I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
BERUBAH


__ADS_3

...31...


...ā¤----------------šŸ–¤...


"Woah apa ini tidak terlalu berlebihan???"


"Ini kalung sihir untuk bayi, guna Isa terhindar dari marah bahaya," ucap aeris.


"Jangan begitu ini khusus untuk Isa berharga kalian," tutur Aeris.


"Terima kasih ratu Aeris," ucap Kak konan dan kak Selena.


"Apapun untuk kakak-kakak tersayang ku~"


Pesta pun di mulai tapi Aeris tidak bisa menikmati pesta itu karena ada seorang yang menarik nya dari kerumunan pesta.


"Ahk siapa??? "


"Ini aku Blancha Aeris..."


"Blancha kemana saja kamu???"


"Aku sebenarnya tidak di undang, tapi karena aku tahu pasti ada kamu di sini jadi aku datang ke sini!!!"


"Ada apa Blanche kau terlihat tidak sehat..." tanya Aeris khawatir.


"Aku ingin menyampaikan berita baik padamu, nanti sampaikan pada Riana oke!!"


Syukurlah Blancha terlihat senang.


"Berita apa itu, aku tidak sabar mendengarnya," sahut Aeris ikut merasa senang.


"Aku hamil, dan aku akan di nikahi oleh pangeran Elvern..." jawab Blancha senang kegirangan.


"Woah selamat!!!" ucap Aeris.


Kurasa pangeran Elvern benar-benar menyukai Blancha.


Tapi aku masih belum bisa melupakan sikapnya, dia juga pernah berbuat tidak senonoh denganĀ  nona Edana.


untuk sekarang akun ikuti alur saja, Blancha juga jauh-jauh kesini untuk menyampaikan berita yang baik, dia juga terlihat senang.


"Selamat ya Blancha nanti undang aku!!!"


"Itu sudah pasti..." ungkapnya.


"Ratu... Ratu... Ratu... "


Ahk suara Alaric, aku tidak boleh memperlihatkan Blancha di sini.


"Ahk aku pergi dulu, aku harus berkencan denganĀ  pangeran Elvern sampai jumpa!!!"


"Ahk iya sampai jumpa!!!"


"Ratu anda sedang bicara dengan siapa???"


Alaric menemukan keberadaan Aeris.


"Tadi ada temanku tapi dia sudah pergi!"


"Siapa? Aku tidak melihat seorang keluar tadi??"


"Lupakan ako kembali ke ruang pesta, tadi aku malah di tarik temanku!" ujar Aeris.


"Oh baiklah!!!"


Beberapa jam kemudian.


Pesta berakhir dan diakhiri dengan penutupan.


"Terimakasih pada semua yang telah hadir untuk merayakan kelahiran anak kami," ucap Konan.


Dan pesta pun berakhir.


Alaric dan Aeris tidak langsung pulang ke kerajinan Euthoria mereka menginap di mansion mewah yang sudah di siapakan Selena dan Konan.


"Woah padahal aku ingin menginap di rumahku," gerutu Aeris.


Rumah Aeris adalah istana tempat Duke Meiron atau orang tua Aeris tinggal.

__ADS_1


"Kita harus menghargai pemberian mereka, karena itu kita juga harus memberi sesuatu untuk mereka,"


"Hah," Aeris mendengus.


Aeris yang mengerti jalan pikiran Alaric pun langsung salah tingkah.


Padahal baru kemarin melakukan itu, tapi benar sih tadi juga ayah dan ibu ngode.


Beberapa menit setelah pesta berakhirnya.


"Aeris aku sudah menyediakan mansion untuk mu, ini perintah ibu mertua dan juga ayah mertua," ucap Selena.


"Hah padahal aku ingin tinggal di istana sini," rengek Aeris.


"Aku juga pengennya gitu tapi..."


Selena berbisik ke telinga Aeris.


"Ibu minta momongan," bisik Selena.


Sontak wajah Aeris merah padam.


"Kalian berdua bekerja keras lah malam ini!!!" ucap Selena pada Aeris dan Alaric.


"Ahk sebelumnya Isa dijaga oleh siapa???" tanya Aeris. "Isa di jaga oleh ayahnya, ayahnya sangat lengket sampai ibunya tidak punya waktu mendekati anak nya sendiri," ucap Selena.


Selena terlihat frustasi.


"Hohoho anak-anak ku sedang pada apa,"


"Ibu!!!"


"Ratu atau Aeris, ibu dan ayah sudah menyiapkan mansion untuk kalian, ibu menunggu cucu ke dua yah..." celetuk ibu Aeris blak-blakan.


"Ahaah ibu..."


Ibu kenapa blak-blakan begini sih, aku jadi malu...


Tapi Alaric, terlihat santai atau tegang wajahnya terlihat serius.


"Tenang ibu saya akan berusaha dengan ratu malam ini!!!"


Oh astaga...


Tapi sebenarnya aku juga ingin punya bayi seperti Isa.


Begitulah kronologinya.


"Tapi aku minta satu syarat!!!" ucap Aeris serius.


"Ada apa???". "Tolong pelan-pelan melakukan nya," titah Aeris malu-malu.


Alaric tersenyum paham lalu mendekat Aeris.


"Tentu, saya akan membuat ratu mendesah nikmat~" goda Alaric.


Alaric menjatuhkan ku ke ranjang.


Dia benar-benar melakukan nya dengan pelan-pelan.


Setiap sentuhan Alaric sangat lembut.


***


"Ahk a- Alaric pelan-pelan,"


"Sayang..." ucap Aeris.


Seketika Alaric kaget mendengar Aeris memanggilnya dengan namanya untuk pertama kali.


"Ya Aeris..."


"Aku mencintaimu," ujar Aeris sambil mengelus wajah Alaric.


"Iya aku juga sangat mencintai mu Aeris,"


Dan malam pun semakin panas.


***

__ADS_1


Pagi hari tiba...


Aeris membuka matanya dan melihat seorang pria tengah menatapnya sambil tersenyum, tatapan nya terlihat tulus untuk seorang yang di tatap nya.


"Selamat pagi ratu!" ucap Alaric.


"Selamat pagi yang mulia,"


Padahal kami semalam saling memanggil nama.


"Ayo mandi bersama ratu, sekarang kan tidak ada dayang-dayang anda!" ucap Alaric senang.


"Oke tolong bersihkan badanku..."


Setelah melewati pagi Aeris dan Alaric bersiap-siap berkemas pulang kemabli ke kerajaan Euthoria.


"Ayah ibu aku pulang, nanti kita bertemu lagi ya," ujar Aeris sambil memeluk dan mengecup orang tuanya sebagai bentuk kasih sayang seorang anak.


"Jika tidak sibuk, berkunjung lah kemari, pintu kami akan selalu terbuka untuk kalian," ujar ayah Aeris.


Alaric dan Aeris mengiyakan.


"Kak Selena, kak Konan, dan Isa ku sayang, samapai jumpa lagi~"


"Ahk kita harus berpisah dengan cepat, sehat-sehat yahh di sana," ujar Selena.


"YANG MULIA seperti biasa jaga adik saya yang berharga ini!" ucap Konan.


Alaric mengangguk mantap.


"Sampai jumpa Isa kh sayang, untuk terakhir kali aku akan menggendong mu~"


Aeris menggendong Isa.


Isa tersenyum saat di gendong Aeris.


"Woah dia tersenyum saat di gendong oleh Aeris,"


"Lihat nak dia yang menggendong mu adalah orang yang telah memberikan berkat, sayangi dia ketika sudah besar oke," ujar Selena.


Isa terus tersenyum, dan saat di kembalikan ke ibunya Isa berhenti tersenyum seolah tidak ingin kehilangan Aeris.


"Yang mulia mau menggendong nya???" canda Aeris.


"Seorang yang akan mendapatkan gendongan dari ku adalah anak kita, maaf kakak ipar," ujar Alaric.


"Haha tidak apa..."


Bilang saja yang mulia takut.


Alaric dan Aeris pun sudah naik ke kereta dan langsung berangkat pulang.


"Sampai jumpa ayah!!! Ibu!!! Dan lainnya!!!"


Aeris dan Alaric melambaikan tangan kepada semua yang mengantarnya pulang.


Hari ini terlihat sangat damai...


***


"Kenapa kau harus hamil hah sialan!!!"


"Pangeran Elvern tapi ini anak mu!!!" ucap Blancha.


"Aku tidak menginginkan anak itu, gugurkan," bentak Elvern.


"Tapi..."


"Kau ini banyak maunya, mau menikah dengan ku lalu bertanggung jawab untuk anak mu, cukup satu saja, dasar tidak tahu diri!!!" teriak Elvern pergi meninggalkan Blanche.


"Kenapa... Kenapa... Kenapa!"


"Kenapa pangeran Elvern jadi seperti ini!!!"


"Kenapa dia jadi berubah begini???"


Blancha tidak bisa amenagan rasa sedihnya Blanche menagis di lorong istana.


"Siapapun tolong bantu aku..."

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2