
...13...
...❤----------------🖤...
"Siapa yang berani datang ke tempat suci ini???"
Seorang pria berambut emas panjang dengan mata tosca yang bersinar tengah duduk memperhatikan Alaric dan rombongan.
Perawakan nya seperti malaikat.
"Saya kesini untuk mencari tanaman bernama Liliana, apa anda gerangan tahu,"
"Untuk apa tanaman itu???" tanya pria itu.
"Ratu kami keracunan tanaman Lilith dan katanya Liliana adalah obat yang dapat menyembuhkannya,"
"Siapa ratu mu itu, tidak sembarang orang bisa mendapatkan tanaman itu," ujar pria itu.
"Yang mulia ratu Aeris..." ungkap rombongan serentak.
"Aeris???"
Pria itu tiba-tiba terdiam dan seperti tengah berpikir.
"Aeris? Anak berambut hitam dan mata merah cerah itu!!!"
"Ahk bagaimana anda tahu,"
Semua orang kaget begitupun Alaric.
"Karena dia wanita dalam ramalan,"
"Tunggu apa lagi, kumohon berikan tanaman itu," Ujar Alaric.
"Ada satu syarat," titahnya.
"Apa itu???,"
"Tolong bunuh orang yang telah meracuni Aeris,"
Semua orang mengatakan iya begitupun Luan.
Pria itu pun mengeluarkan tanaman itu langsung dari tanganya.
"Ini, kalian sudah berjanji, tepati janji kalian, selamat kan Aeris dan bunuh orang yang mencelakai nya!" tegas pria itu.
"Bawa ini kalian pergi dulu, aku ingin berbicara dengan orang ini," sahut Alaric.
Rombongan Alaric pun bergegas pergi.
"Sebenarnya siapa kau!!!" tanya Alaric pada pria berwujud seperti malaikat itu.
Tapi malaikat itu hanya terdiam tidak menjawab seolah mengabaikan.
"Lalu kenapa kau bisa kenal dengan istriku!"
Di pertanyaan ke dua akhirnya pria itu menjawab.
"Kau? Kau suaminya Aeris???" tanya pria itu dengan raut wajah kaget.
"Iya," singkat Alaric.
"Sungguh beruntung!" kekah pria itu.
"Apa maksud mu???" tanya Alaric.
Pria itu menghela nafas sambil tersenyum lalu mulai menjawab apa yang di katakan Alaric.
"Terserah kau percaya atau tidak," ujar pria itu.
Alaric mengkerut kan keningnya tidak mengerti.
"Aeris Elvish adalah titisan Dewi,"
"Hah apa!!!" Alaric tidak percaya dengan kata-kata pria itu.
"Yah terserah kau percaya atau tidak, buktinya dia bisa bertemu denganku, tidak semua orang bisa bertemu denganku tahu," ucap pria itu dengan percaya diri.
"Tapi aku bisa melihatmu," tukas Alaric.
__ADS_1
"Ini wujud palsu ku, tapi Aeris pasti pernah melihat wujud ku yang asli," jawabnya.
"Maksud titisan dewi itu???" tanya Alaric masih penasaran.
"Yah dia bisa di bilang keturunan dewa yang dilahirkan sebagai manusia, orang yang mengerti pasti akan mengincarnya," ujar nya.
"Kenapa semua orang mengincar nya???"
"Karena Aeris mempunyai aura yang cantik, siapa yang tidak akan terpikat dengan nya..."
"Aku kaget saat dia sudah menikah, ku pikir kau orang yang tahu ternyata benar, makanya aku mengatakan kalau kau sangat beruntung,"
"Aeris di ramalkan akan menjadi ratu yang paling di segani dan akan melahirkan raja-raja besar, ramalan itu sempat di sembunyikan tapi bocor..."
Alaric terdiam membeku.
"Oleh karena itu tolong lindungi Aeris, bersumpah lah!!!" ucap pria itu dengan wajah yang tidak berbohong.
"Hmmm... Itu sudah pasti..." jawab Alaric mantap.
"Hmmm..."
"Namaku Helios," ungkap pria itu.
"Aku Alaric raja kerajaan Euthoria!" Alaric iku memperkenalkan diri.
"Di berkatilah wilayah mu...". "Terima kasih..." ungkap Alaric.
"Kalau begitu aku pergi dulu," Alaric pun pamit dan menanti kesembuhan Aeris.
Hari mulai larut Alaric dan rombongan nya mulai bergerak dengan cepat.
"Berapa sisa waktunya!!!" tanya Alaric.
"Gawat satu jam lagi, kita masih ada di pertengahan,"
"Sial!!!"
"Yang mulia anda jangan hiraukan kami, bergerak lah lebih cepat..."
Alaric pun mulai bergerak cepat mengandalkan kudanya yang mulai kelelahan.
Namun tiba-tiba Alaric serasa merasakan aura yang membuatnya bergerak lebih cepat.
"Woah aura apa itu!!!" kagum Kane.
"Gila!!!" Rigel.
***
Aeris... Aeris... Aeris...
"Hah,"
Aeris terperanjat dan sadar kalau dia berada di tempat yang ita tidak kenal.
"Aku dimana???"
Aeris berusaha menerka-nerka kenapa dia bisa ada disana.
"Ohk aku kan baru saja dengan tidak sengaja meminum teh yang beracun,"
"Hmmm... Jadi apa ini alam akhira??!"
Mengerikan.
"Aeris..."
Ahk siapa dia, seperti malaikat.
Tapi entah kenapa rasanya familiar.
"Apa kita pernah bertemu sebelum nya???" tanya Aeris.
"Yah, apa kau mengingatku? Aku Heli!"
Heli!
Ahk seorang yang selalu menemaniku bermain saat bayi.
Tidak ku sangka wujudnya menjadi besar seperti ini, dulu dia sangat imut.
__ADS_1
"Ahk teman ku yang paling pertama, benarkan!" tanya Aeris sambil memasang wajah yang tengah menebak-nebak.
"Kaun ingat!". "Tentu saja, Heli!!!" jawab Aeris girang.
Ahk kenapa aku semangat sekali.
"Hah sifatku kenapa jadi kembali seperti bayi lagi, apa ini karena efek bertemu denganmu,"
"Haha mungkin,"
"Jadi ini di mana, apa ini alam Akhirat???" tanya Aeris bingung.
"Tidak, ini alam bawah sadar, aku tahu kamu sedang tidak sadar jadi aku mau bertemu denganmu!" ungkap Heli.
"Jadi aku tidak mati, hanya pingsan???"
Dan Heli mengangguk benar.
"Bagaimana agar aku bisa kembali ke dunia???" tanya Aeris.
"Nanti juga akan ada yang menarikmu..."
"Sebelum di tarik ke dunia aku ingin menatap Aeris dengan waktu yang lama!!!" ucap Heli sambil tersenyum.
Woah senyuman yang berdosa, bisa-bisanya ada makhluk seindah ini.
"Kau kan bisa menemuiku kapan pun,"
"Woah kau mengijinkan ku datang ke dunia,"
"Hanya mampir, karena aku su-dah punya suami hehe, nanti dia takut cemburu!" ungkap Aeris malu-malu.
Hah cemburu nya. Ujar benak Helios.
"Apa kau merindukan suamimu itu," tanya Heli.
"Jujur iya... Aku sedih saat ku pikir aku sudah mati, tapi rasanya serasa masih ada kesempatan mendengar aku hanya pingsan,"
Aeris sadar Heli terus menatap sambil tersenyum ke arahnya.
"Kenapa kau terus menatapku sambil tersenyum begitu???" tanya Aeris risih.
"Sudah lama tidak bertemu, kamu sudah tumbuh dengan sangat cantik,"
"Hehe makasih..." jawab Aeris.
"Hmmm... kalau begitu, sebelum kembali, aku ingin kau berjanji padaku satu hal!"
"Hah apa???" tanya Aeris penasaran. "Berjanjilah kau akan hidup dengan bahagia selamanya, dan mati dengan bahagia," ucap Heli.
"Iya aku janji,"
Itu adalah pertanyaan yang sulit, tapi entah mengapa aku menjawabnya dengan mudah. Menenangkan bisa melihat wajah Heli yang tersenyum layaknya anak-anak.
Heli dan Aeris pun melakukan janji kelingking.
Setelah itu tiba-tiba angin berhembus kencang dan menari Aeris ke lubang yang tiba-tiba muncul di dekatnya.
"Sampai jumpa Aeris,"
Geli melambaikan tangannya sambil tersenyum padaku.
Itulah terakhir aku melihat sebelum di tarik oleh lubang yang muncul di dekat ku.
Dan...
"Hah,"
Aku membuka mataku melihat ke segala ruangan, ruangan yang asing seperti kamar di istana.
"Aeris..."
Aku mendengar suara kecil dari seseorang, saat ku lihat itu adalah suara dari Alaric yang matanya sudah berkaca-kaca.
"Alaric..."
Aku senang melihat nya, tapi kurasa Alaric yang lebih senang karena dia tiba-tiba memeluk ku.
"Kau sudah kembali,"
"Yah aku kembali yang mulia!!!"
__ADS_1
...----------------...