
...23...
...❤----------------🖤...
"Woah yang mulia teman-temanku ada di wilayah utara, bolehkan aku menemui mereka!!!"
"A-hmmm ya,"
"Woah terimakasih, saya akan bersiap dulu! Sampai jumpa yang mulia~" ucap Aeris begitu senang.
Itu bisa kapan saja Alaric, Ratu juga pasti bosan di Kerajaan.
"Hoho udahan ya," celetuk Kane yang tiba-tiba stuck di kamar Alaric.
"Hah kau kenapa ada di sini, dan juga Rigel???"
"Simpel saja, bagaimana kita bisa melewatkan sosok yang mulia raja yang sedang di mabuk cinta," celetuk Kane.
"Kalian memang menyebalkan,"
"Terimakasih pujiannya!!" balas kedua bawahan Alaric serempak.
Seketika Alaric menjadi emosi dan mengeluarkan ke dua bawahan tukang menguntit itu.
Sementara itu Aeris tengah bersiap...
"Ahk Sofia tolong pilihkan aku gaun yang santai, aku akan pergi keluar," titah Aeris.
Sofia pun mengangguk mengerti.
"Anda terlihat senang, apa ada berita bagus yang mulia?" Tanya Lili.
"Teman-temanku datang ke wilayah utara~" tutur Aeris sambil tersenyum senang.
Seketika dayang-dayang melihat itu ikut tersenyum.
Yang mulia ratu pasti senang, melihat yang mulia ratu senang aku jadi ikut senang...
Aeris pun memakai gaun yang di pilih Sofia dan di beri riasan sedikit lalu pergi ke tempat di mana teman-temannya nya berada.
Teman-teman Aeris sedang berada di alun-alun kota. Aeris pergi kesana dengan di kawal prajurit.
Itu yang mulia ratu...
Dia sangat cantik, dia terlihat senang...
Mau kemana yang mulia ratu???
"Salam yang mulia ratu," sapa semua orang yang berlalu lalang pada Aeris.
Aeris hanya tersenyum sebagai jawaban.
Lama berjalan akhirnya Aeris bertemu dengan teman-teman nya.
"Blancha! Riana! Aku sudah sampai!"
"Ahkk AERIS!!!"
Aeris dan kedua sahabatnya berpelukan.
"Tidak kita harus memanggil teman berharga kita yang mulia, begitu kan!" ucap Blancha sambil mengedipkan mata.
"Haha terserah kalian, aku punya ruang untuk orang-orang terdekatku..." kekah Aeris.
"Woah Aeris tetap Aeris yang kami kenal, kamu sudah jadi ratu yang hebat,"
Blancha mengusap dan memeluk Aeris bangga.
__ADS_1
"Senang bertemu denganmu Aeris," Tambah Riana.
"Aku juga sangat senang sekali,"
Blancha memiliki kepribadian yang riang, sedangkan Riana kebalikanya dia orang yang kalem tapi asik.
Blancha dan Riana berasal dari wilayah tempat Aeris lahir, yaitu berasal dari Kerajaan Barat Rania. Blancha adalah seorang pengusaha makanan sedangkan Rania adalah seorang Ksatria.
Mereka sedang senggang dan berkunjung ke wilayah utara.
"Aku pikir kita tidak akan bertemu, jadi kami tidak berharap banyak, tapi..."
"Huhu aku bisa bersyukur melihat wajahmu,"
Seperti biasa Blancha selalu over dalam menyampaikan perasaan ya.
"Haha dia jadi sensitive Akhir-akhir ini biarkan saja Aeris," ujar Riana.
"Haha tidak apa-apa,"
"Jadi kalian awalnya hanya berniat bertamasya kesini?" Tanya Aeris. "Iya, kami tak berharap lebih, tapi takdir mengabulkan keinginan kami hehe," tukas Riana.
"Aeris kau tahu aku sangat beruntung datang kesini, karena aku dapat pacar!" girang Blancha.
"Woah berkencan dengan siapa???" Aeris antusias mendengar pernyataan temannya.
"Yah dia namanya kalau tidak salah adalah Elvern, dia adalah seorang pangeran,"
Seketika raut wajah Aeris jadi tegang.
Ahk pangeran Elvern, aku tidak terlalu menyukainya, tapi...
Aku ingin mengingatkan Blancha tapi aku takut dia salah paham, untuk sekarang lihat situasi saja.
"Ahk dia tamu yang datang, katanya dia memang mencari pasangan, haha kurasa pangeran Elvern tertarik pada temanku~" ujar Aeris.
"Woah benarkah!"
"Iya,"
"Lalu Riana bagaimana dengan mu?" tanya Aeris berusaha tidak membahas tentang Elvern.
"Aku sudah punya tunangan, aku juga ingin menyampaikan, jika kau di beri izin, semoga kau datang ke acara pernikahan ku sebagai sahabat..." lirih Riana.
"Haha akan ku usaha kan,"
Seperti biasa Riana sangat tenang, dia seperti kakak bagiku.
"Siapa tunangan mu itu," tanya Aeris.
"Dia salah satu bangsawan pengusaha toko terkenal di Rania," ujar Riana.
"Dan Blancha bagaimana pertemuan awal kalian???"
Mau tidak mau Aeris harus bertanya begitu meskipun sebenarnya tidak peduli, tapi ini demi temannya.
"Jadi begini awalnya..."
Blancha pun menceritakan awal mulai dia bertemu pangeran Elvern...
Aku tengah pergi ke pasar untuk membeli makanan, karena aku penasaran dengan makanan wilayah utara sendiri, tanpa di temani Riana, karena Riana lelah setelah perjalanan.
Lalu tiba-tiba pangeran Elvern mendekati ku. Aku tidak tahu dia tertarik padaku.
"Hallo nona cantik, sepertinya anda bukan warga dari sini,"
"Ahk bagaimana anda tahu!"
__ADS_1
"Dari cara anda membeli makanan ini, anda pasti baru pertama kali melihatnya,"
"Yah aku dari wilayah barat, aku kesini ingin bertemu sahabatku dan penasaran dengan wilayah utara," ucap Blancha.
Hah itu wilayah tempat ratu lahir, teman siapa lagi orang barat kalau bukan ratu???
"Ahk kalau boleh tahu siapa teman anda itu,"
Tanya Elvern memastikan.
Ahk siapa dia sih, wajahnya tampan tapi mencurigakan, mau bagaimana pun aku tidak dekat dengan nya.
"Maaf itu rahasia," timpal Blancha.
Melihat dia ragu kurasa pikiranku benar. Aku harus mendekat nya...
"Jika anda tidak keberatan mau menjelajah di wilayah utara, saya juga orang dari wilayah lain yang sedang mengunjungi wilayah ini..." Tawar Elvern sambil tersenyum meyakinkan.
"Saya mungkin tahu tempat-tempat cantik jika anda berkenan, karena saya tertarik pada anda," ujar Elvern memberikan tangannya.
Aku pun menyetujui nya dan mengikuti nya karena penasaran tempat-tempat wilayah utara, dia juga memilihkan ku makanan.
Dia terlihat sangat sangat menawan saat menawarkan tangannya.
Dia menunjukan ku tempat-tempat yang bagus, tidak ada yang tidak indah di wilayah utara yang udaranya segar. Dan tempat favorit ku adalah tempat terakhir yaitu saat berjalan-jalan di rumput yang hijau tapi aku tidak tahu nama tempat apa itu.
"Woah menyenangkan sekali, terimakasih sudah memperlihatkan ki tempat seindah ini," ucap Blancha senang.
"Saya senang jika nona senang,"
"Oh ya kita tidak tahu nama kita, kalau boleh tahu siapa nama anda???" Tanya Blancha.
"Saya nama saya Elvern, kalau nona cantik ini, siapa namanya???" goda Elvern.
"Haha terimakasih, namaku Blancha, senang bertemu orang seperti anda..."
Aku pun duduk karena lelah berjalan di rumput-rumput yang lembut di tambah udara yang menyegarkan.
"Jadi anda kesini untuk berlibur, pasti anda sangat senang!" ujar Elvern.
"Yah saya baru sampai ke sini, karena bosan di penginapan saya pergi ke sini, hari pertama liburan yang menyenangkan..."
"Dan... Aku juga berharap bisa bertemu dengan sahabatku, dia pasti sibuk sekarang," ujar Blancha raut wajahnya menjadi sendu.
"Kalau boleh tahu siapa sahabat anda itu, kurasa terlihat berharga di mata anda," Tanya Elvern basa-basi.
"Aku akan menceritakan nya, asal anda menjaga rahasia ini!" . "Hmm," jawab singkat Elvern.
"Mungkin anda tahu, dia adalah ratu di sini, karena pekerjaan ratu dia pasti sibuk jadian ku tidak berharap banyak, namanya Aeris..." ucap Blancha.
Setelah banyak bercerita tiba-tiba dia mendekati wajahku, dan mengejutkan nya lagi dia mengecup wajahku, akun marah tapi tiba-tiba disana lah pernyataan cinta itu.
"Ahk apa yang anda lakukan!!!" kesal Blancha.
"Jangan marah nona cantik ku, kalau berkenan jika anda mau, maukah anda menjadi kekasih saya, saya tertarik pada pandangan pertama pada anda!" ujar Elvern.
"Yah mau yah..." bujuk Blancha.
Dia sangat tampan, kenapa aku menolak nya???
Teman-teman ku akan segera menikah begitupun Riana sahabatku, jadi kenapa tidak.
Dia juga terlihat sangat menyukaiku.
"Aku pun menerimanya dan begitulah cerita nya berakhir!!!" girang Blancha tamat bercerita.
...----------------...
__ADS_1