
...34...
...❤----------------🖤...
"Nona Blanche, pendeta sudah ada di altar, nona bisa turun ke altar."
Blancha pun turun ke altar tanpa di temani siapa-siapa.
"Kenapa aku tidak melihat Elvern!"
"Biasanya kan pengantin pria duluan menunggu di altar."
"YANG MULIA! YANG MULIA!!"
"YANG MULIA PANGERAN ELVERN KABUR MEMBAWA RATU DARI KERAJAAN UTARA!!!"
Blancha yang mendengar itu terdiam di tengah-tengah altar, bunga yang tadi ia pegang sepanjang berjalan ke altar terjatuh, badan Blancha melemas lalu terjatuh pingsan.
Para tamu pun membantu mengangkat badan Blancha yang pingsan di tengah-tengah altar.
Tidak hanya Blancha yang panik Alaric pun pun panik karena ratunya di bawa oleh Elvern. Saat mendengar teriakan orang itu Alaric langsung bergegas mencari Aeris.
"Yang mulia raja tenang dulu, kami telah mengerahkan semua pasukan," ujar Elf.
"Maaf tidak bisa, karena adik anda berbahaya pasukan saja tidak cukup, aku akan mencarinya sendiri, aku tidak butuh bantuan anda yang mulai," ujar Alaric.
Alaric pergi meninggalkan Elf yang hanya bisa memerintah pasukan nya tanpa turun tangan sama sekali.
***
"Dimana aku..."
__ADS_1
"Kenapa aku bisa tertidur,"
Aeris pun berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi padanya.
"Ahk aku ingat aku, aku di bius oleh seseorang dari belakang,"
FLASHBACK :
Aku akan pergi ke altar untuk melihat upacara pernikahan.
Tapi putri Yola tiba-tiba mengajak ku berbicara, meskipun aku tidak terlalu dekat dengan nya aku pun berusaha menghormati nya dengan cara meladeni nya karena dia adalah anak raja.
Lalu seseorang membekam ku dari belakang saat aku tengah mengobrol lalu aku terbangun di sini.
"Sudah bangun Aeris ku~"
Suara ini, suara pangeran Elvern.
"Yah aku tahu..."
"Lalu kenapa kau disini, cepat pergi ke pernikahan!!!" titah Aeris.
"Yang mulia ratu, apa anda belum sadar kalau aku tengah menculik yang mulia!"
"Jadi, apa kau yang membekan ku saat aku tengah berbicara!"
"Yah, dan satu lagi aku kabur dari pernikahan temanmu itu!" ujar Elvern sambil menunjukan senyum khasnya.
"Kalau bukan berkat putri Yola aku tidak akan pernah mendapatkan kan mu Aeris ku," ujar Elvern mendekati Aeris.
"Jangan mendekat!"
__ADS_1
"Apa maksud mu, jadi putri Yola sengaja jadi umpan agar kau bisa membekam ku,"
"Yah itu benar,"
Kenapa putri Yola melakukan ini padaku, apa aku melakukan kesalahan padanya.
"Pasti kau bertanya-tanya kenapa aku berbuat seperti ini padamu, yang mulia ratu!" ujar Yola.
Yola muncul dari belakang Elvern.
"Tolong tinggalkan aku sendiri dengan hasil tangkapan mu ini!" titah Yola pada Elvern .
"Jangan apa-apa kan Aeris ku, kalau tidak aku akan membunuhmu!" ucap Elvern menatap horor pada Yola.
"Yah aku tahu itu!" ketus Elvern.
Sangat menakutkan aku harus hati-hati dengan orang ini.
Elvern pun pergi meninggalkan Yola dan Aeris yang tengah terikat tidak bisa apa-apa.
"Putri Yola apa yang putri lakukan!"
"Ini karena kau Aeris!"
"Apa salahku, apa aku membuat kesalahan padamu!" tanya Aeris.
"Salahmu adalah, karena mengambil yang mulia raja Alaric dari ku!" ungkap Yola.
"Apa???"
...----------------...
__ADS_1
{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}