I Became The Seconde Wife For Of A Emperor

I Became The Seconde Wife For Of A Emperor
AKADEMI KESATRIA


__ADS_3

...39...


...❤----------------🖤...


Beberapa hari berlalu....


Pagi yang cerah menyinari seluruh kerajaan Euthoria, membuat semua penduduk nya terbangun untuk memulai hari yang baru dengan kebahagiaan.


Begitupun dengan Aeris dan Alaric yang akan memulai hari yang baru.


"Yang mulia bangun, sekarang ada hari penting,"


"Emmm..."


Alaric perlahan membuka matanya.


"Selamat pagi yang mulia," riang Aeris.


"Pagi sayangku, kurasa kamu sedang merasa bahagia!" ujar Alaric.


"Yah aku sangat senang karena aku tidur dengan nyenyak..." gumam Aeris.


"Ayo bangun yang mulia, karena hari ini aku sangat senang, ayo kita mandi bersama," goda Aeris sambil menyentuh dagu Alaric dengan nakal.


Alaric yang melihat itu langsung mengeluarkan sisi liarnya.


"Biar aku menggendong ratu nakal ku ini ke kamar mandi," goda balik Alaric.


"Aw kenapa yang mulia sangat menggoda!"


Alaric dan Aeris pun mandi bersama setelah itu mereka bersiap-siap pergi ke acara akademi.


Alaric dan Aeris akan berkunjung ke akademi untuk menjenguk Luan. Sudah satu bulan Luan bersekolah di akademi kesatria.


Dan di hari ini akan ada acara di akademi yaitu ujian ketahanan kesatria, dimana kesatria-kesatria muda akan saling bertarung menggunakan kuda dan tombak.


Siapa yang menang akan mendapatkan setangkai bunga mawar emas yang jarang di dapatkan juga medali dan Piala kemenangan.


Alaric dan Aeris juga mengunjungi akademi karena memang tuan rumah di sana, karena akademi kesatria yang bercabang-cabang di seluruh wilayah adalah milik kerajinan Euthoria.


🌻🌻🌻


Tok... Tok... Tok...


"Ahn masuk,"


"Hallo ratu Aeris!!!"


"Blancha kamu kenapa ada sini!?"


"Hallo aku juga akan datang ke akademis!"jawab Blancha.


"Karena letaknya tidak jauh dari Kerajaan mu aku ingin bertemu dengan mu juga!" ujar Blancha.


"Hallo ratu saya juga datang!"


"Riana!!"


Riana memakai baju kesatria.


"Woah kau sangat gagah Riana!" puji Blanche.


Mata Blancha sampai berbinar-binar.


"Jangan menyukai ku Blancha!"


"Hah mana ada!" ketus Riana.


Mereka juga selalu bertengkar padahal yang satu sedang bunting yang satu lagi sudah bisa di bilang dewasa.


"Perut mu makin membesar Blancha!"


"Apa kau tengah mengejek ku ratu~" timpal Blancha.


"Terserah kamu nanggapin nya bagaimana!" kelahiran Aeris.


"Kalian apa kalian ada rencana mempunyai anak, termasuk kamu ratu," tanya Blancha.

__ADS_1


"Aku sedang mengusahakan nya, aku juga sangat ingin mempunyai anak lagi," jawab Aeris sedikit murung.


"Kalau aku sih sebenarnya belum ingin karena aku fokus mengajar kesatria-kesatria di kerajaan Rania, dan suami juga tidak memaksa," ujar Riana.


"Riana kenapa hari ini memakai pakaian kesatria!?" tanya Blancha berusaha mengubah topik bicara.


"Karena hari ini aku jadi juri, aku tidak akan bertemu kalian nanti, jadi aku menyempatkan waktu karena akan sibuk jadi juri," jawab Riana.


Riana akan menjadi juri untuk lomba bertarung kategori perempuan.


Mereka bertiga pun langsung menuju ke akademi bersama.


"Yang mulia bolehkan aku berangkat bersama teman-teman ku ku mohon ya!"


Ujar Aeris sambil memelas.


"Ta-tapi ratu,"


"Ku mohon..."


Padahal aku ingin berangkat dengan ratu.


"Ba-baiklah," ucap Alaric dengan berat hati.


Aeris pun tersenyum senang.


Cup.


Satu kecupan mendarat di pipi Alaric.


"Makasih,"


"Karena kamu yang memancingnya nanti malam ratu tidak akan selamat!" goda Alaric.


"Hah..."


Bisa-bisanya dia mengatakan itu saat bawahan nya sedang berada si samping nya.


Dasar Blak-blakan.


"Ba-baiklah a-aku pergi dulu," ujar Aeris terbata-bata.


"Woah yang mulia sekarang pandai menggombal," celetuk Rigel.


"Uuuu yang mulia kasihan sekali, padahal ingin se kereta bersama yang mulia ratu," tambah Kane.


Dasar kapan mereka bertaubat ya ampun.


🌻🌻🌻


Beberapa menit kemudian...


"Ahk lihat kita sudah bisa melihat akademi kesatria nya lebih besar dari yang ku bayangkan!"


Mata Blancha tidak mengedip sama sekali saat melihat keindahan akademi kesatria.


"Wilayah utara sangat hebat, benarkan Riana!?"


Riana mengangguk.


"Ya siapa lagi ratunya!" Ucap Aeris dengan bagga.


"PUJA RATU AERIS!!"


Ucap Blancha dan Riana.


"Hah kalian ini sedang apa, apa kalian sedang mengejek ku!"


Blancha dan Riana hanya terkekah.


Mereka pun mengobrol sampai tiba di akademi.


Beberapa menit kemudian...


Akhirnya Aeris sampai di tempat tujuan yaitu Akademi Kesatria.


"Woah ayo turun, aku tidak sabar menjelajah," semangat Blancha.

__ADS_1


"Dasar ibu hamil kenapa dia tidak mengeluh sama sekali," ujar Rania mengerenyitkan keningnya.


Riana kesal karena sedari di jalan mula Aeris dan Blancha tidak berhenti bicara.


"Haha sabar, kami ini orang ekstrovert semua," ejek Aeris.


"Yah aku sangat bangga bisa menghadapi orang-orang bar-bar seperti kalian," ujar Riana.


"Hei Aeris lihat siapa yang menunggu mu!" ujar Blancha.


"Ahk..."


"Luan dan yang mulia!"


Kenapa aku tidak di sebut pertama oleh ratu???


"Ratu ijinkan kami mengantar ratu sampai tempat," ujar Luan. "Iya ratu, aku menunggu mu sedari tadi," tambah Alaric.


Luan dan Alaric menunggu di depan kereta untuk mengulurkan tangan kepada Aeris dan mengantarkan Aeris.


"Ahk Luan bagaimana kamu juga bisa ada di sini, kamu tidak siap-siap untuk lombanya," tanya Aeris.


"Saya di beri ijin untuk menyambut yang mulia ratu, yang mulia raja yang memberi izin saya," jawab Luan.


Sebelumnya...


Alaric pov :


Aku sampai pertama sebelum yang mulia rat, aku sengaja berjalan dengan cepat sampai tujuan untuk menyambut ratu.


Saat aku keluar dari kereta anak yang bernama Luan itu menghampiri ku saat aku hendak keluar dari kereta.


"Apa yang kau lakukan di sini?!" Tanya Alaric.


"YANG MULIA TOLONG IJINKAN SAYA MENYAMBUT KEDATANGAN RATU NANTI!!!"


Ujar Luan sambil membungkuk hormat pada Alaric.


"Aku tidak mau, aku seorang yang akan menyambut nya!" ketus Alaric.


"Ahk kumohon yang mulia,"


Luan masih membungkuk pada Alaric membuat Alaric jadi pusat perhatian.


Ahk gawat, kalau ada rumor buruk ratu akan kena juga.


"Baiklah tapi dengan satu syarat!" ujar Alaric sambil menampil kan seringai nya.


"Apa itu," tanya Luan penasaran.


"Kau, harus memenangkan lomba ini!" ujar Alaric.


"Siap, itu sudah pasti!"


Dan aku pun mengijinkan anak itu menyambut kedatangan ratu.


🌻🌻🌻


"Ayo yang mulia ratu pegangan tangan kami," ujar Luan.


"Dengan senang hati..." lirih Aeris.


Aeris pun memegang tangan Luan dan Alaric lalu berjalan di karper merah.


"Teman-teman aku duluan!"


"Pergilah yang mulia ratu," ucap Riana dan Blancha serempak.


Riana dan Blancha sangat menikmati pemandangan indah yang ada di depan mata mereka.


"Aku iri sekali, tapi Aeris pantas mendapat kan nya..." lirih Blancha.


"Yah dia berhak mendapat kan nya..." ujar Riana.


Bukan rasa iri dengki yang di rasakan kedua sahabat Aeris, tapi rasa senang karena sahabatnya itu bahagia, seolah kebahagiaan Aeris adalah kebahagiaan mereka juga.


...----------------...

__ADS_1


HIATUS!!!


{ Temen-temen jangan lupa suport ya dengan cara like dan comen, baca terus juga! Kalian juga bisa kritik oke biar author belajar lebih baik lagi dalam membuat novel, sekali lagi makasih ya yang udah baca! 🍀🌻🍀}


__ADS_2