I LOVE YOU (Papi)

I LOVE YOU (Papi)
6


__ADS_3

zuri juga mengambil sepatu yang sangat mewah, sampai membuat mata silau. dia tidak tau akibat dia mengambil itu, yang di pikirannya hanya dia ingin baju dan sepatu itu.


...****************...


brak!!


pintu di buka kasar, membuat zuri kaget, melihat siapa pelakunya, ternyata rega.


pandangan zuri melebar, begitu senang papinya datang ke kamar nya.


"papi? " zuri tak percaya, langsung memeluk kaki rega. dan..


bruk...


rega menghempaskan kakinya, membuat zuri jatuh ke belakang.


"aduuh! " seru zuri saat rega tiba tiba menjambak rambutnya.


"papi sakit hiks! " iba zuri.


"sudah jadi pencuri kamu ya, saya tinggal sebentar, kamu sudah berulah ha! " geram rega.


"curi apa papi hiks... "


"kamu sudah berani mencuri barang punya nadia! "


"hiks... riri gak curi, cuma ambil aja huhuhu.. "


"diam kamu! "


zuri langsung membekap mulutnya dengan tangan.


"siapa yang ajarin kamu mencuri ha? "


menggeleng. "riri gak curi papi hiks.. "

__ADS_1


masih mencengkram rambut zuri yang terduduk di lantai.


rega geram. "mengambil tanpa izin itu namanya mencuri bodoh! "


menghempaskan zuri agar menjauh.


"kenapa diam? sudah mengaku salah ha?! "


"maaf papi hiks.. " sambil memegang kepalanya.


"sekarang kamu minta maaf sama nadia... kalau sampai dia tidak menerima lagi barang yang kamu curi, kamu akan saya usir. "


sungguh ancaman yang tidak masuk akal.


bibir nya bergetar menahan tangis...


"hiks.... iya papi, jangan usir riri ya, riri sayang papi"


...****************...


...****************...


nadia diam, seperti tidak mau menerima, membuat zuri takut, mengingat ancam papinya.


zuri menyapu air matanya di lengan baju. "nadia... riri kembalikan, di ambil nya, riri mohon.. hiks.. " menyapu lagi air matanya ke lengan baju nya.


"gak mau, buat kak aja... "


riri menggeleng. "riri gak mau lagi, ambil ya, nanti riri di usir... " katanya polos.


"hei... anak saya bilang dia gak mau, dia gak mau baju bekas orang, apalagi kamu, dekil. "


zuri melihat rega yang berdiri di belakang sifa tempat duduk nadia dan mamanya.


"papi hiks... nadia g-gak mau, jangan usir riri ya hiks."

__ADS_1


"semua nya masuk ke kamar masing masing. " perintah rega. " kamu tetap di sini" katanya lagi pada zuri.


ketakutan melandanya, tangannya bergetar, dia hanya bisa menunduk, benarkah dia akan di usir?.


...*****...


zuri menatap lelaki yang paling di sayangi nya menjauh memasuki rumah, para penjaga yang menjaga 24 jam menatap kasihan pada bocah kecil itu.


di hukum dengan membiarkan zuri di luar pagar. zuri duduk di pembatas tanaman di luar pagar, dia melihat ke langit, tidak ada bintang.


ssuurrrr!!!!!


tiba tiba hujan turun dengan sangat deras, dia masih tetap pada posisinya.


pagar terbuka, zuri melihat, ternyata penjaga.


"non ayo masuk, nanti non sakit. "


dia menggeleng. "nanti papi.... "


"tenang saja non, tuan pasti sudah tidur, gak bakal tau."


mustahil rega tidak tau, tapi penjaga itu tidak tega melihat zuri, dia sudah siap gajinya di potong.


"makasih pak" kata zuri, saat penjaga itu memberikan sarung, membiarkan zuri berteduh di pos.


...⛅⛅⛅...


sedangkan di dalam mansion.


"tuan, saya mohon, biarkan saya membawa non riri masuk, di luar hujan deras" pinta bi dean, dari depan pintu kamar rega.


"tuan! saya mohon!.."


tetap tidak ada jawaban.

__ADS_1


ingin melihat zuri pun, pintu gerbang tidak terlihat dari teras.



__ADS_2