I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
14


__ADS_3

Bab 14


"Em... Kak, maaf ngerepotin, boleh antar ke rumah sakit mutiara aja?"


reza sedikit kaget. "Owh oke, gak papa" Kembali memutar mobilnya, pasalnya mereka sudah melewati rumah sakit itu.


Saat sampai, dia berterima kasih terlebih dahulu, lalu pergi, tapi entah kenapa eeza juga mengikutinya?membuat dia bertanya....


"Em... Kakak mau jenguk seseorang juga? "


"Enggak" Katanya enteng.


"Loh trus? "


"Nganter lo. "


"Eh gak perlu kak, makasih"


"Ya enggak lah, kalo loh kenapa kenapa di rumah sakit ini, gue yang kena, jadi lo harus selamat sampai tujuan akhir. "


Eh...


Jawaban apaan itu...


"Ta-tapi ini udah di dalam rumah sakit kak, gak mungkin... "


"Gak usah cerewet, cepat jalan." Potongnya.


Zuri diam... Kembali berjalan ke ruangan rawat bi dean.


Dia berhenti.


"Saya udah sampai kak, makak boleh pulang."


"Lo ngusir gue? ".


" Bukan gitu kak, narangkali kakak punya kegiatan lain.. "


"Lo masuk aja, gue mau ke kantin nya, nanti gue balik lagi.. "


"Nga-ngapain kak.. "

__ADS_1


"Antar lo pulang lah.. "


"Tapi saya masih lama.. "


"Gue tunggu.. " reza langsung pergi dengan gaya cool nya, membuat zuri sedikit terpesona, tapi langsung menggelengkan kepalanya.


Dia masuk.


****


"Bu... Riri seneng deh, tadi papi bilang dia mau nikah sama maminya riri, riri seneng, papi juga ajak riri ketemu mami, maminya riri baik, kayak ibu, pasti nanti papi baik lagi sama riri kan bu?. "


Bi dean mengangguk."nanti bibi gak takut lagi ninggalin non, karena udah mami yang lindungi "


"Ih... Ibu apaan sih, Ibu pasti sehat, Ibu gak boleh ninggalin riri. "


"Non riri belajar rajin rajin ya, biar tuan bangga, non juga harus kuat, jangan lemah, nangan kalah sama Non nadia yang udah Olimpiade antar provinsi, non harus lebih. "


Zuri mengangguk. " Riri sayang ibu. " Sambil memeluk tubuh lemah bi dean.


"Non bibi mau bilang sesuatu. "


"Di bawah kasur kamar bibi, ada surat tanah, keluarga bibi udah gak ada, jadi untuk Non aja, di tanah itu juga ada rumah kecil, nanti kalau bibi udah gak ada, non punya tempat, siapa tau terjadi sesuatu yang buruk, tapi Semoga enggak ya. "


"Ibu jangan ngomong gitu, malau ibu gak ada, riri sama siapa? riri mau ikut. "


"Jangan seperti itu non, nanti bibi gak tega. "


Zuri menurut dan mengangguk, sambil memegang tangan bi dean.


...*****...


Zuri keluar dari ruangan itu, terkejut saat melihat awan masih menunggu di situ, ternyata laki laki ini benar benar menunggunya.


"Ekhemm... "


Reza menoleh.


"Sudah?"


"Em...saya pulang sendiri saja kak. "

__ADS_1


"Jangan buat gue sia sia nunggu lo. " reza langsung menarik tangan zuri.


*****


"Ini rumah orang tua lo? " Reza kaget melihat rumah di depannya.


"Bu-bukan, Ibu saya cuma pembantu di sini. " Katanya bohong.


"Ooh... Kirain.. "


"Kirain apa?"


"Gak jadi. "


"Yaudah saya turun kak, makasih. "


"Hem.."


...***...


Sudah hampir sebulan para siswa di liburkan, beberapa hari lagi sudah masuk sekolah, dan yang akan memasuki jenjang TK,SD,SMP, SMA/SMK, sudah mendaftarkan diri di sekolah yang mereka ingin kan.


"Pi... Nadia mau sekolah di sini ya, teman teman nadia semua sekolah di sana. "


"Berapa masuknya? " Tanya rega.


"Em... Cuma satu M kok.. "


.......


.......


.............


.......


.......


like vote dan follow, gak ada males malesan, kalau cerita ini gak seru, gak ada salah ngasi dukungan, dan menghargai author yang cape mikir alur ceritanya.


sorry

__ADS_1


__ADS_2