar-benar orang asing.


Ini berkat yang mulia.


"Terima kasih, padahal tadi saya bilang saya tidak gugup, saya jadi termakan omongan, sekali lagi terimakasih yang mulia," ucap Aeris sambil tersenyum.


Syukurlah. Gumam Alaric.


"Suatu kehormatan juga bisa menyambut anda dengan baik pangeran Elvern Laven, karena ini keinginan anda,"


"Saya ucapkan selamat datang di kerajaan kami," ucap Aeris dengan percaya diri.


Tanpa alasan apa-apa tiba-tiba seisi ruangan bertepuk tangan dan memuji Aeris.


"Ratu kami ternyata sangat hebat, "


"Ratu kami sangat bijak sana, "


Aeris hanya tersenyum begitupun Alaric yang bangga dengan Ratunya.


"Huh seharusnya aku yang di puji dan duduk di tahta itu, kalau bukan karena pria itu pasti aku sudah ada disana," Gerutu Edana yang tengah melihat kejadian itu.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2