I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
31


__ADS_3

Dia memutuskan untuk berjalan kaki saja.


Masih lima menit, tapi pinggang nya sudah terasa sakit, mencoba melanjutkan jalannya, karena kalau istirahat malah semakin manja sakit nya.


Dia puluh menit berjalan dia sudah tidak sanggup lagi. Memutuskan untuk menelfon dokter Reyhan.


Dia duduk di halte bus dengan lemas, bibirnya pucat.


Tidak lama dokter Reyhan datang, memapah riri masuk ke mobil.


"Minum dulu obatnya"


Dokter Reyhan memberikan obat yang biasa di minum riri saat merasakan sakit.


Beberapa menit setelahnya, sakitnya mulai reda, walaupun masih Lemas.


"Kenapa jalan pulangnya"


Riri hanya menggeleng.


*****


Besoknya, walaupun sedang marahan, riri melihat reza menjemput nya, tapi agar jauh dari gerbang, meskipun mengerti, tapi riri tidak mau mengambil inisiatif sendiri, biar reza duluan yang mengajak pikirnya.


Tepat sekali, karena tidak ada pergerakan dari riri, reza yang bertindak. Akhirnya menjumpai riri dengan jalan sendiri.


"Ayo.. " Sambil memegang tangan riri.

__ADS_1


"Kemana?"


"Gak usah sok gak tau. " Kesalnya.


Riri hanya terkekeh.


Kalau bukan karena pesan yang di kirim riri tadi malam, reza tidak akan tau dengan kesalahannya.


"Kak... Lagi ngapain? Udah makan belum? "


Pertama kali riri mengirim pesan duluan pada reza.


"Kok di liat aja sih? "


"Aku minta maaf soal tadi siang, maaf karena mengabaikan kak Eza, aku benar benar pusing soal hasil ujian ku, kayak nya menurun, gimana cara aku ngomong ke papi kalau nilai ku menurun, makanya waktu kak Eza ngambek, aku diam aja, karena aku benar benar pusing saat itu, di tambah aku gak tau mau ngapain, kan kak Eza sendiri yang bilang, kalau pacaran pun tidak akan mengganggu konsentrasi aku, walaupun selama ujian kak Eza memang gak mengganggu aku, tapi dengan kak Eza marah, sama aja nambah beban pikiran aku, aku juga marah sama kak Eza, aku tau uang enam puluh ribu gak seberapa sama kak Eza, tapi bagi ku itu sangat berharga, aku gak maksa kak Eza percaya sama perkataan aku tentang papi, tapi memang itu sebenarnya, bukan papi yang gak ngasi aku uang, tapi memang aku yang gak minta, aku gak mau ngerepotin papi, kalau kak Eza udah cape sama aku gak papa kok, aku ngerti, aku memang belum cinta sama kak Eza, tapi aku udah nyaman, makanya aku mau cerita tentang keluarga ku. Makasih ya, udah mau jadi pendengar untuk riri. "


Dia yang dulu memaksa riri untuk pacaran, menyakinkan perempuan itu agar tidak membebankan pikirkan soal hubungan mereka, tapi sekarang di malah mengeluh.


"Kak, berhenti di SPBU bentar ya, riri mau pipis."


"Hem"


Saat riri keluar, dia meninggalkan tasnya, reza mengambil tas riri, lalu mencari sesuatu yang ingin di carinya,dan langsung dapat.


Dompet riri, saat di buka memang kosong melompong, uang logam juga gak ada, reza semakin merasa bersalah.


Dengan cepat dia mengeluarkan dompet nya,mengeluarkan semua uang tunai yang di miliki nya, tidak berapa jumlahnya, lalu memindahkan ke dompet riri.

__ADS_1


Dengan cepat membereskan yang di lakukan nya agar tidak ketahuan.


"Kita makan ya" Kata reza saat riri sudah masuk.


"Enggak"


"RI.. Maaf soal semalam" Kata reza seketika.


"Iya gak papa"


"Kalau gitu kita makan ya"


"Enggak deh"


"RI... Aku kan udah minta maaf. "


"Beneran gak bisa, aku ada kerjaan di rumah, banyak. "


"Beneran? "


"Iya.. "


Reza pikir riri tidak mau di ajak makan karena soal semalam.


***


Seperti biasa, reza selalu mengantar riri dan berhenti agak jauh dari rumah nya, bukan reza tidak berani berhadapan dengan ayah riri, tapi ya tau lah, riri yang menolak.

__ADS_1


Setelah keluar, mereka hanya saling melambaikan tangan dan tersenyum. Suara klakson menandakan dia pamit pergi.


__ADS_2