I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
10


__ADS_3

.


Bab. 10


Belajar dengan giat, setiap ada waktu, bahkan sampai tidak tidur, tapi tidak membuat zuri bisa mendapatkan juara.


Bahkan sudah mau memasuki SMA


Entahlah.... Mungkin otaknya tidak mampu, karena IQ seseorang berbeda beda, katanya, orang bodoh karena malas belajar, tapi sebenarnya itu tergantung IQ seseorang, bisa menangkap semua pelajaran.


Zuri sudah pasrah, bahkan sampai umurnya 16 tahun, tidak akan pernah mendapat pelukan dari papinya, tapi dia tetap membaca buku.


tapi setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing kan, dan zuri memiliki keahlian menggambar dan melukis, tapi keahlian itu sudah lama di tinggalkan nya.


Dulu membeli perlengkapan lukis untuk terus mengasah kemampuannya, tapi suatu hari nadia merusaknya, zuri kesal lalu memukul nadia sampai menangis.


Dan itu yang paling di sesali zuri seumur hidupnya. Membuat papinya marah padanya, sehingga membakar semua perlengkapan lukis nya yang baginya sangat mahal.


Sampai sekarang, zuri sudah berumur 16 tahun, dia akan memasuki SMA kelas 1, melukis adalah kerinduannya.


Tapi dia takut diusir dari rumah jika papinya melihat peralatan itu lagi.


Tidak ada yang bisa di banggakan dari dirinya, otak tidak pintar, ingin memasuki sekolah elit dengan beasiswa saja dia masih ragu karena tau kemampuan nya sendiri.

__ADS_1


Bahkan satu satu nya keahlian yang harusnya menjadi kebanggaan nya saja sudah lama di tinggalkan, tidak tau sekarang masih bisa melukis atau tidak.


...******...


Zuri buru buru keluar rumah, tapi berpapasan dengan bi dean.


"Non, mau ke mana? kerja? jangan terlalu lelah non, nanti pinggangnya sakit lagi, bibi masih bisa biayain sekolah non. " Khawatir bi dean.


Zuri tersenyum ceria.


"Gak papa bu, kata teman riri, dia butuh tukang gosok di rumah, gak terlalu capek kok, jangan khawatir, oke? "


"Bay ibu ku sayang... " Sambil memeluk bi dean.


"Nak karina, ini upahnya, makasih ya udah mau bantu. "


"Harusnya karina yang bilang makasih tante, udah mau bantu karina, lain kali panggil karin aja ya tan, kerjaan apa aja bisa kok, debulan ini karina bisa kapan aja, karena masih libur. " Kata zuri.


(Ingat... Jika di luar... Zuri adalah karina.)


"Kar.... Lo gak makan dulu? udah malam loh" Ajak gea.


"Eh gak perlu ge, makasih, nanti di marah kalo pulang terlalu malam. "

__ADS_1


Sebenarnya gak ada yang bakal peduli sih, apalagi marah.


"Udah lah, ayo, nanti gue yang anter, mau ya? masakan mama ku enak loh. "


Hem.... Berfikir sejenak...


"Boleh deh... "


"Yaudah yuk. "


...******...


Zuri makan dengan canggung di meja makan keluarga gea, temannya zuri, apalagi di situ ada kakak laki laki gea, ganteng pula.


"Nak karina rencana mau lanjut SMA di mana? " Tanya ibu nya gea.


"Hem.... Belum tau tante. "


"Harus di pikirin dari sekarang kar, usahakan cari sekolah yang bagus sih, memang sekolah yang bagus gak menentukan masa depan, tapi itu berpengaruh besar buat masa depan. " Saran ibu nya gea, bukan bermaksud menyinggung.


"Hem.... Nanti deh karina pikirin, tergantung kesanggupan karina juga tan heheh.... Ntar di DO lagi karena gak bisa bayar uang sekolah. " Zuri mencoba bercanda.


HP zuri bergetar, dia mengambil HP jadulnya dari dalam tasnya, ternyata pesan dari bi dean menyuruh pulang, dan apa ini? di pesan itu katanya papinya tidak akan membiarkan dia masuk kalau dalam setengah jam tepat tidak sampai.

__ADS_1


__ADS_2