
...33...
...❤----------------🖤...
"Aku sudah menyebarkan undangan nya bersiaplah besok secara mendadak aku akan menikahi mu!" tukas Elf.
"Aku tidak mau, bukan dia orang yang ku cintai!" kekah Elvern.
"Lalu kenapa kau membebani nya hah!"
"Karena dia yang mau, yaudah ku turuti saja!" ujar Elvern tanpa rasa bersalah sama sekali.
"Aku tidak peduli, kau tidak boleh kabur dari tanggung jawab ini, aku akan mengurung mu di kamar dengan Blancha,"
"Prajurit bawa dia, dan kurung dia!" tegas Elf.
prajurit pun melakukan apa yang di suruh Elf dan mengurung Elvern di kamar bersama Blancha.
"Hah ini semua gara-gara kau, kenapa kau harus hamil hah!!!" bentak Elvern.
"Kenapa kau menyalahkan ku, ini kan perbuatan mu!!!" teriak Blancha.
"Hah sudahlah!!!"
"Ahk!"
Elvern mendorong Blancha ke tembok membuat sang empu kesakitan.
"Hah iya kau gugurkan saja kandungan mu itu ya???" ujar Elvern sambil tersenyum.
"Ahk tidak ja-jangan!!!"
"Sini kau, akan ku buang anak mu itu!"
"Karena anak ini muncul aku tidak bisa mendapatkan orang yang ku cintai!" tukas Elvern mendekati Blancha.
"Tidak! Tidak! Tolong!!!!"
"Siapa pun tolong!!!!" teriak Blancha.
"Tidak ada gunanya kau berteriak!" tukas Elvern sambil tersenyum.
"Huhu hiks sebenarnya jika kau mencintai ratu Aeris kenapa kau menggoda ku,"
Seketika Elvern terdiam lalu tersenyum.
"Karena kau ingin membuat ratu cemburu, karena aku yakin ratu mencintai ku, dan sedih mendengar aku akan menikah dengan orang sebodoh mu!"
Dasar gila, dia menganggap Aeris menyukainya.
"Nah ayo kita lanjut menggugurkan kehamilan mu!"
"Tidakkkkkkk"
DUG.
Tiba-tiba Elvern terjatuh.
"Hah Aeris,"
"Hallo!"
Sapa Aeris.
Elvern di pukul oleh Aeris yang tiba-tiba muncul menggunakan tongkat sihir yang sihirnya berguna membuat seseorang pingsan selama seharian.
"Ba-bagaimana kau bisa di sini?!"
Blancha memeluk erat Aeris lalu menangis di pelukan nya.
"Aku kesini karena aku punya firasat buruk tentang pernikahan, jadi aku segera kesini dengan alasan ingin melihat mu,"
"Dan benar saja aku mendengar Elvern akan menggugurkan kandungan mu!" tukas Aeris.
"Huhu hiks... huhu hiks... aku sudah tidak kuat Aeris, aku takut!"
__ADS_1
"Kalau begitu bagaimana kalau kau membatalkan pernikahan!?" tawar Aeris.
"Tidak bisa undangan sudah di sebar, aku tidak bisa membuat malu keluarga kerajaan Euthoria."
"Tapi masih ada waktu!" kukuh Aeris.
"Tidak, tidak bisa aku juga mengandung anak nya pangeran Elvern," ujar Blancha.
"Tapi ayahnya tidak menginginkan anak itu!!!" bentak Aeris.
"Kamu sadar dia hampir membunuh anak itu kan!!!" ujar Aeris kesal.
"Tidak apa-apa, setelah menikah aku harap dia bisa berubah, untuk sekarang aku akan tahan semua," jawab Blancha.
"Apa..."
Bagaimana cara menyadarkannya ya ampun, apa dia memang se cinta itu pada pangeran Elvern.
"Uokkk.. up,"
Aeris menutup mulutnya seakan mulutnya akan mengeluarkan sesuatu.
"Aeris kamu baik-baik saja???"
"Ahk kau mau muntah, ayo aku antara kan ke kamar mandi!!!"
Ahk kenapa rasanya aku ingin muntah.
Blancha pun membawa Aeris ke kamar mandi, dan Aeris pun memuntahkan sesuatu di dalam mulutnya yang penuh.
"Kamu baik-baik saja kan Aeris!"
"Aku pu... pusing,"
Aku terjatuh di kamar mandi, Blancha berteriak histeris meminta pertolongan, aku ingat aku melihat Alaric, dan saat ku bangun aku ada di tempat yang tidak di kenal.
"Uh..."
"Jangan berdiri dulu, berbaringlah lagi!"
"Ahk yang mulia, aku kenapa?"
Kebiasaan nya.
"Terima kasih ratu..." ujar Elvern mulai berbicara.
"Untuk apa," tanya Aeris bingung.
"Karena ratu tengah hamil!" ujar Blancha.
"Hah???"
"Aku... hamil..."
Saat mendengar kabar itu aku merasakan mata ku mengeluarkan air mata.
"Sekali lagi terimakasih, aku berjanji akan mencintai dan menyayangi anak kita ini," ujar Alaric.
"Terima juga,"
Andai pangeran Elvern seperti yang mulia raja Alaric, ahk iri nya...
"Selamat ya Aeris, aku ikit senang,"
"Yah sama-sama!"
"Kalian nikmati momen berdua kalian, aku harus pergi dulu, hehe!" ujar Blancha.
Blancha pun keluar dari ruangan.
"Hah aku sangat terharu, terimakasih, terimakasih ratu..." ucap Alaric sambil memberikan kecupan di setiap wajah Aeris.
"Ahk geli!" tukas Aeris.
"Maaf kan aku, aku senang sampai ingin memakan ratu!"
__ADS_1
"Ahk yang mulia," desah Aeris.
***
"Hei bangun lah!"
"Hah kau siapa!" tanya Elvern.
Elvern yang tadinya harus pingsan seharian tiba-tiba sadar berkat ramuan dari seorang yang asing yang datang kepadanya.
"Tidak perlu tahu siapa aku, aku hanya ingin bertanya padamu!"
"Apa yang kau mau hah," bentak Elvern.
"Apa kau mau mendapatkan ratu Aeris..." tanya wanita itu.
"Tentu saja, apa kau tahu bagaimana caranya???" tanya Elvern.
"Yah aku tahu caranya..." tukas wanita itu.
"Apa..." penasaran Elvern.
"Kau juga harus membantu ku mendapat yang-mulia-raja-Alaric..." ujar wanita itu.
"Hah apa pun itu aku akan melakukan jika demi mendapatkan Aeris ku!"
"Bagus kemarilah aku akan membisikkan rencana nya!"
"Rencana yang bagus, tolong bantuannya," ujar Elvern. "Saya juga pangeran!"
"Ngomong-ngomong siapa namamu???"
"Namaku..."
"Iya nama mu!"
"Namaku... adalah Yola putri dari Kerajaan yang di pimpin oleh ayah ku raja Henry!"
"Pantas saja wajahmu tidak asing," ujar Elvern.
"Saya kan memang di kenal oleh semua orang, tidak ada yang tidak tahu tentang keberadaan ku, aku terkenal karena kecantikan ku..."
Ujar Yola dengan penuh percaya diri.
"Hah tapi aku tidak tahu tuh!"
"Huh terserah, mungkin kerajaanmu kuno dan ketinggalan zaman, masa orang se terkenal ku tidak ada yang tahu," kesal Yola.
Dasar perempuan tidak tahu diri, sombong sekali dia, kalau bukan karena Aeris ku aku pasti sudah membuatnya terjebak di dalam permainan ku. ujar Elvern.
"Baiklah hanya itu saja, sampai jumpa besok,"
***
Dan upacara pernikahan pun di mulai.
"Blancha kamu cantik hari ini, jangan membuat hiasan nya rusak dengan raut wajah masam mu, ayo tersenyum," titah Riana.
"Iya oke-oke..."
*Ahk Riana tidak tahu kejadian alasan kenapa aku berwajah masam begini.
Padahal ini hari yang ku nanti-nantikan karena ini hanya bisa di lakukan sekali seumur hidup*.
"Jangan buat Riana khawatir ayo tersenyum!" bisik Aeris.
"Hah aku tidak bisa..." keluh Blancha.
Semakin di beri motivasi Blancha bukanya semangat malah raut wajahnya jadi lebih masam.
"Nona pendeta sudah datang, anda di mohon masuk ke altar.
Dan upacara pernikahan pun akan segera di mulai...
...----------------...
__ADS_1
{ Hallo maaf ya kemarin gak upload, soalnya sempet stres gitu, hampir aja mau hapus karya ini, tapi pas lagi jadi lumayan semangat lagi }
{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}