I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
AWAL BAHAGIA


__ADS_3

...38...


...❤----------------🖤...


Satu minggu berlalu...


Setelah kejadian besar dan penculikan itu, biang dari maslah itu di hukum sesuai apa yang telah ia lakukan.


Pangeran Elvern di penjara dan menerima perawatan walaupun memang beluma ada yang berubah.


"Han meskipun aku di penjara, setelah aku keluar aku akan mengacau rumah tangga kalian sampai aku mendapatkan apa yang ku inginkan,"


"Jika kau mendekati istriku akan ku bunuh kau!" ucap Alaric di barengi dengan siluet mata merah nya yang tajam.


"Aku tidak merasa takut dengan gretak kan mu itu!" kekah Elvern.


"Sebenarnya kenapa kau menyukai istriku sampai melakukan ini, kau satu sudah banyak memakan korban dan membuat semua orang rugi!" tanya Alaric.


"Apa karena di titisan dewi!" tanya lagi Alaric.


"Aku tidak peduli dia titisan dewi atau tidak aku menyukai nya karena aku memang suka dengan nya!" ujar Elvern.


"Tidak aku tidak menyukainya tapi aku mencintai nya, sikap nya yang dingin membuatku tertarik untuk terus mendekati nya, dia berbeda dari wanita-wanita yang ku dekati!" ujar Elvern.


"Dia tidak meladeni mu karena dia sudah punya aku, lewati aku dulu jika kau ingin apa-apa dengan istriku!" geretak Alaric.


"Sudah ku bilang aku tidak akan takut dengan geretak kan mu itu!" kekah Elvern lagi.


Alaric mendengus lalu pergi terbirit-birit.


Kenapa aku punya banyak saingan. Rengek Alaric.


"Yang mulia!"


"Ahk ratu..."


DEKAP!


Alaric berlai memeluk Aeris yang terlihat sudah menunggunya sedari tadi.


"Apa yang ratu lakukan disini? Ratu harus istirahat!"


"Aku menunggu yang mulia!" sahut Crystal.


"Ratu tidak ingin melihat pangeran Elvern di tahanan???" tanya Alaric.


"Ahk untuk apa, tidak ada kenangan baik dengan nya, untuk apa meladeni orang kerasa kepala seperti dia." ujar Aeris.


"Haha syukurlah,"


Alaric kembali memeluk Aeris dan mencium puncak rambut Aeris.


Ahk jantungan ku sudah tidak bisa di kondisi kan.


"Aku pikir kau akan menemui nya, dan membuat dia tobat, tapi tidak apa-apa dia memang keras kepala!" ejek Alaric.


"Haha, Yang mulia sangat blak-blakan hari ini!"


"Aku sangat merindukanmu, kamu sudah tidak sadarkan diri selama tiga hari!" rengek Alaric.

__ADS_1


"Hmmm, maafkan aku..."


"Kenapa minta maaf???" tanya Alaric.


"Karena membuat yang mulia khawatir!" jawab Aeris.


"Yah kalau begitu jangan membuatku khawatir lagi oke..." timpal Alaric.


"Hmmm, oke..."


Dia jadi bertingkah seperti anak-anak.


"Sebenarnya ada alasan lain selain menunggu yang mulia!"


"Apa itu???"


"Mau bertemu anak kita di rumah barunya???"


"Ahk..."


Wajah Alaric berubah jadi sendu.


"Yah aku belum mengunjungi nya, aku berniat mengunjungi nya dengan ibunya!" ucap Alaric.


"Apa kamu sudah siap???" tanya Alaric. "Saya tidak sabar bertemu dengan nya, dengan Athanasius," ucap Aeris.


Anak pertama Aeris dan Alaric di beri nama Athanasius. Anak Aeris dan Alaric di tempat kan di wilayah timur kerajaan moonlight dan tidak di bawa ke kerajaan Ethoria, agar Aeris bisa melupakan kenangan buruk saat pulang.


Rumah Athanasius akan di jaga dengan ketat oleh kerajaan moonlight jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.


"Hallo Athanasius ibu dan ayah menjenguk mu!"


"Ibu kesini untuk meminta maaf sekali lagi karena belum becus menjadi seorang ibu."


"Dan ibu juga datang kesini ingin mendoakan anak pertama ibu agar di sana Athanasius hidup bahagia, maaf ibu tidak bisa cepat mengusul!"


Lama berziarah pun Alaric dan Aeris pun pamit pulang ke kerajaan nya.


"Yang mulia raja Elf saya pamit pulang, terimakasih atas pertolongan nya, wilayah kami akan selalu menyambut kehadiran anda," ujar Alaric.


"Saya juga, itu tida seberapa dari pada perbuatan buruk yang di lakukan adik saya Elvern, aku mohon maaf tidak bisa menghukum nya, tolong doa kan agar dia bisa menemukan titik cerah!"


"Yah semoga di bertaubat!" ketus Alaric.


Dia benar-benar membenci pangeran Elvern.


"Kalau begitu kami pamit pulang, tolong jaga anak kami!" ujar Aeris.


"Tentu saja yang mulia ratu saya akan menjaga nya dengan sepenuh hati,"


Kami pun naik kereta tapi seseorang lari menghentikan Aeris.


"Tunggu kita belum berpamitan!"


Blancha muncul tiba-tiba dan menarik Aeris turun dari kereta.


"Kita belum melakukan salam perpisahan!" gubris Blanche.


"Nona Blanche jangan tarik sembarangan gaun yang mulia ratu itu tidak sopan!" ujar Elf.

__ADS_1


"Ahk itu tidak apa-apa tolong beri aku waktu untuk berbicara dengan Blancha!"


Alaric pun memberi izin Aeris untuk berpamitan dengan sahabat nya.


"Aku tidak akan lama,"


"Aku hanya ingin meminta maaf karena suamiku telah membuatmu..."


Kata-kata terpotong karena Blanche gugup mengungkapkan nya.


"Jangan merasa bersalah, ini memang sudah takdir, tolong jaga saja anak ku di sini Blanche," titah Aeris sambil tersenyum harap-harap Blanche tidak bersalah atas gugurnya anak Aeris.


Blanche tersenyum menjawab senyuman dari Aeris.


Padahal aku sudah merugikan mu tapi kenapa Aeris masih bisa tersenyum.


"Kalau begitu sampai jumpa, aku tidak sabar melihat bayi kecil mu!" ungkap Aeris.


"Haha nanti kamu orang pertama yang akan memberkati nya!" girang Blancha.


Setelah itu Aeris kembali masuk kereta dan pulang.


Sementara itu untuk putri Yola dia mendapat hukuman pengasingan dan di cabut dari marga Elvern karena sudah mengugurkan kandungan seorang ratu.


"Aeris aku sungguh minta maaf, maaf kan aku aku tidak sadar karena terlalu terobsesi padamu!"


"Tolong jangan pengasingan! Jangan cabut marga ku bagaimana nanti aku akan bersosialisasi dengan teman-temanku aku akan malu!!!"


"Maaf putri Yola itu bukan hukuman yang aku berikan," ujar Aeris.


"Tolong bilang pada hakim tolong bela aku, aku kan saudara ku Aeris!" histeris Yola.


"Aku mohon tolong kurangi masa hukuman ku!!!"


Yola sampai mencium kaki Aeris.


"Aku mungkin akan memaafkan kan mu jika masalah nya kecil, tapi kau yang adalah saudara ku telah melenyapkan keturunan ku!


" Ta-tapi itu hanya seorang anak, kamu bisa membuatnya lagi dengan Alaric." Gubris Yola.


PLAK.


"Tolong sadar apa yang telah anda katakan!"


Aeris menampar wajah Yola.


"Aku adalah seorang ibu, ibu mana yang tidak sedih anak nya yang bahkan belum lahir sudah meninggalkan orang tuanya,"


"Bersyukur lah orang tuamu masih menyayangimu, padahal seharusnya nya kau harus di hukum mati!" ujar Aeris dengan nada kesal.


Dan akhirnya putri Yola pun di tetapkan akan di beri hukuman pengasingan.


***


"Yang mulia ratu mulai sekarang kita harus hidup bahagia selamanya, semoga ke depannya nya tidak ada yang akan mengganggu kehidupan kita lagi!"


"Yah yang mulia ayo hidup bahagia dari sekarang,"


...----------------...

__ADS_1


{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}


__ADS_2