I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
33


__ADS_3

mereka semua mengerubuni riri yang sedang berbaring.


wajah mereka menahan tangis, penasaran dengan reaksi riri karena barusan baru memberi tahu sebab kenapa riri mengalami sakit di kepalanya.


wajah riri terlihat pasrah dan hanya menghela nafas, saat mendengar bahwa dia di vonis penyakit kanker otak stadium tiga.


"RI.. kamu gak papa, kok diam. " tanya dokter reyhan.


riri tersenyum. "riri gak papa kok. "


"kamu tenang aja ya, kami akan berusaha sebaik mungkin menyembuhkan kamu. "


"iya, riri tenang kok, riri gak papa, riri yang sakit kok kalian yang sedih sih, aneh.papa dokter kalau mau nangis nangis aja, jangan di tahan gitu, makin keliatan tua tauk. "


meraka kompak melihat dokter roni, langsung terkekeh melihat wajah dokter roni yang terlihat lucu menahan tangis.


lelaki paruh baya itu berjalan mendekati riri lalu memeluknya erat, tangis mereka pecah melihat pemandangan itu.dokter reyhan berbalik membelakangi mereka, dia malu menangis di depan mereka.


"kalian jangan nangis dong, riri aja gak nangis. "


*****


setelah riri sendirian di ruangannya, kesedihan yang sedari tadi di tahan, pecah sesaat.

__ADS_1


dia menangis tanpa suara, sungguh dia juga sebenarnya tidak sanggup, tapi melihat tekad bagaimana dokter dan perawat yang berusaha menyembuhkannya, membuat dia bertahan berusaha tidak mengecewakan mereka.


dia ingin sembuh, ingin merasakan kebahagian yang selama ini di harapkan nya.


jangan bilang riri tidak iri, dia bahkan sangat sangat iri pada mereka yang mendapat kasih sayang dari ayahnya.


terutama pada nadia, dia tidak habis pikir, nadia bukan anak papi, kenapa papi lebih sayang pada nadia, sedangkan dia tidak di pedulikan, dia sering di pukul jika melakukan kesalahan, sedangkan nadia hanya di peringatkan lalu kembali di sayangi lagi. sedangkan dia, semua yang di katakan rega di turuti, sampai menyamping kan impiannya menjadi pelukis terkenal.


sampai dia merasa lelah menangis, lalu tertidur dengan air mata di pipinya.


*****


dokter reyhan mengantar riri ke sekolahnya, dia bisa melihat bahwa riri sedikit lebih pendiam dari biasanya. tapi di maklum dan mengerti kenapa riri seperti itu.


riri tertegun, sedari tadi terdiam, kemudian mengingat janji para dokter dan perawat yang mengobatinya. kata mereka, jika mereka gagal menyembuhkan dia, maka mereka akan berhenti menjadi dokter dan perawat.


mereka sudah sampai di depan gerbang.


"saya yang akan mengatakan kepada bos kamu kalau kamu mengundurkan diri, bagaimana? "


"gak usah om, makasih, nanti riri yang akan bilang langsung, nanti kesannya gak sopan, riri juga mau bilang Terima kasih secara langsung. sekalian hari terakhir kerja. "


"baiklah, nanti saya antar kamu ya"

__ADS_1


riri menggeleng


"enggak om, bukannya om sift malam. "


"baiklah, telfon saya jika membutuhkan sesuatu oke? "


riri mengangguk.


riri mencium tangan dokter reyhan, lalu keluar dari mobil, melambaikan tangan lalu masuk ke sekolah.


walaupun semua tugasnya sudah selesai, tapi jika di rumah juga dia akan suntuk, karena di kelas tempat dia bisa tertawa puas karena kekonyolan kelas itu, pembicaraan tidak jelas juga bisa membuat mereka tertawa.


.


.


.


.


.


hay hay, jumpa lagi dengan author pemalas ini🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2