I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
41


__ADS_3

jangan lupa baca cerita "terjebak cinta mu" kisah tentang rega dan nara.


.


.


.


.


. Ekstra chapter


.


.


"saya tanya, kenapa selama ini riri tidak melakukan donor ginjal? " tanya rega. pada dokter reyhan.


"selama bertahun-tahun, sebenarnya kami sudah mendapatkan pendonor yang cocok untuk riri, tapi entah kenapa satu hari sebelum operasi, pendonor berubah pikiran, dan mengembalikan uang yang kami berikan. "


"berarti ada seseorang di balik ini semua, dia pasti tidak ingin riri sembuh. " tebak nara.


"iya, benar,bahkan sudah berkali kali saya dapat pendonor,tapi berkali kali juga batal. bahkan saya sempat berfikir anda yang melakukannya. saya tidak tau cara menyelidikinya, karena saya bukan seperti anda yang berpengaruh di kota ini" sambil menunjuk rega.


"kasian riri... pasti dia selalu kecewa. " kata nara.


"hem, dia bahkan sudah menyerah katanya. jadi, saya mohon anda menggunakan koneksi yang anda punya untuk menyelidiki siapa pelakunya. "


"baik. saya akan menyelidikinya, Terima kasih. "


"kalau begitu saya pamit"


...🌄🌄🌄🌄🌄🌄...


beberapa hari kemudian.


saat nara dan rega baru saja saling memeluk di tempat tidur karena sudah jam sepuluh malam waktu beristirahat. tiba tiba terdengar ponsel rega berdering. melepas pelukannya dan menjawab telfon tersebut.


"baik, saya akan ke sana sekarang. " sahut rega dengan dingin.


"kenapa mas? "


"pelakunya sudah di temukan"


"hah? kalau gitu kita sana sekarang. "


"gak... kamu di sini aja jaga raka. "


"enggak mas, aku mau ikut, aku mau lihat orangnya langsung. "


"kalau raka haus gimana sayang. "


"ada stok asi di kulkas kok, raka aku titipin ke mama ya"


"yaudah kalau gitu kita ganti baju dulu. "


...🚗🚗🚗🚗🚗🚗...


sesampainya di sana, tempat dimana rega selalu menghabisi musuh musuhnya.


"tuan... saya harap anda mempersiapkan diri saat melihat siapa pelakunya. " rega hanya diam, sedangkan nara wajahnya mengatakan semuanya bahwa dia sedang khawatir siapa orangnya.

__ADS_1


saat masuk ke sebuah ruangan di rumah itu, betapa kagetnya rega dan nara saat melihat orangnya.


"na-nadia? " lirih nara.


rega menatap tajam asistennya "kamu gak salah nangkap orang kan? "


"tidak tuan. " asisten dean meletakkan semua bukti di atas meja.


saat melihat bukti bukti itu, rahang rega langsung mengeras.


"kalian semua keluar. "


"gak, aku tetap di sini"


"keluar! " bentar rega membuat nara takut, akhirnya dia pun ikut keluar, dan menunggu tepat di depan pintu.


rega membuka dengan kasar kain yang menutupi mulut nadia.


"pi.. bukan aku pelaku nya, papi harus percaya sama aku" kata nadia langsung.


"papi kecewa sama kamu"


"pi... tapi itu semua gak bener"


"diam! " sentakan rega membuat nadia ketakutan.


"untuk kamu melakukan ini pada riri, dia punya salah apa sama kamu, gak cukup papi manjakan kamu selama ini? "


"jawab! "


"enggak! enggak cukup! aku belum puas sampai riri mati, tapi karena riri mati dengan cepat, aku lebih puas! "


pintu di buka dengan paksa oleh nara, karena mendengar suara tamparan dari luar. nara langsung memeluk rega karena akan menendang nadia.


"cukup mas... kamu udah keterlaluan kalau nendang nadia. "


"dia udah kurang ajar ra... dia sama seperti membunuh orang! " kata rega berapi api.


"dia gak ada bedanya sama kamu mas... jadi jangan limpahkan semuanya ke nadia! " nara pun jadi ikutan emosi. dia kesal seakan rega tidak tau bahwa dia juga salah atas kematian riri.


rega terdiam dia seakan di sadarkan oleh kata kata nara.


"tenangkan diri kamu mas... aku takut kamu malah melakukan hal di luar batas. dia nadia, yang kamu anggap seperti anak kamu. "


"aargkh!! " rega menendang semua barang di ruangan itu, membuat nara kaget, dan kembali memeluk suaminya.


"ayo kita pulang sekarang. " nara menyeret rega dengan sekuat tenaga.


"sementara kurung dia, beri makan sehari sekali. "kata rega.


..............


sesampainya di mobil, rega langsung memeluk nara dengan erat.


" bagaimana ini ra.... aku harus bagaimana." rega berbicara sambil menangis.


pertahanannya runtuh karena sedari tadi di tahannya untuk tidak menangis di depan anak buahnya.


"sss.... tenang ya, kami harus berfikir jernih untuk menentukan hukuman nadia. tapi satu yang aku kasih tau ke kamu, kalau nadia di hukum, berarti kamu juga harus di hukum, karena kamu juga bersalah atas ini semua. apakah kamu tetap mempertahankan hukuman tadi? "


rega mengangguk.

__ADS_1


"kalau gitu kamu juga harus siap di hukum. "


"siapa yang berani hukum aku. "


"aku."


"kok kamu? "


"iya aku, akan tinggalin kamu,trus aku bawa raka sama aku. "


"hah... engga enggak enggak, itu terlalu berat. "


"jadi, kamu mau cabut hukuman tadi? "


tanpa berbicara, rega langsung menelfon asistennya.


"besok antar nadia ke mansion. " setelah mematikan panggilannya, diam diam dia mengirim pesan ke dean


"tapi berikan sedikit hukuman padanya malam ini"


...🌄🌄🌄🌄🌄🌄...


saat akan masuk ke dalam mobil, rega melihat nadia turun dari mobil asistennya dengan keadaan kacau. lalu berhenti di hadapannya, kemudian langsung berlutut.


"papi... maaf, nadia menyesal, nadia takut pi, mereka kurung nadia di tempat banyak tikus nya. " nadia berbicara sambil sesegukan.


"mas... "


"diam." rega menyela saat nara akan melakukan aksi protesnya.


"sekarang sudah menyesal kamu? "


"iya pi. "


"kalau gitu, besok kamu pergi ke luar negri, di sana kamu harus hidup sendiri, cari uang sendiri, papi akan pantau kamu, agar tidak ada seorang pun yang membantu, agar kamu berubah. "


tidak sempat protes, rega langsung ke mobil.


nadia kembali menangis kencang.


"sudah sayang cukup nangis nya ya, mata kamu udah bengkak, ayo tante bantu kamu membersihkan diri, karena mama kamu sama nenek tidak menginap di sini"


...🌄🌄🌄...


bertahun tahun nadia hidup sendiri di negri orang, tanpa bantuan siapa pun, dia memang di sediakan rumah kecil di sana, tapi di tinggalkan tanpa sepeser uang pun, alhasil, hari itu juga dia mencari di sana, apa pun di kerjakannya. sampai kepribadian nya terbentuk menjadi lebih baik lagi, lebih ramah, sabar, dan selalu bersyukur serta tidak sombong.


tapi jangan kira rega baik baik saja, dia juga mengalami masalah di perusahaan karena saham mereka anjlok, butuh berbulan bulan rega mengembalikan nya seperti semua, sampai beberapa kali masuk rumah sakit, karena hampir tidak pernah tidur.


.


.


.


.


TAMAT.


Author juga baru ingat, kalau dalang dari batalnya operasi batal belum di ungkap, jadi langsung gas engtik lagi, semoga suka ya😊


maaf kalau ada yang typo😊

__ADS_1


__ADS_2