
Tang!!!
Reza membenturkan sendok dan garpu nya ke piring, menimbulkan suara nyaring.
Riri tidak mengerti kenapa reza marah, kan yang di katakan nya benar.
"Cepat habis kan. " Melipat kedua tangan di dada.
"Kamu kok gak ngabisin makanan nya? "
"Malas, udah kenyang. "
"Kalau udah kenyang kenapa ngajak makan, kan jadi mubazir. "
"Kalau kamu mau abisin aja. " Masih mode ngambek.
Dengan polosnya menuangkan nasi goreng di piring reza ke piringnya, lalu lanjut makan.
Begini nasib kalau punya pacar yang belum pernah punya pacar sebelumnya, harus banyak banyak sabar, dan maklum, karena belum tau apa yang harus di lakukan sebagai pasangan.
"Gimana hasil ujiannya? Lulus? "
"Gak tau"
Reza memang mengikuti ujian masuk Perguruan tinggi di yang berada di bandung, apalagi kalau bukan ITB. Juga mengambil jurusan yang sama saat di SMK.
"Dengar dengar harusnya udah tau hasilnya, masa kamu gak tau. "
Reza diam, lama tidak mendapat jawaban, riri juga diam,sampai selesai makan.
"Udah." Katanya saat selesai makan.
__ADS_1
Reza langsung pergi
"Kak Eza!!!... i-ini... "
Panggilan riri seakan tidak di dengar, padahal makanan belum di bayar.
"Mbak ini berapa" Tanya riri pada pekerjaan di sana.
"Enam puluh ribu. "
Riri kaget, satu porsi nasi goreng harganya tiga puluh ribu?, gila banget.
Terpaksa dia mengeluarkan uang tabungannya.
Mungkin kecil bagi mereka yang mudah mendapat kan uang, tapi baginya enam puluh ribu sangat berharga. Bukan gak ikhlas membayar, tapi yang mengajak siapa? Kalau tau gini juga dia gak mau.
Karena sejak awal reza mengajaknya makan, dia sudah bilang 'aku gak punya uang, kalau untuk makan aku juga bisa di rumah, tapi kalau di luar, aku gak ada uang'
'Aku yang bayar kok, tenang aja, kan aku yang ajak, kedepannya kalau aku yang ajak makan, berarti aku yang bayar oke?. "
Kesepakatan sudah terjadi di awal, tidak ada salahnya riri kesal.
Rasanya ingin menangis memberikan uang itu untuk membayar ini.
Tapi tidak mungkin tidak di bayar.
Dia menunggu reza, mungkin sedang mengambil mobil di parkiran.
Merasa waktu mengambil mobil tidak mungkin selama ini, dia memutuskan menelfon reza.
Dan langsung di angkat.
__ADS_1
"Halo.. Kak, dimana, aku nungguin dari tadi, lama banget ngambil mobilnya di parkiran.? "
"Aku sudah duluan kamu naik taksi atau angkot saja. "
"Tapi uang aku gak ada, tadi kak Eza main pergi aja belum bayar nasi gorengnya, mana mahal lagi. "
"Berapa memang? "
"Enam puluh ribu, mahal banget masa satu porsi tiga puluh ribu,di warung biasa aja cuma dua belas ribu. "
"Halah... Cuma enam puluh ribu doang, papi kamu orang kaya, sejahat jahatnya juga pasti bakal ngasi uang jajan. "
Riri tidak habis pikir, ternyata cerita nya selama ini masih belum di percayai oleh reza.
" ooh yaudah.... Makasih kak"
Meskipun tidak tau untuk apa dia berterima kasih, tapi hanya itu yang bisa di ucapkan nya.
Biaya sekolah memang di tangung oleh dokter Reyhan, tapi soal uang jajan, riri mencari sendiri, sudah kesepakatan mereka, tidak ingin semakin membebankan dokter Reyhan yang sudah sangat baik padanya.
.
.
.
.
.
maaf kalau udah kelamaan up ya😂
__ADS_1
author kadang mager, padahal banyak waktu, kayaknya kalau banyak yg komen, mungkin bakal semangat deh😂