I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
29


__ADS_3

Hari, minggu, bulan pun berlalu, tiba saat di mana riri melaksanakan Ujian kenaikan kelas, dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat juara kali ini.


Pada ujian tengah semester 1,dia mendapat juara 3,itu adalah kebanggaan terbesarnya, tapi saat memberitahu pada rega, dia tidak mendapat apresiasi apapun.


"Cuma juara 3,lagi pula hanya ujian tengah semester, apa yang mau di banggakan"


Kata kata yang membuat semangat nya down waktu itu, tapi saat memberi tahu Nara, dia malah di peluk dan malah sangat bangga dengan riri.


Membuat semangatnya kembali bangkit.


Dia akan membuktikan ujian kenaikan kelas kali ini dia harus juara satu.


Dia tau dia tidak akan mendapat juara umum seperti nadia, tapi dia akan berusaha.


Tapi yang paling di takutkannya adalah pelajaran yang menyangkut dengan matematika, dia sangat lemah dalam pelajaran itu, apalagi semakin naik tingkat semakin sulit, banyak yang belum di pahami nya.


Seperti ingin bertanya pada guru saat pulang sekolah tidak sempat, kalau bertanya saat jam pelajaran, malah enggak nyambung, karena materi ini sudah lama.


Hari terakhir ujian, dia merasa selama ujian ini dia tidak akan mendapat juara, karena di lihat dari banyak atau tidaknya jawaban yang di anggap nya benar. Malah seperti akan menurun.


Saat baru keluar gerbang, sebuah mobil berhenti di depannya, dia minggir sedikit, agar bisa melihat kendaraan umum yang lewat.


Seseorang keluar dari dalam. Ternyata lelaki ini, yang sekarang sudah menjadi kekasihnya, walaupun di paksa.


Kalau bukan karena males di kejar kejar terus, riri juga malas pacaran, bisa bisa malah mengganggu study nya jika mereka berdebat.


Tapi reza dengan besar keinginan nya itu ingin riri menjadi pacarnya, berusaha meyakinkan kalau hubungan mereka tidak akan mengganggu pelajaran riri.


Wanita terkadang tidak perlu mencintai, hanya di cintai, dan si laki laki berusaha meyakinkan dan membuat wanita percaya akan niat baiknya ingin menjalin hubungan pastilah akan luluh.


Jadi tidak ada salah nya menerima reza, yang baik dan perhatian, sangat berbeda saat pertama kali bertemu di rumahnya.


Reza bilang dia suka pada riri saat menjadi pendamping di acara ulang tahun sepupunya, yaitu teman sekelas riri.


Dia pikir dia tidak akan nyaman dengan reza, karena dia belum mencintainya, tapi setelah melihat sifat lembut dan terlihat sangat menyayanginya, serta menjadi pendengar yang baik.


Beberapa bulan mereka pacaran, riri bahkan sudah menceritakan soal papinya yang begitu tega dengannya,dan juga nama aslinya ,sangking nyamannya bercerita dengan reza.

__ADS_1


Sambil menangis dia bercerita, reza hanya menggenggam tangannya dan mengelus punggung nya untuk menguatkan, mereka belum sampai tahap pelukan, jangan sampai mereka melewati batas, dari situ riri melihat, reza juga orang yang sangat menghormati perempuan yang di cintai nya.


"Aku janji akan selalu saat kamu terpuruk atau senang, kalau ada masalah cerita ke aku ya, jangan pendam sendiri, kalau kamu butuh seseorang bilang aku ya, kamu pacar ku, jangan sampai aku gak tau apa apa tentang kamu. "


Itu janji reza saat itu, hidupnya seperti sedikit ringan karena ada teman bercerita.


Tapi satu yang belum di beritahu pada reza, yaitu soal sakit yang di alaminya.


"Gimana ujian hari terakhirnya? " Tanya reza.


"Lancar kok. "


"Bagus lah, mau makan dulu gak?"


"Terserah"


"Mau nya di mana? "


"Terserah"


"Jangan terserah terserah aja riri... Aku kan bingung, aku gak tau kamu sukanya makanan di mana. " Reza sedikit kesal.


"Ya di mana aja aku suka, toh juga tetap pesan nasi goreng"


Iya juga....pikir reza.


"Yaudah gak jadi, males aku"


Riri hanya diam, ya terserah sih pikirnya.


Reza melihat riri tidak bereaksi, reza malah makin kesal.


Dia malah marah sendiri.


"Iihh ngeselin banget sih"


Reza memberhentikan mobilnya di depan sebuah cafe.

__ADS_1


"Ngapain? Katanya gak jadi. "


"Percuma juga aku ngambek sama kamu, gak mau ngebujuk atau apa, ngeselin"


Riri terkekeh pelan.


"Jangan ketawa, ayo turun. "


"Mbak nasi goreng 2" Kata reza cepat.


Sekitar lima belas menit, pesanan mereka datang.


"Cepat makan. "


Ternyata masih kesal, pikir riri.


"Kejam banget sih. "


"Kamu yang kejam, aku kadang mikir, kamu cinta gak sih sama aku, kok gak ada perhatiannya sama sekali. "


Riri diam, melanjutkan makan sambil berfikir apakah dia mencintai reza.


"Kayak terpaksa gitu pacaran sama aku" Masih lanjut protes nya.


Dengan polos nya riri berkata.


"Kan memang di paksa"


Tang!!! .


.


.


.


. maaf klw ada yg typo, ntar di revisi😂

__ADS_1


__ADS_2