I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
26


__ADS_3

"


"Seluruh dunia? " Tanya nya heran.


"Iya, riri mau bukti gak kalau dokter reyhan cinta sama riri"


"Mau, gimana? "


"Minta aja Semua yang kamu mau, pasti dia kasih. "


Pintu terbuka, ternyata dokter reyhan masuk membawa sesuatu di tangannya.


"Apakah sudah selesai? " Tanya nya.


"Sebentar lagi" Kata dokter wanita itu. "Saya keluar ya dok, permisi. " Keluar sambil memberikan kode pada riri dengan kedipan mata.


Sedangkan riri mencoba mengabaikan, tidak mungkin dokter reyhan cinta pada nya yang masih bocil ini, apalagi tubuhnya kurus, dekil, gak terawat, tepos pula.


Apa yang di lihat dokter reyhan dari nya jika?, tentu tidak ada.


🍀🍀🍀🍀🍀


Riri sudah di pindahkan ke ruang rawat, sedang di tanyai oleh dokter reyhan.


"Berapa kali kamu makan sehari? "


"Hem... Kadang sekali, kadang dua kali"


Dokter reyhan menghela nafas kesal.


"Makanan yang paling sering di makan? "


"Mi hehehe"


"Astagaa!! Riri! " Dokter reyhan benar benar marah. "Apakah tidak ada makanan yang lain? "

__ADS_1


Riri menggeleng"kalau papi, mami, nadia, nenek sama tante udah makan, pasti riri gak di sisain, jadi riri makan mi"


"Sekarang keluar dari rumah itu, tinggal sama saya, mau berapa lama lagi kamu menderita di sana"


"Tapi riri gak bisa jauh dari papi"


"Dia udah menelantarkan kamu dari kecil, apa yang mau kamu harapkan dari si brengsek itu!! Sampai kapan ri, sampai kapan? " Dokter reyhan begitu emosi.


"Sampai riri mati"


Deg..


Dokter reyhan terdiam.... Dia kemudian memeluk riri dengan lembut.


"Enggak, kamu gak boleh mati, gak akan, itu gak akan terjadi, kamu kuat. "


"Riri tau kondisi riri udah makin parah, tapi riri berterima kasih sama om udah mau cariin ginjal untuk riri, tapi selalu gagal" Mulai menangis.


"Kalau saya bilang kebenarannya apakah kamu mau pergi dari rumah itu? "


"RI... Dengar ya... Lelaki itu yang buat kamu begini, dia yang sudah menghalangi orang yang mah mendonorkan ginjal nya sama kamu, dia mau kamu mati ri, dan kamu masih sayang smaa orang kyk dia? "


Riri keget memandang dokter reyhan dengan mata yang masih karena sambil menangis. Saat kalimat itu sudah bisa di cerna, di hanya tersenyum pahit.


"Gak papa kalau papi mau riri mati, tapi riri kan mati kalau papi udah mau peluk riri, trus bawa riri jalan jalan"


🌄🌅🌄🌅🌄🌅🌄🌅🌄🌅


Seisi mansion sangat bahagia mendengar kabar Nara telah positif hamil, sudah tiga bulan lebih menikah, akhirnya menadapat kabar bahagia yang di tunggu-tunggu selama ini.


Penghuni rumah itu membuat pesta kecil di taman belakang mansion itu, tentu saja tidak ada riri di disana.


Pintu kamar di ketuk, lalu riri membukanya.


"Ada apa mi"

__ADS_1


"Gabung yuk sama yang lain. " Ajak Nara.


Riri gelagapan menjawabnya, pastinya papinya akan sangat marah melihatnya di sana.


"Emm.... Riri kayaknya agak kurang sehat mi, sedikit pusing" Katanya, membuat Nara khawatir.


"Kamu gak demam kok, sakit apa sayang" Kata Nara setelah mengecek dahi riri.


"Emm... Riri benar benar gak enak badan mi, riri minta maaf. "


"Huff... Iya deh, kamu istirahat ya. " Katanya sambil mengelus rambut riri.


"Iya mi.. " Riri memeluk Nara, seketika merasa sedih tidak bisa merayakan, karena dia akan punya adik sekarang. "Riri senang mau punya adik mi, maafin riri gak bisa gabung. " Katanya sedih.


"Iya,... Gak papa, kamu istirahat ya.. " Nara langsung kebelakang.


***


"Kenapa masam gitu mukanya... Kenapa sayang.. " Tanya rega pada Nara.


"Riri gak bisa ikut mas, kurang sehat katanya, gak enak kalau gak lengkap. "


"Sudahlah, biarkan dia istirahat, ini hari bahagia, jangan masam gitu mukanya."


"Eh, tapi kok belakangan ini riri makin kurus ya, atau perasaan aku aja ya. "


"Dia memang malas makan, biar kan aja"


Nara tidak menanggapi lagi, dia hanya duduk melihat beberapa pelayan memanggang berbagai macam seafood.


Di temani nadia di sampingnya, Nara tidak kesepian.


"Mi, aku bentar lagi mau punya adik, seneng banget. " Kata nadia dengan manja sambil mengelus perut Nara.


Nara hanya tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2