
...18...
...❤----------------🖤...
Hari ini adalah hari yang tidak menyenangkan, suasana nya campur aduk, hari ini adalah hari terakhir sebelum Edana di hukum mati.
Dan aku sempat menolak itu tapi ini perinta raja Hesperos...
Sebelumnya...
"Apa, tidak penjara saja sudah cukup!!! Bagaimana pun dia punya seorang anak,"
Aeris tidak menerima hukuman mati untuk Edana.
"Apa ratu pernah melihat anaknya di beri kasih sayang? Tidak kan, ratu bahkan yang mengurusnya,"
"Anaknya sendiri tidak keberatan dengan hukuman itu..."
Apa Luan???
Tidak mungkin, mau bagaimana pun itu ibunya.
"Dia juga dari awal memang akan di hukum sebelum ratu datang, tapi raja masih berpikir untuk hukumannya," ucap Alaric.
Alaric menceritakan ku alasan di menceraikan Edana.
Waktu itu satu hari sebelum pernikahan Edana dan aki, aku menangkap basah Edana yang tengah bermesraan dengan seorang pria lain dan aku kaget.
"Apa yang kau lakukan Edana,"
Alaric tak tinggal diam langsung mendatangi Edana yang tengah bermesraan ria.
"Ini tidak seperti yang mulia lihat, maaf kan aku Alaric, kumohon aku minta maaf,"
"Dan kau pria mesum pergilah!!!" titah Edana pada pria yang baru saja tidur dengan nya.
Sifat nya berubah drastis, aku berusaha menerima itu lagi pun kami hanya sekedar menikah politik, dan aku tidak memberitahu ini pada nenek karena nenek berhubungan baik dengan Edana.
Aku juga tidak peduli jika Edana punya laki-laki simpanan, tapi... Sebagai ratu dia tidak becus dan aku memarahinya, dia hanya berleha-leha menghabiskan harta untuk minum-minum dan bermain dengan pria.
Pemerintah menjadi kacau dan nenek mengetahui itu langsung syok, nenek pun ingin aku menceraikan Edana sekarang juga dan Edana tidak terima, Edana yang hilang kendali mendorong nenek yang tengah memarahinya.
Nenek yang waktu itu penyakit sudah parah pun meninggal di tempat, tapi mau bagaimana pun hakim mengatakan karena itu nenek yang memulai nya jadi ayahku menunda penghukuman nya dan membiarkan wanita itu berkeliaran.
Terakhir hari kulihat kabarnya, seorang pria datang kepadanya membawa seorang anak dan itu adalah Luan.
"Oh astaga,"
Aeris menutup mulut tidak percaya.
Apakah Edana seperti itu???
"Karena itu ini tidak bisa di bantah, jika tidak percaya lihat sifatnya setelah di penjara, dia tak berubah sama sekali," ucap Alaric.
Aku mengikuti saran Alaric melihat keadaan Edana di sel penjara dan aku melihat Luan di sana.
"Luan, kamu datang menjenguk..."
Luan hanya mengangguk.
"Woah ratu dadakan sudah datang~~~"
"Semoga hidup mu penuh dengan rasa sakit," sumpah Edana.
Dia tak berubah sama sekali.
Aeris meninggalkan Luan dan Edana di sel penjara.
"Hei kau, kenapa kau terus datang kesini jika tak ada keinginan membebaskan ku!!! Hah!!!" bentak Edana pada Luan.
"Kau bahkan tidak merasa bersalah sekali, untuk apa lagi kau hidup," kasar Luan.
__ADS_1
"Woah kau sudah berani, akan ku kutuk kau tidak bahagia seumur hidup dan akan sengsara," ancam Edana.
Semua orang bahkan Ratu mengharap kan dia berubah, tapi semua orang kecewa, kenapa aku harus lahir rahimnya...
Aku kesal tapi juga kasihan dengan keadaanya..
"Ini hari terakhir ku mengunjungi mu, aku akan berdoa semoga kau bisa sadar meskipun sudah mati,"
"Hah aku tidak akan mati, mau bagaimana alaric pasti akan datang karena dia mencintaiku,"
"Kau tahu saat aku berhubungan dengan banyak laki-laki pun dia tak menceraikan ku!!!"
"Tapi gara-gara nenek tua itu, Alaric menceraikan ku!"
"AAAAAAAAAAAA,"
Edana berteriak histeris.
"Hidupku hancur... Hidupku hancur..."
"Selamat tinggal ibu,"
KLAK... KLAK... KLAK...
Suara langkah kau Luan yang mulai meninggalkan sel.
"Huh.... hah..."
Luan bernafas kasar.
Meskipun begitu, aku pernah mencintai mu, ibu...
"Kamu sudah selesai???"
"Yang mulia ratu!!!"
"Ayo pulang sama-sama," ucap Aeris.
"Uhk..."
Aeris memeluk Luan yang mulai menangis.
"Hiks... hiks... hiks..."
"Maaf kan aku Luan, aku tak bisa membantu mu, aku sudah berusaha..." ucap Aeris merasa bersalah.
"Tidak... hiks... Tidak, bukan itu huuu," sangkal Luan.
"Aku, aku merasa bersalah karena orang yang selalu menyakiti ratu adalah orang yang ku sayangi, aku jadi selalu merasa bersalah mendapat kebaikan dari ratu, hiks..."
"Tidak, jangan berpikir begitu,"
"Luan dengarkan aku, aku sekalipun tidak pernah membenci ibumu..."
"Meskipun dia hampir membuatku di ambang kematian, aku tidak pernah membenci ibu sama sekali hutpp,"
Aeris juga mulai berkaca-kaca.
"Karena, aku percaya dia pasti dia punya sisi yang baik, seperti anaknya ini," ujar Aeris.
"Hiks... Hiks... Hiks..."
Kenapa ada orang seperti ratu, dia terlalu... uhk.
Ratu Aeris, kenapa???
Luan terus memeluk erat Aeris sampai ia puas meluapkan emosinya.
Luan terus menangis dan berteriak.
Sampai lelah meluapkan emosinya ia pun tertidur lelah.
__ADS_1
"Anak yang baik, tidur yang nyenyak..."
Cup.
Aeris mengecup kening Luan.
Huh, perasaan hari ini begitu campur aduk, aku jadi susah tidur...
Pikiranku terasa berat, tapi aku tidak tahu tengah memikirkan aku...
Aeris memijat keningnya yang tidak pusing.
"Kamu baik-baik saja Aeris???"
Aeris sedikit terperanjat mendengar suara yang tiba-tiba.
Suara ini? Ibu Alaric???
"Ibu, belum tidur ini sudah malam..." lirih Aeris.
"Suara mu serak, wajah mu kusut, apa Aeris baik-baik saja???"
Ibu Alaric khawatir.
"Yah hari ini aku memang sedang tidak enak badan..." kekah Aeris.
"Mau menghirup udara tugas, mudah-mudahan nanti kau bisa mengantuk!"
"Ahk benar, mari..." ucap Aeris setuju.
Ibu Alaric tersenyum senang saat Aeris menerima tawaran itu.
"Woah anginnya sangat segar, seperti di pagi hari..."
Ucap Aeris sambil menghirup udara malam.
"Apa ibu selalu berjalan di malam hari???" tanya Aeris frontal.
"Yah jika aku sudah tidur aku suka berjalan-jalan malam..." jawab nya.
"Ibu Alaric waktu kecil seperti apa???" tanya Aeris penasaran.
Sekaligus menghilang kan suasana yang hening.
"Haha dia adalah yang kaku dari kecil, dia terlalu pemalu, tapi saat bertemu denganmu dia jadi sedikit mudah menyampaikan sesuatu,"
"Haha padahal aku tidak melakukan apa-apa..."
"Tapi itu berpengaruh pada Alaric, dan terimakasih untuk itu Aeris,"
"Haha tidak, bukan apa-apa, saya juga kaget dia akhir-akhir ini tidak kaku dan sedikit suka jail," kekah Aeris.
Dia juga di ketahui bisa manja, tapi aku malu mengungkap kan nya...
"Apa Alaric punya saudara,"
"Yah, dia punya saudara kembar tak seiras,"
"Woah aku baru tahu..." kaget Aeris.
"Yah mereka sedang mengejar keinginan mereka," balas Ibu Alaric...
"Yang satu ingin menjadi kesatria seperti kakanya, yang satu ingin menjadi Dokter dan saintis," tambah ibu Alaric.
"Woah hebat..." puji sungguh-sungguh Aeris.
"Ahk kalian disini, ku pikir dimana???"
"..."
...----------------...
__ADS_1